
...L.O.S.E 56 - Xue Fen...
Setelah masuk kediaman kediaman Klan Kuno Xue, Xue Jian membawa Shu En untuk berkeliling kediaman dan melihat orang-orang yang terkena Racun Iblis Es.
“Ini adalah cucuku dan adiknya Yaya. Namanya Xue Fen, dia sudah seperti ini selama beberapa hari ini...” Xue Jian memberitahu dengan ekspresi yang sendu.
Shu En pun memejamkan mata dan mendengarkan detak jantung Xue Fen yang lemah. Dengan menajamkan indera pendengarannya Shu En bisa mengetahui Racun Iblis Es yang ada ditubuh Xue Fen dapat dia hancurkan dengan mudah tanpa ramuan Racun Iblis Es tersebut.
Namun Shu En tidak langsung memberitahu hal ini karena ingin bernegosiasi dengan Xue Jian. Kelemahan terbesar kakek tua itu kemungkinan besar adalah Xue Fen yang seorang lelaki dan kelak pasti akan memikul tanggung jawab sebagai Patriark Klan Kuno Xue.
“Bolehkah aku memeriksanya Kakek Xue?” Shu En bertanya dengan sopan dan membuat Xue Jian mengerutkan keningnya.
“Kakek Xue? Maksudku boleh, silahkan. Maksud diriku mengajakmu kemari karena berharap kau dapat menyembuhkan Fen‘er.” Xue Jian pun memberitahu niatnya mengajak Shu En ke kediaman Klan Kuno Xue.
“Kakek bisa memanggilku En‘er. Semoga saja aku dapat menyembuhkan Adik Fen.” Shu En menanggapi sopan.
‘Bocah ini! Apa dia berpikir aku rela begitu saja memberikan Yaya padamu! Aku hanya memastikan apakah kau ini sama atau tidak dengan lelaki lain diluar sana!’ Xue Jian membatin dan tersenyum sinis kepada Shu En.
Sementara itu Shu En menghiraukan Xue Jian dan memegang pergelangan tangan, leher dan kening Xue Fen. Beberapa saat kemudian Shu En pura-pura menyeka keningnya padahal sama sekali tidak ada keringat disana.
“Fiiuuuh... Sudah kuduga aku harus membunuh orang yang telah meracuni Adik Fen! Itu cara paling menakjubkan untuk menuntaskan dendamku dan mendapatkan kepercayaanmu Kakek Xue!” Tiba-tiba ekspresi Shu En tidak ada lagi rasa sopan disana dan menunjukkan sosok dingin yang mendominasi.
“Apa maksudmu En‘er?” Tanpa sadar Xue Jian memanggil Shu En demikian dan membuat Shu En tertawa kecil.
“Aku salah sebut!” ujar Xue Jian.
“Aku tahu kau mengujiku, Kakek Xue. Aku sendiri tidak mempedulikan semua itu. Kedatanganku kemari untuk membicarakan tentang masa depan Klan Kuno Xue dan bukan perjodohan.” Shu En menatap tegas Xue Jian sebelum menunjukkan ujung kelima jari ditangan kanannya yang membeku.
“Aku bisa menyembuhkan semua orang yang terkena Racun Iblis Es dengan kelima jariku ini.”
__ADS_1
Mendengar itu Xue Jian pun seakan tidak percaya dan meragukan Shu En. Hal ini membuat Shu En memanfaatkan situasi tersebut dan akhirnya membuat penawaran menarik.
“Kau meragukan diriku Kakek Xue? Bagaimana jika aku berhasil? Apa yang akan kau lakukan?” tanya Shu En.
“Jika kau berhasil menyembuhkan cucuku dan semua orang yang terkena Racun Iblis Es disini, aku akan menerima dengan ajakanmu itu.” Xue Jian memberikan jawaban.
“Baiklah, kita sepakat.”
Shu En pun tiba-tiba melepaskan hawa dingin yang begitu besar dan membuat Xue Jian menjaga jarak secara naluriah. Xue Jian pun mengamati bagaimana Shu En menyembuhkan Xue Fen, namun pemuda itu tidak melakukan apapun dan hanya berdiri saja didekat ranjang tempat Xue Fen terbaring.
“Bocah tengik apa yang kau lakukan?!” Xue Jian melepaskan hawa membunuh karena Shu En membekukan sekujur tubuh Xue Fen kecuali kepalanya.
“Berhenti disitu!” Shu En juga membekukan tubuh Xue Jian sambil mengingatkan agar tidak melakukan tindakan yang bodoh.
“Ternyata kau menunjukkan niatmu yang sebenarnya!” Xue Jian berpikir negatif dan langsung mencoba menyerang Shu En.
“Diam! Tunggu sekitar satu jam sampai es ditubuhnya meleleh! Jika kedua matanya tidak terbuka, dengan senang hati aku akan merobek perutku dengan pedang disini!” Shu En membuat pertaruhan karena ia sadar Xue Jian sangat sayang kepada kedua cucunya.
“Tidak perlu merobek perutmu karena aku yang akan memotong lehermu!” Xue Jian sudah berdiri didekat Shu En dengan dua pedang es yang berada dileher setelah terbebas.
“Lakukan sesukamu...” Shu En hanya bisa menghela nafas panjang.
Lalu keduanya pun mengobrol seputar kehidupan kultivator di Klan Kuno Xue karena Shu En yang menanyakan hal itu. Cukup lama untuk mengisi waktu Xue Jian bercerita sebelum akhirnya waktu telah terlewati dan detik-detik penantian akhirnya tiba.
Es yang membeku ditubuh Xue Fen secara perlahan namun pasti mencair menjadi air yang berwarna hitam dengan bau yang sangat menyengat.
“Apa maksudnya ini En‘er?!” ujar Xue Jian.
“Kau memanggilku En‘er kembali. Aku jadi merasa seperti sudah mendapatkan restu-”
__ADS_1
“Cepat katakan!” Xue Jian langsung mengarahkan pedang ke leher Shu En.
Dengan kedua tangan yang terangkat Shu En menghela nafas karena Xue Jian tidak sadar jika semua yang ia lakukan untuk mengancam itu percuma. Sejauh ini Shu En hanya berpura-pura seperti tahanan yang diancam padahal sebenarnya ia dapat bergerak dengan mudah bahkan jika dirinya mau ia dapat membunuh Xue Jian saat itu juga karena mengancam dirinya.
“Itu adalah Racun Iblis Es. Lihat mulutnya terbuka, ia akan bicara,” ujar Shu En dengan ekspresi tenang dan tidak merasa terintimidasi.
Xue Jian pun mengalihkan pandangannya kearah Xue Fen dan menemukan bibir cucu kesayangannya itu bergerak.
“Ka...kek... Ka...kek...” Yang pertama kali Xue Fen lihat adalah bayangan Xue Jian sehingga dia mencoba memanggil kakeknya tersebut.
Bagi Xue Fen yang terkena Racun Iblis Es, kehidupannya selama beberapa hari ini sangatlah berat. Xue Fen merasa bahwa ia berada didunia mimpi dimana dirinya selalu disiksa dan dibunuh berulang kali. Namun sekarang ia telah terbangun dari mimpi buruk itu berkat pertolongan Shu En yang menggunakan kemampuan Phoenix Es.
“Fen‘er!” teriak Xue Jian bahagia saat melihat Xue Fen membuka mata dan memanggilnya.
Melihat itu Shu En pun mendecakkan lidahnya dan menoleh kebelakang melihat Xue Xiaoya yang melihat Xue Fen terbangun dengan mata berkaca-kaca.
“Adik Fen!” Xue Xiaoya ikut menumpahkan semua perasaannya dan memeluk tubuh Xue Fen sangat erat karena mengira adiknya itu akan mati.
‘Sekarang apa yang harus kulakukan? Menunggu diluar atau tetap menjadi patung hidup seperti ini?’ Shu En membatin sambil menghela nafasnya dengan ringan berulang kali.
Tiba-tiba Xue Jian yang tidak lagi mengeluarkan hawa membunuh mengajak dirinya bergabung.
“En‘er, kemarilah, kau telah menyembuhkan Fen‘er.”
“Hah?” Shu En mengerutkan keningnya tidak percaya, “Barusan kau mencoba membunuhku dan sekarang kau memintaku untuk ikut berpelukan?”
“Aku akan menunggu diluar.” Lalu Shu En pun berjalan keluar sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
Mengetahui Shu En adalah orang yang menyembuhkan Xue Fen seketika Xue Xiaoya menjadi merasa bersalah karena sempat mencaci maki Shu En dibelakang pemuda tersebut.
__ADS_1
‘Aku mengira dia adalah orang jahat tetapi sepertinya dia hanyalah orang yang misterius dan tidak bisa kuduga...’ Xue Xiaoya membatin dan tersenyum lega sambil memeluk tubuh adiknya Xue Fen.