Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 8 - Loser‘s Awakening


__ADS_3

L.O.S.E 8 - Loser's Awakening


ARC 1 - Fall To Rise


Kabar mengenai runtuhnya pemerintahan Zhang Xue menyebar dengan cepat. Benteng Angin Utara pun ditaklukkan setelah pasukan pemerintah Jie Hung datang untuk menyerang. Semua penduduk yang ada di kediaman Chi diungsikan ke Kekaisaran Yin, sedangkan pendekar dari Sekte Matahari Suci bertarung hingga titik darah penghabisan untuk mempertahankan wilayah mereka.


Chi Zhoufan dengan berat hati menatap kepergian Shu En bersama Chi Yue, Chi Yuan, Guang Yu dan kultivator muda lainnya.


Pertempuran dahsyat itu dikenal dengan Pertempuran Angin Utara dan dimenangkan oleh Jie Hung dan aliansinya. Dengan menaklukkan Benteng Angin Utara maka Jie Hung berhasil menghancurkan Bangsawan Chi dan Sekte Matahari Suci.


Ditengah-tengah eksekusi publik untuk Chi Zhoufan, Jendral Chi Huangshan dan para Tetua Sekte Matahari Suci yang akan dipertontonkan, Shu En muncul dan tertangkap oleh Jendral Wang Zhi.


“Bocah ini tidak bisa berkultivasi! Dia adalah adik angkat Ratu Zhang bukan?!” Jendral Wang Zhi melempar tubuh Shu En dihadapan Chi Zhoufan yang tubuhnya disalib.


Jie Hung menatap Shu En yang dipenuhi luka memar. Pria itu tersenyum menyeringai dan berniat menjadikan Shu En sebagai tawanan agar Zhang Xue mau kembali.


”Kau! Aku tidak akan mengampunimu! Aku akan membunuh kalian semua!” teriak Shu En penuh kebencian karena mengetahui orang-orang yang disekeliling Jie Hung telah menghancurkan Zhang Xue.


“Bocah tengik ini! Sadari posisimu bocah!” Jie Hung menendang wajah Shu En dan menginjaknya.


Chi Zhoufan yang sudah tidak memiliki tenaga untuk melawan terkejut melihat Shu En disiksa oleh Jie Hung dan Wang Zhi.


“Kalian benar-benar terkutuk! Kalian menyiksa anak kecil dan membuatnya menderita!”


Mendengar Chi Zhoufan masih bisa bersuara, Jie Hung pun memberikan perintah pada pasukannya untuk membunuh Chi Zhoufan.


“En‘er, kenapa kau ada disini? Bukankah kau kusuruh untuk pergi bersama Yuan‘er dan yang lain?” tanya Chi Zhoufan sambil berusaha menggerakkan tubuhnya yang disalib.

__ADS_1


Shu En meneteskan air matanya melihat Chi Zhoufan dan yang lainnya disiksa sedemikian rupa.


“Aku melarikan diri! Aku ingin menyelamatkan kalian! Kenapa aku sangat lemah?! Kenapa aku seperti ini?!”


Shu En menjerit penuh putus asa karena menyadari ketidakberdayaan dirinya. Bahkan sekarang Shu En masih disiksa oleh Jie Hung yang terus memukuli wajah dan perutnya.


“Lihat! Perhatikan baik-baik bagaimana mereka mati!” ujar Jie Hung sambil menjambak rambut Shu En.


Mata Shu En menatap bagaimana Huang Liao dibunuh dengan ratusan panah api yang dipenuhi Qi disekujur tubuhnya. Lalu disusul dengan kematian Huo An yang ditusuk dengan puluhan tombak disekujur tubuhnya.


“Hentikan! Apa kalian tidak memiliki belas kasih sedikitpun?!” teriak Shu En saat melihat para Tetua Sekte Matahari Suci dibunuh satu per satu.


“Hahahaha! Belas kasih katamu?! Aku memberikan belas kasih hanya untuk wanita, bocah bodoh!” Jie Hung berteriak lantang dan menghantamkan kepala Shu En ke tanah.


“Oh, aku baru ingat. Aku juga memberikan belas kasih kepada Bibi Hong mu itu.”


Namun semua yang dilakukan Shu En percuma. Ia hanya bisa menahan siksaan dan melihat bagaimana para Tetua Sekte Matahari Suci terbunuh.


Saat giliran Jendral Chi Huangshan, Chi Zhoufan dan Guang Zhou, Shu En memberontak dan mencoba menghentikan Jie Hung.


“Bocah! Kau jangan melawan! Apa kau bosan untuk hidup hah?!” Jie Hung membanting tubuh Shu En ke tanah dengan keras dan membuat bocah itu mengeluarkan darah dalam jumlah dari dalam mulutnya.


Shu En dengan tatapan mata yang melemah melihat Wang Zhi hendak memenggal kepala Jendral Chi Huangshan, tanpa sadar Shu En berteriak dengan sangat keras.


“Aku akan membunuh kalian!”


Wusshh!!!

__ADS_1


Hembusan angin menghempaskan tubuh Wang Zhi begitu juga dengan Jie Hung. Fenomena aneh ini terjadi selama beberapa detik sebelum energi spiritual yang mengerikan keluar dari tubuh Shu En.


“Apa yang terjadi?!” Wang Zhi menjadi waspada karena untuk sesaat merasakan tubuhnya dicengkeram oleh sesuatu.


Sementara itu Jie Hung memperhatikan Shu En yang meronta di tanah dan secara perlahan bocah itu bangkit berdiri dipenuhi aura berwarna hitam pekat.


“Apa semua ini ulah bocah sampah itu?!” Jie Hung bertanya-tanya.


Tanpa Shu En sadari kini tubuhnya dipenuhi aura berwarna hitam pekat. Aura hitam pekat itu berkobar dan membentuk sebuah jubah yang membungkus tubuhnya.


Setelah beberapa saat aura hitam pekat itu menghilang dan berganti dengan sebuah portal yang memindahkan tubuh Jie Hung bersama pasukannya.


“Apa yang terjadi dengan tubuhku?” Shu En menggumam dan merasakan keanehan yang terjadi pada tubuhnya.


Deg!!!


Namun tiba-tiba jantungnya terasa begitu sakit dan saat itu Shu En melihat ada sebuah tanda matahari berwarna merah didadanya.


Segel yang dibentuk oleh mendiang kedua orang tua Shu En terlepas dan kini bocah itu dipenuhi Qi yang sangat pekat. Bahkan aroma yang pekat itu menarik perhatian sosok dari dunia lain dan mengundang Shu En untuk memasukinya.


“Anak manusia! Akhirnya kau terbangun juga! Selamatkan aku dan kau akan mendapatkan segalanya!”


Sebuah suara bergema ditelinga Shu En bersamaan dengan sebuah lingkaran berwarna putih dengan aksara kuno yang mengelilingi tubuhnya.


Shu En masih dalam keadaan kebingungan dan mengalihkan perhatiannya menatap Chi Zhoufan, Jendral Chi Huangshan dan Guang Zhou yang tidak sadarkan diri.


Namun sebelum Shu En menyelamatkan ketiganya, tubuhnya lenyap ditelan lingkaran berwarna putih yang misterius itu. Hawa keberadaan Shu En saat itu benar-benar telah lenyap dari dunia ini.

__ADS_1


Saat Chi Zhoufan, Jendral Chi Huangshan dan Guang Zhou terbangun, ketiganya terkejut karena melihat Jie Hung dan aliansinya sudah tidak ada. Ketiganya berhasil bertahan hidup dan mencoba mencari keberadaan Shu En namun bocah itu tidak ditemukan di manapun.


__ADS_2