
L.O.S.E 29 - Revenge
ARC 1 - Fall To Rise
Ibukota Jiehan adalah pusat kota Kekaisaran Zhang setelah Jie Hung memimpin pemerintahan. Tujuan utama Jie Hung adalah membantu Kaisar Jia untuk menemukan Gulungan Seni Naga yang merupakan harta suci keluarga Zhang.
Selain itu Jie Hung dan beberapa kultivator yang menjadi pengikutnya telah mengetahui kondisi tubuh istimewa Zhang Xue, sehingga Kaisar Jia berniat mendapatkan Zhang Xue dengan segala cara.
Disisi lain orang yang memberikan perintah kepada Kaisar Jia untuk melakukan semua ini adalah Kaisar Wei Long. Bantuan dari Kekaisaran Wei membuat Kekaisaran Jia menjadi berbeda.
Dari segi peningkatan kultivator, Kekaisaran Jia melebihi Kekaisaran Zhang dan Kekaisaran Yin hanya dalam kurun waktu tidak sampai sepuluh tahun.
Malam ini di Ibukota Jiehan, sosok Kaisar Zhang yang palsu mengadakan perjamuan dengan anggota Kalajengking Hitam ataupun para pejabat istana untuk membahas penyambutan kedatangan Kaisar Jia.
Disana terlihat Jie Hung sedang berbincang dengan Wang Zhi, disebelahnya juga ada Liu Fen dan Jin Ho sedang menikmati arak.
“Siapa yang belum datang? Oh ya, Fan Chou sialan itu! Apa dia tidak bosan bermain dengan wanita?!” Jin Ho terlihat sudah mabuk dan mengoceh di ruang pertemuan.
Pria yang menguasai dua aliran pedang ini merangkul Jie Hung dan tertawa cekikikan sendirian.
“Saudara Jie, sebenarnya aku disuruh menyembunyikan hal ini darimu...Ehik...” ucap Jin Ho lalu tersenyum lebar menatap Jie Hung.
“Sudah setahun ini Fan Chou-”
“Hentikan! Jin Ho! Jangan membongkar aib teman sendiri!” Liu Fen menegur Jin Ho yang menurutnya sudah keterlaluan.
Perasaan Jie Hung pun merasa tidak enak. Jie Hung pun merangkul Jin Ho dan berusaha menemukan jawaban dari segala rasa penasarannya.
“Apa yang sebenarnya ingin kau katakan, Saudara Jin?” Jie Hung pun berkata dengan nada lembut berharap Jin Ho menjawab pertanyaannya.
Jin Ho tersenyum lebar kembali dan berbisik pelan, “Istri kakakmu, Xhin Diao...”
Seketika jantung Jie Hung terasa seperti berhenti. Wanita yang dimaksud Jin Ho adalah istri dari kakaknya yang telah ia renggut secara paksa karena saat muda ditolak cintanya.
Jie Hung pun terlihat murka namun berusaha menahan amarahnya karena menyadari kemampuan Jin Ho, Liu Fen ataupun Fan Chou.
“Kenapa... Kenapa dengan wanita itu?” tanya Jie Hung.
Jin Ho pun tertawa dan memberitahu Jie Hung jika Xhin Diao mencoba menyelamatkan Hong Zi Ran namun justru tindakannya itu memancing amarah Fan Chou.
Gagal menyelamatkan Hong Zi Ran membuat Xhin Diao menjadi korban kekejaman Fan Chou. Bahkan setahun belakangan ini, Xhin Diao diperalat oleh Fan Chou sama seperti yang pria itu lakukan kepada Hong Zi Ran sehingga kedua wanita itu melayani keinginan terpendam Fan Chou.
Mendengar itu Jie Hung langsung marah dan mencekik leher Jin Ho.
“Keparat!” teriak Jie Hung sangat keras.
“Hentikan, Saudara Jie!” Wang Zhi menegur.
Sementara itu Jin Ho tiba-tiba berhenti tertawa dan menatap Jie Hung dengan dingin.
“Tidak perlu marah! Sudah seharusnya kita ini berbagi bukan?!” Jin Ho mengeraskan suaranya dan membuat cekikan dilehernya terlepas.
“Aku masih ingat saat kami bertiga melakukannya dengan Hong Zi Ran... Hahahaha! Dia benar-benar masih suci dan tidak terjamah diusianya yang tiga puluh tahun! Tetapi Xhin Diao tidak kalah hebatnya!” Jin Ho pun berdiri dan menatap rendah Jie Hung.
“Beliau memang menyuruh kami bertiga membantumu, tetapi beliau juga menyuruh kami mengendalikanmu! Kau harus menyadari posisimu, Jie Hung!” Akhirnya Jin Ho menunjukkan sisi dirinya begitu juga niat Kaisar Jia.
“Setelah mendapatkan Zhang Xue, tujuan kita selanjutnya adalah Kekaisaran Yin! Beliau meminta kita mencari Batu Merah Keabadian!” ujar Jin Ho sebelum berjalan mendekati Liu Fen.
“Mari kita pergi, Fen. Aku ingin menikmati malam dengan Nyonya Xhin!” Jin Ho tersenyum sinis menatap Jie Hung dan sengaja memprovokasi.
Liu Fen menghela nafas dan menjawab tidak semangat, “Aku tidak terlalu menyukai hal semacam itu. Malam ini aku ingin menikmati arak ini...”
Saat Jin Ho hendak melangkah keluar, Jie Hung berdiri dan hendak mengejarnya namun tiba-tiba sebuah aura yang dipenuhi nafsu membunuh memenuhi segala penjuru Ibukota Jiehan.
“Siapa yang melakukan hal ini?! Tubuhku terasa berat!” ujar Jin Ho.
__ADS_1
Sementara itu Liu Fen berkeringat dingin dan merasakan hawa keberadaan yang semakin dekat. Tak lama hembusan angin kencang menerpa semua orang yang ada di ruang pertemuan.
“Sial! Siapa yang melakukan semua ini?! Semua pasukan di kediamanku telah mati dengan kepala terpenggal!”
Liu Fen dan Jin Ho langsung menoleh kearah sumber suara. Pemilik suara itu adalah pria tampan berusia tiga puluhan tahun bernama Fan Chou.
“Oi, Fan Chou! Apa kau yang melakukan semua ini?!” Liu Fen bertanya.
“Tidak, bukan aku yang melakukannya!” jawab Fan Chou.
Liu Fen pun mengerutkan keningnya, “Lalu siapa yang melakukannya?”.
“Aku tidak tahu siapa yang melakukan ini! Aku hendak memastikan Chu Yui dan Su Rong namun mereka berdua melarikan diri! Selain itu Wang Guo dan bawahannya menghilang!”
Seketika semua orang yang berada di ruang perjamuan pun terdiam. Mereka semua berpikir jika Istana Rembulan telah mengambil tindakan karena Matriark mereka disandera.
“Sial! Aku benar-benar panik!” Fan Chou mengumpat sebelum tersenyum lebar menatap Liu Fen dan Jin Ho.
“Jadi apa yang akan kita lakukan?!” tanya Fan Chou memastikan.
“Kita harus mengambil apa yang sudah menjadi milik kita!” Liu Fen bangkit berdiri dan tiba-tiba pintu ruang perjamuan hancur berkeping-keping oleh hembusan angin.
Hawa keberadaan yang tidak terasa itu benar-benar membuat semua orang terkejut. Saat orang itu menampakkan dirinya, barulah aura pembunuh yang besar itu kembali menyebar dan meneror mereka semua.
Mata Fan Chou terbelalak melihat pemuda yang memakai topeng Iblis berwarna hitam dengan dua wanita dibelakangnya.
“Kau! Jadi kau yang membunuh semua penjaga di kediamanku? Kau juga berani mencuri kedua wanitaku itu!” ujar Fan Chou yang langsung melepaskan Qi dalam jumlah besar.
Liu Fen mengamati dan bisa merasakan aura yang dilepaskan pemuda itu melebihi semua kultivator Kekaisaran Zhang yang pernah dia habisi.
“Jangan bergerak, Fan Chou!” Liu Fen langsung menghentikan sikap arogan Fan Chou.
Pemuda bertopeng iblis hitam itu pun berkata kepada mereka, “Aku sudah mengonfirmasi jika kalian semua disini berjumlah seribu satu orang kultivator yang merenggut hak Ratu Zhang!”
Setelah pemuda itu berkata demikian, sebuah cahaya berwarna putih muncul disegala penjuru Ibukota Jiehan dan membuat semua bawahan Jie Hung dipindah melalui teleportasi secara paksa keluar Ibukota Jiehan.
Dataran dengan rumput dan bunga indah disekitar Ibukota Jiehan itu akan menjadi ladang pembantaian pemuda yang memakai topeng Iblis berwarna hitam.
“Kita berpindah tempat?! Apa yang terjadi?!” Jie Hung terlihat panik saat mengetahui semua kultivator yang bekerja kepadanya berada di dataran yang sama dengannya.
“Jangan panik! Semua ini ulahnya!” Fan Chou langsung berteriak dan memberitahu mereka.
“Bisa memindahkan seribu orang lebih dalam sekejap! Apa kau Kultivator Naga?!” ujar Liu Fen memastikan.
Pemuda itu tersenyum dari balik topengnya sebelum berkata, “Kultivator Naga? Tidak, aku tidak pantas mendapatkan julukan itu. Aku adalah Kultivator Iblis!”
Lalu pemuda yang tidak lain adalah Shu En menoleh kearah Hong Zi Ran dan Xhin Diao.
“Perhatikan dengan baik dan jangan terpejam walau hanya sedetik! Yang akan terjadi selama beberapa detik kedepan adalah pembantaian! Aku akan membalaskan penderitaan kalian!”
Ucapan Shu En ini membuat tubuh Hong Zi Ran dan Xhin Diao bergetar. Keduanya tanpa sadar meneteskan air mata mengingat segala pilu dan derita yang mereka tanggung selama beberapa tahun belakangan ini.
Shu En menggigit bibir bawahnya hingga berdarah dan membatin keras dalam hatinya, ‘Bibi Hong! Aku tidak percaya kau akan terlihat sangat menyedihkan seperti ini! Aku tidak sanggup memperlihatkan wajahku padamu!’
Lalu Shu En pun memejamkan matanya dan mengatur aliran nafasnya hingga tenang.
‘Nafas Kegelapan!’
Aliran nafas Shu En nampak tenang begitu juga dengan aura disekitarnya. Tak lama kedua bola mata Shu En memancarkan cahaya berwarna merah dari balik topengnya.
‘Tanda Mata Iblis!’
Semua kultivator yang berada dalam jangkauannya langsung kesulitan bergerak saat Shu En melepaskan Aura Iblis.
Liu Fen dan Jin Ho adalah orang yang pertama menyadari kemampuan Shu En. Sosok Pendekar Dewa yang berada dihadapan keduanya itu membuat Liu Fen dan Jin Ho reflek menjauh dari Shu En sejauh mungkin, sedangkan Fan Chou dengan angkuh berniat menyerang Shu En.
__ADS_1
“Aku akan membunuhmu dan merebut kedua wanitaku itu!” ujar Fan Chou dengan seringai lebarnya.
Liu Fen dan Jin Ho mengumpat saat melihat kebodohan Fan Chou, sedangkan Jie Hung dan Wang Zhi kesulitan menggerakkan tubuhnya karena Aura Iblis yang dilepaskan Shu En.
“Untuk seorang sampah kau mempunyai nyali!” ucap Shu En kepada Fan Chou sebelum menciptakan sebuah pedang menggunakan aura tubuhnya.
“Seni Pedang Iblis...”
Pedang Shu En pun memancarkan aura hitam yang menyebar disekitarnya. Lalu aura hitam pekat itu memadat bersamaan dengan Shu En yang mengayunkan pedangnya melancarkan serangan.
“Iblis Melahap Langit!”
Hanya dalam satu kali ayunan tebasan pedangnya, Shu En membunuh tiga ratus kultivator yang mencoba melawannya.
Fan Chou yang sudah bergerak secepat kilat dan melepaskan sebuah serangan langsung terpotong kedua tangannya oleh Shu En.
“Heh?” Fan Chou nampak syok dan kebingungan saat mengetahui dirinya dikelilingi potongan tubuh tiga ratus kultivator yang menjadi pasukannya.
Hal ini tentu saja membuat kepercayaan diri dan kesombongan Fan Chou langsung menguap ke udara dan lenyap.
Shu En pun berjalan mendekati Fan Chou dan langsung melepaskan Aura Iblis jauh lebih besar dari sebelumnya. Tubuh Fan Chou pun langsung tersungkur ke tanah dan tidak berkutik sedikitpun.
“Membunuhmu tidak akan bisa menyelesaikan amarahku!” Shu En menginjak kepala Fan Chou dan menekannya ke tanah hingga hancur.
Lalu sekeras mungkin dia menendang wajahnya hingga wajah Fan Chou tidak dapat dikenali. Belum puas sampai disitu, Shu En melepaskan pukulan kepada mulut dan mata Fan Chou berulang kali.
Hong Zi Ran dan Xhin Diao meneteskan air mata melihat hal ini. Kematian Fan Chou yang berakhir mengenaskan membuat beban dan penderitaan mereka terangkat dari pundak.
‘Kenapa dia bisa semarah ini? Aku merasa tidak asing dengan suara dan auranya itu...’ Hong Zi Ran membatin dan memperhatikan Shu En yang masih terus menghujamkan pukulannya pada Fan Chou.
Kematian tragis Fan Chou membuat mulut Jie Hung, Wang Zhi, Liu Fen dan Jin Ho menganga tidak percaya.
Disisi lain Shu En berhenti memukul setelah isi kepala Fan Chou berceceran kemanapun.
“Keparat! Jangan mati karena aku belum puas menghancurkanmu!” teriak Shu En dengan keras.
“Selanjutnya kalian!” Tatapan mata Shu En terarah kepada Jie Hung dan Wang Zhi.
Kenangan pahit beberapa tahun lalu membuat Shu En menatap keduanya penuh kebencian.
“Kalian telah merenggut tempat untukku pulang! Bahkan menodai wanita yang kuhormati!”
“Jie Hung! Wang Zhi! Kematian kalian tidak akan mudah!”
Mendengar ini membuat tubuh Hong Zi Ran gemetar. Saat itu juga Hong Zi Ran langsung menyadari jika pemuda bertopeng iblis hitam yang menyelamatkan dirinya ini adalah Shu En.
“En‘er...” ujar Hong Zi Ran lirih sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan.
Hong Zi Ran melihat Shu En yang mengayunkan pedangnya dan menciptakan keheningan disekitarnya. Apa yang terjadi didepannya itu adalah pembantaian yang mengerikan. Terlihat Shu En mengayunkan pedangnya membunuh satu demi satu bawahan Jie Hung dan Kalajengking Hitam tanpa belas kasih.
Lalu saat menyisakan Jie Hung, Wang Zhi, Liu Fen dan Jin Ho, barulah Shu En berhenti.
Tak!!!
Jentikan jari yang sangat keras dilakukan Shu En terdengar. Shu En mengeluarkan sebuah teknik yang mengunci pergerakan Jie Hung dan Wang Zhi.
“Penjara Hiu Iblis!”
Gelembung besar berisi air langsung tercipta disekitar Jie Hung dan Wang Zhi lalu menelan tubuh mereka kedalamnya.
Terlihat Jie Hung dan Wang Zhi kesulitan bernafas saat berada didalam gelembung berisi air laut itu. Selang beberapa detik muncul sembilan ekor hiu yang dipenuhi energi spiritual dan mengelilingi tubuh mereka.
“Jadilah makanan para siluman peliharaanku!”
Shu En pun membunuh keduanya dengan penderitaan yang mengerikan. Selanjutnya Shu En sudah bergerak dihadapan Liu Fen dan Jin Ho.
__ADS_1