Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 72 - Relax


__ADS_3

...L.O.S.E 72 - Relax...


Kota Hanju adalah pusat perdagangan terbesar di Provinsi Han. Jalur darat yang menuju Kota Hanju merupakan jalanan besar yang dilindungi oleh keluarga Han secara langsung.


Sehingga Kota Hanju menjadi akses yang mudah bagi para pedagang untuk berjualan disana. Barang-barang dari berbagai daerah di Kekaisaran Tang dan Kekaisaran Shu bisa ditemukan disini.


Saat ini Shu En dan Tang Xia menempuh perjalanan udara sambil mengamati pergerakan rombongan Kaisar Shu. Keduanya tidak menemukan hambatan sedikitpun di Kota Hanju sampai akhirnya Tang Xia menyadari hawa keberadaan yang mengawasi mereka.


“Aku merasa ada orang yang mengawasi pergerakanku...” Tang Xia memperhatikan sekitarnya dan merasakan keanehan.


Shu En pun berhenti dan menatap Tang Xia yang waspada. Teknik yang digunakan Tang Lang merupakan teknik tingkat tinggi dan bisa mendeteksi Tang Xia sampai sejauh ini. Perasaan tidak nyaman dan waspada tentu saja hinggap dibenak Tang Xia karena menyadari ada orang yang mengawasi dirinya.


“Sepertinya pemilik teknik itu merasakan hawa keberadaanmu Kakak Xia. Apa yang akan kau lakukan?” Shu En bertanya.


“Adik Shu, apa kau mampu melindungi Yaya? Aku memiliki sebuah rencana jika kita berhasil menyiram api pada perseteruan keluarga Han dan keluarga Zhuge.” Tang Xia tersenyum licik dan berbisik pelan ditelinga Shu En.


Shu En yang mendengar rencana Tang Xia tersenyum kecil. Ia mengangguk pelan tanda sanggup melindungi Xue Xiaoya dengan segenap kemampuannya.

__ADS_1


“Baiklah, mari kita lanjutkan perjalanan kita.”


Lalu keduanya pun melanjutkan perjalanan kembali. Shu En dan Tang Xia bergegas menuju Kota Hanju dan sampai lebih awal dari rombongan Kaisar Shu. Berbeda dengan Kaisar Shu yang dapat masuk dengan mudah ke Kota Hanju, Shu En dan Tang Xia harus mengamati keadaan dari luar gerbang kota karena melihat kubah pendeteksi yang ada di Kota Hanju.


“Tidak semudah yang kita kira. Ini akan sulit jika kita masuk secara paksa kedalam sana.” Shu En mengamati kubah pendeteksi itu dan menggelengkan kepalanya.


“Kita gunakan cara yang sama seperti sebelumnya. Buat musuh mengira hanya satu orang yang menyusup, lalu kita buat kejutan dengan rencanamu yang lama.” Tang Xia tersenyum dan langsung bergerak sendiri memasuki Kota Hanju.


Sama seperti sebelumnya saat mereka berdua memasuki wilayah Kekaisaran Tang, keduanya menggunakan rencana yang sama dan dapat memasuki Kota Hanju tanpa halangan berarti.


Tang Xia langsung menggunakan teknik teleportasi dan memindahkan Shu En melalui ruang teleportasi. Setelah itu mereka langsung mencari sebuah penginapan untuk mereka lebih leluasa mengamati keadaan di Kota Hanju.


Tang Xia juga merasakan hal yang sama dan lebih memilih untuk masuk kedalam penginapan untuk mandi. Berbeda dengan Shu En yang tidak mempedulikan penampilannya, Tang Xia sangat menjaga dan merawat dirinya.


Tang Xia memesan dua kamar dan menyuruh Shu En membayarnya, lalu menikmati kegiatannya dikamar mandi. Cukup lama gadis itu membersihkan badan dan menikmati kenikmatan guyuran air yang menyiram badannya sebelum berbaring malas diatas ranjang.


“Sudah berapa lama aku tidak tertidur pulas? Aku ingin menikmati kehidupan yang santai ini...” Tang Xia memejamkan matanya namun tiba-tiba mengingat kejadian memilukan yang merenggut nyawa kedua orangtuanya.

__ADS_1


“Ini sangat menyebalkan!” Tang Xia langsung bangkit untuk duduk dan merapikan rambutnya yang terurai.


Kemudian membuka portal teleportasi dan pergi ke Dunia Siluman untuk menemui Xue Xiaoya. Sementara itu Shu En yang berada dikamar lainnya sedangkan membaringkan tubuhnya dengan santai diatas ranjang.


Shu En ingin beristirahat sejenak dan memanggil Baihu bersama Xudong untuk mengawasi keadaan disekitar Kota Hanju. Keduanya menolak perintah Shu En karena wujud mereka yang besar dan terkesan buas.


“Kecilkan wujud kalian. Bukankah kalian bisa melakukannya? Ubah wujud kalian menjadi seukuran anak kucing. Aku ingin bersantai sejenak.” Shu En memberikan perintah dan langsung memejamkan matanya tidak peduli.


Baihu yang diperlakukan demikian ingin mencabik-cabik tubuh Shu En.


‘Bocah ini! Sejak kapan dia menganggap diriku ini layaknya peliharaannya?!’ pikir Baihu menolak keras perintah Shu En walau pada akhirnya ia tetap mengubah wujudnya menjadi seukuran anak kucing.


“Tidak ada pilihan lain. Setelah ini aku ingin kau mengizinkanku untuk ikut dalam rencanamu. Aku ingin membalas perbuatan mereka.” Baihu berkata kepada Shu En sebelum pergi lewat jendela yang terbuka.


“Tunggu, Baihu!” Xudong juga ikut mengubah wujudnya menjadi seukuran anak kucing sebelum mengikuti Baihu dari belakang.


“Malam ini udaranya sangat sejuk...” Shu En tersenyum lega dan menikmati semilir angin yang menerpa badannya.

__ADS_1


Dengan mata terpejam Shu En menikmati suasana malam ini dan tidak menyadari ada beberapa orang yang mengawasi penginapan.


__ADS_2