Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 58 - Xu Xiao Chi


__ADS_3

...L.O.S.E 58 - Xu Xiao Chi ...


Ibukota Luoyang sekarang dipenuhi orang-orang yang ingin menjadi kultivator. Beberapa dari mereka datang dari pedesaan dan tergugah setelah mengetahui cerita tentang Shu En dan Yang Ruan yang berusaha melawan kekuatan tempur Kekaisaran Tang.


Semua orang mengetahui betapa hebatnya kekuatan tempur Kekaisaran Tang selama beberapa tahun ini. Pertempuran Xudong menjadi bukti nyata jika Kekaisaran Yang memiliki kesempatan untuk mempertahankan haknya sebagai sebuah negeri.


Ditengah kegiatan latihan yang dijalani Zhao Tian, Liu Bai, Xu Kai dan yang lainnya, kegemparan terjadi di Ibukota Luoyang saat beberapa orang terpenggal kepalanya pada malam hari.


Pembunuhan berantai ini sudah berlangsung semenjak Shu En pergi meninggalkan Ibukota Luoyang. Tidak ada yang mengetahui siapa dalang dibalik pembunuhan berantai ini, namun orang-orang yang dibunuh adalah orang yang mendukung pemerintahan Yang Ruan.


Pada akhirnya Yang Ruan menggelar pertemuan dengan beberapa pejabat istana untuk membahas masalah ini. Dengan Tang Xia yang mendampinginya, Yang Ruan pun dapat menyelesaikan pertemuan tanpa halangan yang berarti.


Namun Yang Ruan menyadari jika ada beberapa orang yang tidak setuju dengan kepemimpinannya. Yang Ruan sadar jika ia tidak memiliki kultivasi yang kuat dan memiliki kewibawaan sebagai seorang pemimpin.


Jika boleh jujur Yang Ruan juga tidak ingin mengambil peran ini, namun melihat tekad Shu En yang membantunya membuat Yang Ruan mengambil semua peran yang ia benci ini.


“Kakak Xia, apa ada pengkhianat diantara kita? Aku merasa sangat tidak nyaman dengan situasi ini...” ucap Yang Ruan lemah.


Tang Xia sendiri sudah menyelidiki selama beberapa hari tentang dalang pembunuhan berantai. Namun Tang Xia tidak menemukan bukti apapun.


“Dua orang yang paling kucurigai adalah Zhao Tian dan Yong Xiang. Memang mereka berdua telah tunduk kepada Adik Shu, tetapi aku rasa kita harus menyelidiki mereka berdua.” Tang Xia akhirnya memberikan pendapatnya.


Yang Ruan sempat terkejut, namun tidak ada salahnya jika mereka berdua menyelidiki kedua orang tersebut. Akhirnya Tang Xia pun mencari keberadaan Zhao Tian dan Yong Xiang.


Sementara itu di aula latihan terlihat ratusan orang sedang berlatih. Jumlah orang yang mengikuti latihan ini semakin banyak saat kabar Shu En yang berhasil melakukan kerjasama dengan Pegunungan Seribu Es tersebar.

__ADS_1


“Aku rasa latihan kita ini sudah cukup.” Yong Xiang berkata setelah melakukan pertarungan singkat dengan Xudong sang Singa Merah.


“Apa yang kau katakan, manusia?! Kalian masihlah lemah!” ujar Xudong kepada Yong Xiang.


“Kau yang terlalu kuat, Xudong! Kalian benar-benar tidak dapat menahan diri!” ujar Zhao Tian menanggapi.


“Bocah itu akan kembali, apa kalian tidak ingin memberikan kejutan padanya?!” sahut Baihu kepada mereka.


Seketika Xu Kai dan Liu Bai saling berpandangan. Keduanya ingin menunjukkan hasil latihan mereka kepada Shu En. Kemampuan keduanya berkembang pesat berkat bantuan Shu En dan mereka ingin membalas jasa yang telah Shu En lakukan untuk menolong mereka.


“Memberikan kejutan ya? Boleh juga. Kejutan kepala terpenggal dari orang-orang yang dia percaya...” Yong Xiang menanggapi ucapan Baihu dengan ekspresi wajah yang berbeda.


“Apa yang kau katakan, Yong?” Zhao Tian mengerutkan keningnya dan menatap tajam Yong Xiang.


Mereka semua melihat wajah Yong Xiang yang berubah bentuk. Terlihat seringai lebar dari senyumannya yang terkesan bengis dan aura yang terpancar ditubuhnya pun terasa tidak menunjukkan belas kasih.


“Bermain-mainnya sudah cukup! Satu-satunya penghalangku di kota ini hanyalah bocah itu! Selebihnya adalah sampah!” Setelah berkata demikian, Yong Xiang mengeluarkan energi Qi dalam jumlah besar dari tubuhnya.


“Yong Xiang! Kau! Keparat!” Zhao Tian sudah mempersingkat jarak dan bersiap melepaskan pukulannya.


“Yong Xiang? Itu hanyalah nama samaran! Namaku yang sebenarnya adalah Xu Xiao Chi!”


Tepat setelah pria itu memberitahu identitasnya, Xudong dan Baihu langsung menyadari kemampuan pria bernama Xu Xiao Chi ini.


“Semuanya! Menjauh darinya!” Baihu meraung sekeras mungkin karena menyadari semua tanah yang ada di Ibukota Luoyang adalah sumber kekuatan Xu Xiao Chi.

__ADS_1


“Terlambat!” Xu Xiao Chi tersenyum lebar dan mengayunkan tangannya kearah Zhao Tian.


“Mari kita mulai darimu, Zhao Tian!”


Tanah disekitar Xu Xiao Chi tiba-tiba menjadi duri tajam yang besar dan menembus perut Zhao Tian dengan begitu mudahnya.


“Ini tidak mungkin...” Zhao Tian memegang tanah yang dialiri Qi dan berbentuk duri besar itu.


Dengan sekuat tenaga Zhao Tian mencoba menghentikan pendarahan, namun luka perut yang menganga lebar itu membuatnya tidak berkutik.


Xu Xiao Chi pun terbang dan langsung menciptakan sebuah pedang berwarna coklat dan memotong kepala Zhao Tian.


“Mari kita mulai latihannya! Tuan Xudong dan Tuan Baihu!”


Setelah kematian Zhao Tian, Xu Xiao Chi pun memulai rencana untuk membinasakan semua penduduk Ibukota Luoyang.


“Kubah Iblis!”


Seketika wilayah Ibukota Luoyang dipenuhi energi spiritual yang pekat dan mengelilingi semua area. Beberapa detik setelahnya sebuah dinding tanah menutupi semua akses masuk dan keluar Ibukota Luoyang.


“Sangat disayangkan rencana kalian akan kugagalkan hari ini!”


Apa yang disebut dengan Kubah Iblis itu adalah sebuah teknik yang mengurung semua orang didalam area serangan Xu Xiao Chi. Hanya orang dengan kultivasi tinggi saja yang dapat bertahan dari teknik ini karena semakin lama pengguna menggunakan teknik ini maka semakin sedikit oksigen yang ada didalam Kubah Iblis.


Satu-satunya cara untuk menghentikan teknik ini adalah dengan membunuh orang yang menggunakan teknik tersebut. Dengan membunuh Xu Xiao Chi maka Kubah Iblis akan dapat dihentikan.

__ADS_1


__ADS_2