Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 28 - Jiehan


__ADS_3

L.O.S.E 28 - Jiehan


ARC 1 - Fall To Rise


Shu En mengerjapkan mata beberapa kali setelah memasuki portal teleportasi. Entah cahaya yang teramat terang atau pengaruh dari tekniknya, Shu En tidak dapat melihat apapun dan saat tersadar ia menemukan dirinya disekitar hutan yang ada di Ibukota Kekaisaran Zhang yang baru yakni Jiehan.


Saat ini Shu En menyadari bahwa dia berada di wilayah selatan Kekaisaran Zhang yang merupakan kekuasaan keluarga bangsawan Jie. Melihat gemerlapnya dan kemegahan Ibukota Jiehan membuat Shu En mengepalkan tangannya.


Semua pengorbanan itu merenggut orang-orang penting dalam hidupnya enam tahun yang lalu. Shu En pun langsung melepaskan aura tubuh dalam jumlah besar kearah Ibukota Jiehan untuk mendeteksi hawa keberadaan kultivator.


Namun setelah ia melepaskan aura tubuhnya, Shu En menyadari perkataan Xing Rou. Semua ini membuat Shu En kembali bersikap tenang saat ia hampir kehilangan kendali atas dirinya sendiri.


“Aku sudah mendengar dari Baihu jika sekarang Jie Hung membunuh kepala keluarga Jie sebelumnya untuk semua ini!” Shu En tersenyum dingin saat mengatakan itu.


Lalu Shu En pun mengenakan sebuah topeng iblis berwarna hitam. Dengan langkah yang dipenuhi ambisi, Shu En pun menapakkan kakinya di Ibukota Jiehan. Disana Shu En benar-benar menghilangkan hawa keberadaannya dan dapat mengelabui para penjaga.


Hal yang pertama Shu En lakukan adalah mencari bangunan paling tinggi dan memperhatikan sekitarnya dari atas sana. Kehidupan di Ibukota Jiehan bisa dibilang makmur, namun Shu En mengetahui jika penduduk di wilayah lain tidak semakmur ini.


Dari informasi yang dibawa Baihu, Shu En mengetahui jika Hong Zi Ran dikurung di kediaman Bangsawan Jie. Kediaman istimewa itu merupakan tempat peristirahatan tiga kultivator dari Kalajengking Hitam.


Sedangkan untuk beberapa hari kedepan Jie Hung sudah menjalankan rencananya selama beberapa tahun ini dengan sangat matang. Tinggal menunggu waktu sampai Zhang Xue mendatangi dirinya karena beberapa orang kesayangannya kembali menjadi sandera.


Karena sudah berada di Ibukota Jiehan, Shu En pun berniat menghabisi Jie Hung ataupun orang-orang yang memiliki masalah dengannya.


Saat Shu En menajamkan matanya dan mengamati area disekitar bangunan yang terlihat seperti penginapan, ia menemukan keributan disana.


Shu En melihat seorang wanita dengan tubuh yang terluka mencoba melarikan diri. Tidak jauh dari wanita yang terluka itu terlihat wanita yang mencoba menghentikan pengepungan tersebut.


Shu En pun mengalihkan pandangannya dan tidak menunjukkan kepeduliannya, namun saat ia menajamkan indera pendengarannya Shu En pun sedikit terkejut saat mendengar percakapan mereka dibawah sana.


Akhirnya Shu En pun bergegas untuk mengamati situasi yang terjadi dan memastikan kebenarannya.


“Kalian tidak akan dapat menodaiku sedikitpun! Aku tidak akan membiarkan pria manapun menyentuhku!” teriak wanita dengan tubuh yang terluka.


“Kau pikir dirimu masih dapat mengatakan itu setelah ini, Matriark Istana Rembulan, Chu Yui?!” ujar pria yang merupakan Patriark dari Sekte Seribu Pedang, Wang Guo.


“Apa kalian yakin ingin melakukan itu, Senior Wang?! Bukankah kalian diperintahkan untuk menjaga kami dan bukan sebaliknya?!” Wanita dengan tubuh diikat rantai berkata dengan nada mengingatkan.


Pria paruh baya bernama Wang Guo berdecak kesal dan menatap wanita dengan tubuh diikat rantai.

__ADS_1


“Saat ini aku harus bersabar! Tetapi malam ini Yuan Fan berniat memberikan Hong Zi Ran kepadaku! Aku sudah sangat lama penasaran dengan kecantikannya!”


Akhirnya Wang Guo bersama anggota Sekte Seribu Pedang berhasil menangkap kembali Chu Yui begitu juga Matriark Rumah Walet Emas bernama Su Rong.


Wajah Chu Yui terlihat dipenuhi dendam sedangkan Su Rong masih bersikap tenang dan mengamati keadaan. Saat Wang Guo dan rombongannya bergerak menuju kediaman bangsawan Jie, Shu En langsung mencegat mereka dan melepaskan sebuah Teleportasi Dewa Malam yang langsung membawa semuanya dengan paksa keluar Ibukota Jiehan.


Kini Shu En bersama Wang Guo dan yang lainnya berada di sebuah hutan yang ada disekitar Ibukota Jiehan, tempat dimana Shu En datang.


“Apa ini?! Kenapa tiba-tiba kita berpindah tempat?!”


“Kenapa kita ada diluar Ibukota Jiehan?!”


Para kultivator Sekte Seribu Pedang nampak kebingungan saat menemukan mereka diluar Ibukota Jiehan, sedangkan Wang Guo langsung menyadari sosok pemuda bertopeng iblis hitam dihadapan mereka.


“Jangan turunkan kewaspadaan kalian! Lihat kedepan dan jangan lengah sedikitpun!” Wang Guo berseru.


Seketika kultivator Sekte Seribu Pedang menyadari keberadaan Shu En yang memperhatikan mereka.


“Siapa dia?!”


“Apa dia orang yang melakukan semua ini?!”


‘Kemampuannya sangat aneh! Aku baru pertama kali melihat ada orang yang dapat berpindah tempat dan melakukan teleportasi seperti ini!’ Su Rong membatin dan mengamati Shu En dengan seksama.


Wajah Shu En yang tertutup topeng pun membuat Su Rong kesulitan mengetahui kultivasi Shu En yang sebenarnya.


‘Kemampuan ini...’ Sementara itu Chu Yui berpikir dengan kemampuan Shu En yang berpindah tempat dapat menyelamatkan Hong Zi Ran.


‘Tetapi sepertinya dia bukan orang yang bisa diajak kerjasama! Terlebih dia adalah seorang pria!’ ucap Chu Yui dalam hati.


Lalu beberapa detik setelahnya Shu En pun berbicara kepada Wang Guo.


“Namamu Wang Guo bukan? Jadi kau ingin mati dengan kepala terpotong atau perut yang berlubang?”


Pertanyaan ini membuat Wang Guo mengerutkan keningnya dan tidak langsung menjawab. Aura pekat yang keluar dari tubuh Shu En dan intimidasi mengerikan itu membuat Wang Guo menyadari seberapa yakin dan seberapa kuat Shu En untuk melakukannya.


“Tuan, pertama perkenalkan dirimu. Sepertinya kita tidak memiliki masalah sedikitpun. Jadi tidak ada gunanya kau mencari masalah denganku.” Wang Guo berkata dengan hati-hati dan tidak ingin mengacaukan suasana hati Shu En.


“Tuan Wang Guo, apa yang anda takutkan?! Kita menang jumlah dan dia hanya sendirian!” ucap salah satu kultivator Sekte Seribu Pedang yang kultivasinya berada pada tahap Alam Bumi.

__ADS_1


“Kita tangkap dan interogasi dia, Tuan Wang Guo! Aku yakin Tuan Fan dan yang lainnya akan senang!” ujar yang lainnya.


“Bodoh-” Belum sempat Wang Guo menyelesaikan ucapannya, ia melihat Shu En sudah menghilang dari hadapan mereka dan berdiri disamping dirinya.


‘Tidak mungkin dia bergerak secepat kilat! Bahkan aku tidak dapat melihat apa yang dia lakukan!’ Wang Guo menelan ludah dengan keringat dingin diwajahnya saat melihat semua bawahannya telah mati dengan kepala terpotong ditangan Shu En.


Terlihat Shu En mengibaskan pedangnya dan langsung menatap Wang Guo dengan dingin dari balik topengnya.


“Sepertinya tidak ada yang perlu dibicarakan lagi! Aku akan memastikannya sendiri!” Shu En berkata dengan nada dingin sambil menghunuskan pedangnya pada perut Wang Guo.


“Argh!!!”


Wang Guo mengerang kesakitan dan tidak menunjukkan perlawanan yang berarti saat Shu En membuat perutnya berlubang. Bahkan saat Wang Guo berteriak kesakitan, Shu En langsung menggunakan tekniknya untuk melihat ingatan Wang Guo.


“Kalian telah melakukan kesalahan besar karena berurusan denganku! Malam ini aku akan memberikan peringatan pada kalian karena telah mencari masalahku dimasa lalu!” ujar Shu En kepada Wang Guo.


Wang Guo menyadari bahwa Shu En sedang menggunakan teknik yang dapat melihat ingatannya. Rasa sakit yang mendera tubuhnya dan keputusasaan membuat Wang Guo mati saat itu juga.


Setelah itu Shu En melempar tubuh Wang Guo diatas tumpukan kultivator Sekte Seribu Pedang yang dia bunuh, lalu dengan menggunakan kekuatan Feifei, Shu En membekukan semua orang yang baru dia bunuh.


Melihat aksi Shu En barusan membuat jantung Chu Yui dan Su Rong berdetak kencang karena ketakutan. Keduanya membeku saat melihat Shu En membekukan mayat Wang Guo dan yang lainnya lalu menghancurkannya begitu saja.


“Kalian berdua sudah bebas! Pergilah!” ujar Shu En kepada Chu Yui dan Su Rong.


“Eh?” Chu Yui masih terkejut dan menatap Shu En yang melenyapkan pedangnya.


“Tunggu! Kumohon sebutkan namamu! Aku ingin meminta tolong padamu!” ujar Chu Yui kepada Shu En.


Namun Shu En hanya menatap Chu Yui dan tidak menjawab perkataannya. Sedetik kemudian tubuh Shu En menghilang dari pandangan keduanya begitu juga hawa keberadaannya.


“Dia pergi, Yui. Sebaiknya kita ikuti perkataannya karena semua anggota Kalajengking Hitam sudah berkumpul di Ibukota Jiehan. Selain itu kau harus memberitahu Xuexue tentang ini.” Su Rong mengingatkan.


“Rongrong, apa kau akan menelantarkan Ranran begitu saja?! Aku sudah kehilangan Kakak Shui! Jika sampai kehilangan Ranran, aku tidak akan bisa menjalani hidup dengan bangga!” Chu Yui meneteskan air matanya menyadari ketidakberdayaan dirinya.


Su Rong pun menghela nafas dan memegang punggung Chu Yui lalu mengelusnya pelan.


“Aku akan membantumu. Tidak perlu menangis, aku juga merasakan hal yang sama denganmu.”


Lalu keduanya pun kembali ke Ibukota Jiehan dan mengabaikan perkataan Shu En. Tanpa Chu Yui, Su Rong dan Shu En sadari, ketiganya memiliki hubungan karena Ling Shui.

__ADS_1


Hari yang direncanakan Jie Hung untuk mempertemukan Zhang Xue dengan Kaisar Jia akan berantakan malam ini karena kedatangan Shu En. Awal dari pembalasan Shu En pun baru saja dimulai.


__ADS_2