Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 111 - Elemental Spirits


__ADS_3

...L.O.S.E 111 - Elemental Spirits...


...ARC 3 - One Year One Month...


Pertarungan Shu En melawan gerombolan Siluman Dewa berlangsung dengan sangat sengit. Shu En membutuhkan waktu dua hari penuh untuk mengalahkan mereka semua sebelum akhirnya tenaganya terkuras habis dan membuatnya menepi untuk memulihkan diri.


“Bocah, kau terlalu banyak membuang energi mu, seharusnya kau harus lebih efisien dalam menggunakan jurusmu. Apa kau selalu bertarung dengan cara seperti ini?” Jing Yang menanyakan bagaimana pertarungan yang dilalui Shu En sebelumnya.


Shu En tersedak mendengar ucapan Jing Yang karena pria sepuh itu sangat teliti menilai dirinya. Menurutnya apa yang dia lakukan sudah sangat efisien, namun dimata Jing Yang tidaklah demikian.


“Selama ini murid selalu bertarung seperti itu, Guru.” Shu En berkata kepada Jing Yang dan membuat pria sepuh itu menggelengkan kepalanya.


“Dengar bocah, dalam hidup ini menjadi yang terkuat disekitarmu tidaklah cukup, kau harus melihat dunia ini secara luas dan saat itu kau menyadari betapa kecilnya dirimu ditengah lautan yang luas itu.” Jing Yang memberitahu Shu En agar pemuda itu memahami jika diatas langit masih langit.


“Sepuluh bulan didunia nyata akan kau habiskan dengan menjalani latihan sepuluh tahun disini. Selama itu aku akan memastikan dirimu menguasai dan menjadi kultivator yang berbeda dari sebelumnya,” ucap Jing Yang.


“Murid tidak akan mengecewakan Guru.” Shu En menjawab.


Lalu Jing Yang mengulurkan tangannya kearah Shu En sebelum melepaskan Energi Dewa dalam jumlah yang besar. Hembusan angin yang kencang menerpa tubuh Shu En sebelum dihadapannya muncul sebuah bongkahan berlian yang bentuknya seperti batu yang biasa digunakan untuk bertapa.


“Satu tahun pertama aku ingin kau bertapa disini. Gunakan waktumu itu sepenuhnya untuk bermeditasi. Aura hitam pekat dari yang orang yang kau bunuh selama ini membuatku kesal, jika kau bukan keturunannya Ling En mungkin aku sudah membunuhmu,” ujar Jing Yang memberitahu.


Shu En tidak mengelak dan hanya terdiam. Dihadapan Jing Yang tidak ada yang bisa ia sembunyikan. Padahal dipenglihatan kultivator pada umumnya mereka semua tidak dapat merasakan atau melihat aura hitam pekat yang ada dibelakang tubuh Shu En karena pemuda itu mengolahnya secara perlahan, namun Jing Yang dapat melihat semuanya dengan jelas dengan kedua matanya itu.

__ADS_1


“Aku akan memperlihatkan padamu cara mempelajari Energi Dewa dan Hawa Dewa Sejati. Pastikan kau melihatnya dengan benar dan mempelajarinya selama setahun ini.” Jing Yang berkata sambil berjalan mendekati Shu En.


Kemudian Jing Yang menyentuh kepala Shu En dan memperlihatkan sebuah ingatan kepada pemuda itu. Dengan mentransfer ingatannya, Jing Yang dapat membuat Shu En mengerti akan penjelasannya karena didalam kepalanya muncul semua cara untuk mempelajari dan menguasai Energi Dewa dan Hawa Dewa Sejati.


“Dimensi Dewa yang kuciptakan ini mengandung energi spiritual yang berbeda dari duniamu. Bisa dibilang kumpulan cahaya matahari yang sudah ada disini selama ratusan tahun menjadi energi spiritual yang berharga. Selama aku hidup aku menggunakannya sebagai kemampuanku, namun sekarang aku akan mewariskannya padamu.”


Mendengar apa yang diucapkan Jing Yang membuat Shu En tersenyum. Sekarang dia sedang dilatih oleh Dewa Matahari dan ini akan menjadi kesempatan untuk Shu En agar dapat menguasai ilmu Dewa Matahari dan Dewa Iblis secara sempurna.


“Murid akan menjawab keinginan Guru.” Shu En menjawab sambil menatap Jing Yang dengan tatapan mata yang penuh tekad.


Jing Yang pun menganggukkan kepalanya dan menghilang dari hadapan Shu En.


“Pastikan Siluman Dewa yang ada disekitar hutan tidak memakan tubuhmu saat kau bermeditasi.”


Peringatan Jing Yang sedikit terlambat karena Shu En hampir saja melakukan meditasi. Beruntung Jing Yang memberinya peringatan terlebih dahulu tentang hutan yang Shu En tempati adalah sarang Siluman Dewa.


Saat Shu En kebingungan tiba-tiba ia teringat kembali apa yang diperlihatkan Jing Yang kepada dirinya. Shu En pun menelan ludah karena belum pernah mencobanya selama ini, lalu dengan penuh keyakinan Shu En menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.


“Aku mulai...”


Shu En mulai memejamkan matanya dan melakukan konsentrasi secara penuh. Tak lama aliran nafasnya terasa sangat tenang bahkan saat beberapa Siluman Dewa mendekat. Shu En tidak merasa terganggu ataupun terintimidasi. Sekarang pemuda itu sudah berada dialam bawah sadarnya dan menempa jiwanya.


Shu En sama sekali tidak merasakan gangguan yang berarti saat Singa Api menyentuh tangannya dan menggoyangkan badannya. Pemuda itu seperti tidak terpengaruh oleh sentuhan gerombolan Siluman Dewa ini.

__ADS_1


ROOOAAAARRR!!!


Bahkan saat Singa Api itu meraung keras, Shu En juga tidak membuka matanya apalagi bergerak. Mungkin karena kesal diabaikan Shu En, akhirnya segerombolan Singa Api menyerang Shu En secara bersamaan.


Namun tiba-tiba cahaya berwarna kuning seperti kunang-kunang mulai bermunculan disekitar Shu En. Gerombolan Singa Api yang menyerang Shu En langsung melompat menjaga jarak dan mengeluarkan Auman untuk mengintimidasi, namun Shu En sama sekali tidak bergeming dan terpengaruh provokasi mereka.


Semakin lama cahaya kuning itu semakin terang, beberapa detik kemudian meledak kearah gerombolan Singa Api. Suara auman Siluman Dewa itu pun memenuhi hutan karena satu demi satu dari mereka terbunuh oleh serangan tidak terduga.


BOOOMMM!!!


ROOOAAAARRR!!!


Diatas langit Jing Yang hanya menggelengkan kepalanya karena tidak menyangka Shu En akan sangat cepat mempelajarinya dan mencerna ucapannya.


‘Dia memiliki bakat yang lebih dari Ling En. Bocah ini mungkin saja adalah orang yang kunantikan. Demi diriku, aku ingin dia menyelamatkan Alam Dewa...’ Jing Yang membatin dan memperhatikan muridnya yang sedang bertapa dibawah sana.


“Roh Api dan Roh Petir. Gravitasi adalah keunikan pemuda itu. Namun berkat campur tangan Mao Ruyue, pemuda itu dapat mempelajari semua unsur, akan lebih baik jika dia menguasai Roh Api dan Roh Petir terlebih dahulu bersama kekuatan gravitasinya.” Jing Yang memperhatikan Shu En lebih tajam dan melihat pemuda itu sudah setahap lagi dapat menggunakan Energi Dewa.


“Pastikan kau mengingat apa yang sudah kuperlihatkan, Bocah,” ucap Jing Yang sambil mengamati cahaya berwarna merah dan ungu yang mulai bermunculan disekitar Shu En.


Tak lama sebuah bayangan berwarna hitam pekat dibawah Shu En terlihat dan bentuknya sangat besar. Melihat hal itu Jing Yang kembali tersenyum karena Shu En sedang mencoba menguasai kedua unsur bawaannya yakni api dan petir.


Namun saat Shu En ingin menguasai Roh Api dan Roh Petir, Roh Gravitasi juga muncul dihadapannya. Ketiga Roh itu muncul secara bersamaan dihadapan Shu En dan membuat pemuda itu semakin dalam terjun kealam bawah sadarnya.

__ADS_1


Tidak ada suara yang terdengar ditelinga Shu En, yang ada hanya cahaya berwarna merah ungu yang mencoba mengejar dirinya bersamaan dengan aura hitam pekat yang mulai merayapi tubuhnya.


‘Aku seperti jatuh kebawah lautan yang sangat dalam...’ Shu En membatin dan merasakan ketenangan karena seharusnya ia kehabisan nafas dan berakhir mati, namun ia sama sekali tidak kehabisan nafas dan terus tenggelam semakin dalam.


__ADS_2