Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 55 - Son-in-law


__ADS_3

...L.O.S.E 55 - Son-in-law...


Setelah melihat sendiri kemampuan Shu En dan bagaimana pelindung Pegunungan Seribu Es yang tunduk, Xue Jian tersenyum penuh siasat dan menatap Shu En begitu dalam.


Shu En memiliki kemampuan yang tidak normal dari para kultivator yang seusia dengannya. Bisa dibilang sekarang pemuda itulah yang memegang puncak kultivasi tertinggi di Kekaisaran Yang.


“Semuanya! Turunkan senjata kalian dan kembalilah!” ujar Xue Jian kepada semua bawahannya yang mengelilingi Shu En.


Setelah semua anggota kultivator Pegunungan Seribu Es kembali dan hanya menyisakan Xue Xiaoya, barulah Xue Jian mengajak Shu En berbincang.


“Tuan Muda, apa maksud kedatanganmu kemari?”


Tanpa berbasa-basi, Shu En langsung meminta Xue Jian untuk turut membantu dalam pertempuran melawan Kekaisaran Tang. Hal ini membuat Xue Jian kembali harus bertindak lebih hati-hati karena Shu En sepertinya sangat tertarik dengan kekuatan tempur Klan Kuno Xue.


“Aku ingin berbicara dengan Patriark Klan Kuno Xue dan membahas masa depan Kekaisaran Yang. Semua ini ada hubungannya dengan pertempuran yang cepat atau lambat akan segera terjadi.” Shu En memberitahu.


“Jika kau ingin membicarakan hal itu, kembalilah. Kami tidak memiliki waktu untuk hal seperti ini.” Xue Jian menolak.


Namun tiba-tiba Xue Xiaoya mendekat dan berdiri disamping Xue Jian sambil menatap Shu En tajam.


“Kau bisa membicarakan hal itu denganku.” Xue Xiaoya berkata lembut.

__ADS_1


“Apa kau Ketua Klan Kuno Xue?” tanya Shu En pura-pura tidak mengetahui.


“Apa maksudmu, Yaya?” Xue Jian mendelik tidak percaya cucunya mengatakan hal seperti itu.


“Kakek, sudah kukatakan kita tidak bisa terus-menerus seperti ini.” Xue Xiaoya mengingatkan.


Xue Jian yang sedikit terpancing akan sikap cucunya itu dan langsung mengeluarkan energi spiritual yang besar.


“Baiklah, kita akan membicarakan hal ini namun dengan satu syarat!” Xue Jian berkata dengan tegas dan membuat Xue Xiaoya menelan ludah karena merasa bersalah.


Sementara itu Shu En tersenyum tipis dan memperhatikan, ‘Sepertinya mereka memiliki masalah internal tersendiri. Daripada itu dimana Paman Cao dan Kakek Wu?’


Menyadari tidak ada hawa keberadaan Cao Jin dan Wu Tian di Pegunungan Seribu Es membuat Shu En penasaran. Shu En mengira keduanya sudah berada di Pegunungan Seribu Es dan tidak mengetahui jika keduanya sudah lama bernegosiasi dan kembali ke Bukit Petir.


“Cucuku, syaratnya hanya satu aku ingin kau menjadi istri dari pemuda ini dan pemuda ini menjadi suamimu. Mataku tidak pernah berbohong jika pemuda ini akan membawakan kejayaan pada Klan Kuno Xue.” Xue Jian mengatakan syarat yang harus dipenuhi dan membuat kedua mata Xue Xiaoya melebar.


“Kakek! Apa-apaan ini?!” Xue Xiaoya terlihat tidak percaya dan begitu kesal.


Sedangkan Shu En memegang dagunya dan memperhatikan Xue Xiaoya dengan seksama.


“Tidak buruk.” Shu En menanggapi dan membuat kedua orang itu menatap dirinya.

__ADS_1


Berbeda dengan Xue Jian yang tertawa, Xue Xiaoya langsung menatap Shu En kecewa dan kesal. Xue Xiaoya mengira Shu En akan menolak namun pemuda itu seperti tidak terlalu mempermasalahkannya.


“Hooh kau mempunyai mata yang bagus, anak muda. Lihat cucuku ini, dia sangat cantik bukan? Jika kau menikah dengannya, aku akan pensiun dengan tenang hahahaha!” ujar Xue Jian.


“Ternyata ini maksudmu ya Kakek? Aku kecewa!” Xue Xiaoya terlihat begitu emosi dan menghentakkan kakinya ke tanah.


“Tetapi aku pernah mengalami hal seperti ini beberapa saat lalu dan sekarang aku juga mengalaminya kembali...” Shu En mengingatkan Yang Yufeng yang meminta dirinya menikahi Yang Ruan, semua itu sama persis dengan kejadian yang dia alami sekarang.


“Apa maksudmu?” Xue Jian bertanya.


Lalu Shu En pun menceritakan kepada Xue Jian karena merasa semua ini akan menarik. Benar saja ekspresi Xue Jian tampak begitu terkejut saat mengetahui Shu En sudah memiliki dua calon istri yakni Tang Xia dan Yang Ruan.


Untuk Tang Xia sebenarnya gadis itu tidak menganggap Shu En serius bahkan Tang Xia hanya menganggap Shu En sebagai seorang adik, namun Shu En serius ingin menjalin hubungan dengan gadis itu lebih serius dan bukan hanya sekedar teman perjalanan.


“Ternyata kau sudah mempunyai dua calon istri...” Xue Jian memegang jenggot putihnya dan memejamkan matanya.


Xue Xiaoya berpikir jika Xue Jian akan kecewa dengan kebenaran ini, namun justru sebaliknya Xue Jian malah ikut tidak mempermasalahkannya.


“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Bukankah sudah menjadi hal yang lumrah seorang Kaisar, Bangsawan dan Kultivator hebat memiliki banyak istri.”


Seketika Xue Xiaoya langsung melepaskan hawa dingin yang sangat mencekam dan begitu kecewa. Gadis itu pun pergi meninggalkan Shu En dan Xue Jian yang saling berpandangan penuh pertanyaan.

__ADS_1


‘Sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan semua ini, tetapi sebagai lelaki yang memiliki mimpi dan ambisi, aku bisa melihat mana yang wanita yang pantas untukku dan mana yang bukan.’ Shu En membatin dan tersenyum sambil menatap kepergian Xue Xiaoya.


“Anak muda, ikutlah denganku. Setelah itu aku akan memutuskannya dan memberikan jawabanku.” Xue Jian pun mengajak Shu En untuk memasuki kediaman Klan Kuno Xue setelah perbincangan panjang itu.


__ADS_2