Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 34 - The Path Taken, Shu En.


__ADS_3

L.O.S.E 34 - The Path Taken, Shu En.


Bukan Shu En namanya juga ia tidak menginterogasi ketiga petinggi militer Kekaisaran Tang. Namun saat Shu En berniat mendekati ketiganya, ia merasakan aura mematikan yang begitu besar sebelum tubuh Panglima Fujun, Jendral Song Guan dan Jendral Lu Xuhen meledak.


Ledakan aura mematikan itu membuat Shu En terkapar ditanah. Beruntung Shu En bereaksi cepat dan membuat Shen Long melindunginya. Berkat itu juga Tang Xia, Yang Ruan dan yang lainnya selamat.


Ditengah situasi itu Shu En mengepalkan tangannya karena hampir saja kehilangan Tang Xia dan Yang Ruan. Berkat keegoisannya, Shu En belajar bahwa demi mengejar sesuatu dirinya harus mengorbankan sesuatu yang lainnya.


Sudah terlambat untuk menyesal. Realistis hanya bergerak maju dengan kejam. Tidak pernah Shu En sangka jika Hong Zi Ran akan berakhir dengan sangat menyedihkan dan tidak pernah ia duga ucapan Xing Rou hampir menjadi kenyataan.


Shu En pun memegang topeng iblis hitam yang ia kenakan. Detik itu juga Shu En berniat menuntaskan ambisinya untuk merenggut kebebasannya.


“Tidak ada gunanya menyalahkan kenyataan yang tidak berguna ini... Aku akan terus bergerak kedepan!”


Xing Rou yang menyadari ucapan Shu En pun berdiri dan berkata kepada pemuda tersebut.


“Kita salah memperhitungkan kemampuan musuh! Aku tidak menyangka mereka memiliki orang yang dapat menggunakan teleportasi!” ujar Xing Rou merasa bersalah atas apa yang menimpa Yang Ruan.


“Maafkan aku...” ucap Xing Rou.


”Tidak ada gunanya menyalahkan siapapun. Kau sudah menegurku saat itu! Aku tidak menyalahkanmu dan aku hanya menyalahkan diriku sendiri!” Shu En menatap Xing Rou lalu melihat Yang Ruan dan Tang Xia secara bergantian.


“Meningkatkan kekuatan bertempur juga akan meningkatkan keberhasilan tujuanku!”


Shu En pun telah membulatkan tekadnya. Pertempuran Xudong ini menjadi pukulan telak untuk Shu En karena meremehkan kekuatan militer Kekaisaran Tang begitu juga sebaliknya.


Pihak Kekaisaran Tang sendiri juga mengalami kekalahan telak dan menjadi waspada karena kehadiran sosok Shu En. Yang menjadi perhatian Shu En adalah ucapan Qiong Shan yang seolah-olah ada orang yang menyebarkan informasi tentang dirinya saat berada di Kekaisaran Zhang.


‘Apa sebenarnya yang terjadi di Kekaisaran Zhang berhubungan dengan di Benua Bulan Biru?’ Shu En membatin karena isi kepalanya dipenuhi oleh sejumlah pertanyaan.


Setelah kepergian Shu En dan yang lainnya dari daratan Xudong, sebuah cahaya berwarna emas muncul dan sebuah portal dimensi pun terlihat. Dari sana Qiong Shan dan Gao Lu Ma menampakkan dirinya kembali setelah kondisi Gao Lu Ma pulih.

__ADS_1


“Kemampuanmu ini sangatlah berguna, Qiong Shan. Jika bukan karena dirimu mungkin aku tidak dapat menculik gadis lemah itu dan menyiksa gadis bertopeng iblis putih.” Gao Lu Ma berkata sambil menggerakkan tangan kanannya.


Selama satu hari penuh Qiong Shan membawa Gao Lu Ma ke dunia dimensi untuk menyembuhkan rekannya itu. Berkat kemampuan istimewa Qiong Shan, nyawa keduanya selamat dan tidak terlibat lebih jauh dengan Shu En.


“Kita salah memperhitungkan kekuatan tempur musuh! Aku tidak harus berkata apa kepada Tang Lang karena ketiga bawahannya telah mati!” Sementara itu Qiong Shan terlihat sedang berpikir keras.


Setelah memeriksa keadaan di daratan Xudong, barulah Qiong Shan mengajak Gao Lu Ma untuk kembali ke Kekaisaran Tang.


Keduanya melakukan perjalanan yang tidak terduga karena mengetahui Shu En akan menjadi ancaman mengerikan bagi Jalan Naga Hitam.


Disisi lain Shu En meminta Phoenix Api Zhuan untuk menyembuhkan Tang Xia dan Yang Ruan. Tentunya bukan hanya kedua gadis itu saja, melainkan semua orang yang selamat di pertempuran Xudong disembuhkan menggunakan api Phoenix.


Untuk menuntaskan ambisinya, Shu En paham dirinya akan terlibat lebih jauh dengan banyak orang. Awalnya Shu En dan Tang Xia berniat memanfaatkan kondisi Yang Ruan, namun keterbukaan dan ketulusan gadis itu membuat keduanya terlibat dalam konflik ini.


Malam itu setelah Tang Xia sembuh, Shu En berbicara kepada Tang Xia mengenai tujuannya dan Tang Xia mendukung jalan yang diambil oleh Shu En.


“Kakak Xia, setelah semua ini aku menyadari satu hal. Aku masih merasakan rasa takut akan akan kehilangan. Aku berniat menciptakan sebuah kelompok dari orang-orang yang memiliki nadi istimewa seperti Xu Kai dan Liu Bai. Namun aku menyadari jika keduanya dapat menghilang begitu juga dengan orang-orang yang akan kutemui.”


“Adik Shu, kau harus mengetahui satu hal jika semua orang disini tidak ada yang menyalahkan dirimu. Semua orang berharap padamu dan menunggu langkahmu. Kau harus menerima fakta itu.” Tang Xia memberitahu.


“Tidak, jika mereka berharap padaku itu artinya mereka sudah menyerah. Untuk mencapai sebuah ambisi kita harus tidak berharap pada apapun.” Shu En mengelak.


“Kau juga yang memberi harapan kepada Xu Kai, Liu Bai, Zhao Tian dan yang lainnya. Bahkan kau membuat Adik Ruan berharap. Kau seorang lelaki Adik Shu, setelah mengucapkan sebuah sumpah kau harus menepatinya.” Tang Xia mengingatkan.


Shu En tidak menjawab dan menggaruk kepalanya. Cukup lama Shu En terdiam sebelum akhirnya ia meninggalkan ruangan kamar Tang Xia tanpa jawaban.


“Aku tidak menyangka kau berkembang jauh pesat diatasku Adik Shu. Ternyata kau selalu menahan diri untuk melawanku. Kuharap suatu hari ini aku ingin bertarung dengan sosokmu yang sebenarnya itu.” Tang Xia meratapi kepergian Shu En dan memejamkan matanya.


Sementara itu Shu En menemui Yang Ruan yang sedang berbincang dengan Xu Kai, Liu Bai dan Xing Zhou. Melihat Yang Ruan terbaring lemah dan dijaga ketiga orang tersebut membuat Shu En merasa bersalah.


“Bagaimana keadaanmu?” tanya Shu En kepada Yang Ruan.

__ADS_1


Yang Ruan tersenyum lembut dan menatap wajah Shu En yang terlihat tidak cerah seperti biasa.


“Kondisiku mulai membaik berkat dirimu. Apa kau sedang memikirkan sesuatu? Keningmu ada kerutannya,” ujar Yang Ruan.


Shu En tersenyum tipis karena Yang Ruan benar-benar perhatian pada dirinya.


“Ada yang ingin kubicarakan denganmu. Ini mengenai amanah yang diberikan Kakek Yang padaku,” ucap Shu En serius.


Deg!!!


Jantung Yang Ruan berdetak kencang karena tiba-tiba melihat ekspresi serius Shu En. Wajahnya memerah dan membuat ketiga orang yang menjaganya saling memandang satu sama lain.


“Sebaiknya kita memberi waktu bagi mereka berdua untuk berbicara,” ajak Xing Zhuo kepada Xu Kai dan Liu Bai.


“Tidak, Kakek Xing. Kalian bertiga harus mendengarkan ini.” Namun Shu En mencegah.


“Kalian harus mendengarnya dan menjadi saksi bisu atas ucapanmu.”


Setelah itu Shu En menjelaskan amanah Yang Yufeng yang memintanya melindungi Yang Ruan dan menjadi pendamping hidupnya. Sumpah yang dilakukan Shu En waktu itu membuat Xing Zhou, Xu Kai dan Liu Bai menahan nafas.


Xing Zhou menyadari umur Shu En yang baru enam belas tahun, namun kemampuannya itu benar-benar layak dijuluki seorang monster mengerikan.


“Aku akan menikahi Kakak Xia dan Ruan setelah mengambil alih apa yang menjadi milikku.”


Shu En melanjutkan rencananya dan disana ada ketiga saksi bisu kehidupan Shu En. Awal dari semuanya baru saja dimulai.


____


ARC 1 - Fall To Rise End


Next Arc 2 - Blue Moon War

__ADS_1


__ADS_2