
...L.O.S.E 49 - Ancient Clan, Xue....
Kediaman Klan Kuno Xue, Pegunungan Seribu Es.
Terlihat disana nampak sejumlah kultivator yang kultivasinya berada pada tahap Alam Bumi sedang berjaga. Sementara itu sosok pria sepuh yang merupakan sosok Penatua Klan Kuno Xue sedang menguburkan seorang mayat pria yang kedua tangannya terpotong.
“Aku tidak menyangka Gunung Menangis akan berakhir demikian. Beristirahatlah dengan tenang, Saudara Lan...” Pria sepuh itu pun menguburkan mayat pria tersebut yang merupakan mantan Patriark Gunung Menangis.
Pembantaian yang terjadi di Gunung Menangis adalah ulah Long Wang yang sengaja memberikan darahnya secara paksa kepada kultivator disana. Saat kekacauan tidak dapat dihindari, dalam kondisi kebingungan banyak kultivator yang saling membunuh dan penduduk tidak bersalah mati.
Mengetahui apa yang menimpa Gunung Menangis juga akan terjadi Pegunungan Seribu Es, pria sepuh bernama Xue Jian memberikan perintah pada semua anggota Klan Kuno Xue untuk tidak menurunkan kewaspadaannya saat berjaga.
Saat ini Klan Kuno Xue sedang berduka atas kematian Patriark Gunung Menangis dan sosok Patriark Klan Kuno Xue yang telah meninggal. Anak semata wayang Xue Jian yang bernama Xue Han meninggal karena Racun Iblis Es, bahkan anak terakhir Xue Han juga terkena racun mematikan tersebut.
“Aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi lagi! Aku harus menemukan penawarnya!” ujar Xue Jian saat menyadari betapa kacaunya situasi di Pegunungan Seribu Es.
Sejumlah penduduk Pegunungan Seribu Es juga terkena Racun Iblis Es dan membuat sebagian tubuh mereka membeku. Saat terkena sinar matahari bagian tubuh mereka akan mencair dan ikut hancur, hal inilah yang membuat banyak orang di Pegunungan Seribu Es meninggal dalam waktu yang singkat.
Semua orang yang terkena Racun Iblis Es hanya bisa beraktivitas pada malam hari saja. Tinggal menunggu waktu sampai mereka semua berubah menjadi sosok Iblis seperti yang diharapkan oleh Long Wang.
Saat Xue Jian sedang melihat kondisi cucunya yang kedua, ia mendengar suara dentuman yang keras. Kemudian Xue Jian pun pergi menuju gerbang kediaman Klan.
Disana banyak kultivator berkumpul menyaksikan badai es yang tercipta jauh disana serta suara pertarungan yang menggema.
“Penatua, sepertinya ada pertarungan yang terjadi disana? Apa kita harus memeriksanya?” ujar salah kultivator yang berjaga.
“Tunggu kita harus mengamati situasi ini lebih jauh! Akan berbahaya jika kita memeriksanya!” Xue Jian merasakan aura yang tidak wajar dari arah pertarungan yang dimaksud.
‘Aura pertarungan ini melebihi kemampuanku! Siapa orang yang bertarung melawan Iblis jahanam itu?!’ Xue Jian menjadi penasaran dengan orang yang berani bertarung melawan Long Wang.
“Penatua, Penatua! Nona Xue menghilang! Nona Xue Xiaoya menghilang!” Salah satu kultivator memberitahu Xue Jian dan itu membuat wajahnya pucat.
“Yaya! Apa yang kau pikirkan?!” Xue Jian mengepalkan tangannya dan menyadari bahwa cucu pertamanya itu melakukan tindakan tak terduga dan mengorbankan dirinya.
“Tubuh Yin milikmu itu sangat berharga! Kau jangan terpengaruh ancaman Iblis laknat itu!” Xue Jian yang dipenuhi kemarahan pun memerintahkan semua kultivator yang kultivasinya berada di tahap Alam Bumi untuk mengikuti dirinya mencari Xue Xiaoya.
Diwaktu yang bersamaan gadis berumur dua puluh tahun yang tidak lain adalah Xue Xiaoya berlari menapaki tanah yang bersalju. Xue Xiaoya mengingat ancaman Long Wang yang berniat membinasakan semua orang di Klan Kuno Xue jika dirinya tidak mau menyerahkan diri padanya.
__ADS_1
Setelah melihat kematian Ayahnya dan juga penduduk disana, hari Xue Xiaoya pun terguncang dan tidak memiliki pilihan lain selain tenggelam dalam keputusasaan. Koma yang dialami adiknya yang bernama Xue Fen itu membuat Xue Xiaoya mengambil keputusan ini.
‘Apa yang terjadi kaki pegunungan? Sepertinya ada orang yang sedang bertarung disana?’ Xue Xiaoya membatin dan mengamati dari kejauhan sebelum menuruni pegunungan.
Akhirnya Xue Xiaoya pun berdiri didepan sebuah pintu masuk Pegunungan Seribu Es yang dipenuhi ilusi. Kedatangan Xue Xiaoya pun membuat sosok yang melindungi pegunungan tersebut menampakkan dirinya.
Sosok Hewan Buas Dewa yang mampu menciptakan segel dan ilusi tingkat tinggi itu memiliki wujud Naga Es. Menyadari pemilik Tubuh Yin akan mengorbankan dirinya, Naga Es itu pun menghentikannya.
“Tuan Putri Xue, aku tidak bisa membiarkanmu melangkah lebih jauh! Jika kau jatuh ketangan musuh maka semuanya akan menjadi lebih kacau dari ini!” ujar Naga Es tersebut.
“Kau tidak memiliki hak untuk menghadangku!” Xue Xiaoya menatap tajam Naga Es tersebut sebelum mengeluarkan aura tubuhnya yang begitu dingin.
“Minggir dan beri jalan untukku!” Xue Xiaoya memberikan perintah.
Mengingat Xue Xiaoya pemilik Tubuh Yin yang telah menjinakkan Naga Es selama ribuan tahun dari generasi sebelumnya, Naga Es pun tidak berkutik saat Xue Xiaoya mengeluarkan aura tubuhnya dan memberikan perintah pada dirinya.
Kehendak Xue Xiaoya tidak dapat dilawan Naga Es dan itu membuat Xue Xiaoya dapat melangkahkan kakinya melewati sebuah segel kubah yang menciptakan ilusi.
“Jika ada orang-orang yang mengejarku, kau harus menghadang mereka! Itu perintah dariku dan kau jangan melanggarnya!”
“Tuan Putri Xue! Tidak! Kau tidak boleh pergi!”
Akhirnya Naga Es itu pun menghentikan pergerakan Xue Jian dan yang lainnya. Hal ini membuat Xue Jian murka, namun karena kemampuan Naga Es yang melebihi dirinya, Xue Jian pun kesulitan melawannya.
“Apa yang kau lakukan, Penjaga Pegunungan Seribu Es? Kenapa kau menghalangi kami?” ujar Xue Jian sambil menatap Naga Es yang menghentikan langkah mereka untuk mengejar Xue Xiaoya.
“Aku tidak dapat melawan perintah Tuan Putri Xue! Jangan salahkan aku!”
Pertarungan yang tidak diinginkan pun terjadi, sedangkan Xue Xiaoya sudah begitu jauh dari lokasi pertarungan dan akhirnya melihat bayangan Long Wang yang sudah mendekat padanya.
“Aku tidak menyangka kau mendatangi diriku, pemilik Tubuh Yin!” ujar Long Wang setelah berhasil menipu Shu En dan meledakan tubuhnya.
“Sesuai perjanjian aku telah datang menemuimu! Sekarang lepaskan semua kutukan racun mematikan itu! Aku akan mengikutimu dan memberikan tubuhku!” ujar Xue Xiaoya dengan hati yang terluka.
Perasaan Xue Xiaoya seperti diinjak-injak karena menyadari betapa lemah dan putus asa dirinya. Hal ini tentu membuat Long Wang tertawa lebar karena pemilik Tubuh Yin dengan sukarela memberikan tubuhnya yang istimewa.
“Aku tidak bisa memberikan dirimu pada beliau ataupun orang lain! Aku akan mengambil semuanya sendiri!” Long Wang pun berjalan mendekati Xue Xiaoya dan berniat melumpuhkan titik meridian gadis tersebut.
__ADS_1
Dengan gerakan yang sangat cepat Long Wang menotok dada dan perut Xue Xiaoya. Lalu tertawa sinis saat melihat gadis dihadapannya itu memuntahkan darah segar dalam jumlah yang banyak.
Long Wang meminum darah segar yang keluar dari mulut Xue Xiaoya dan merasakan aliran aura dalam tubuhnya seperti ingin meledak.
“Kau! Apa yang kau lakukan?!” Xue Xiaoya menatap tajam Long Wang dan memegang perutnya yang terasa sakit.
“Aku baru saja melumpuhkan titik meridianmu. Sekarang kau tidak lebih seperti wanita biasa yang hanya kugunakan sebagai peningkat kultivasiku.” Setelah memberitahu Xue Xiaoya, Long Wang juga memberitahu kebenaran tentang Racun Iblis Es.
“Racun itu akan membuat mereka mati dalam satu minggu jika tidak mampu menahan darahku yang tercampur disana. Tidak ada cara untuk menciptakan sebuah ramuan yang dapat menyembuhkan Racun Iblis Es.”
Mendengar kebenaran ini, tubuh Xue Xiaoya mendadak lemas. Xue Xiaoya dengan sangat putus asa hanya bisa pasrah saat tangan Long Wang mencekik lehernya dan berniat melukai dirinya.
“Aku akan menghisap darahmu sedikit saja, pemilik Tubuh Yin. Setelah itu kau akan menerima takdirmu sebagai penyempurna kultivasiku.” Mulut Long Wang terbuka lebar memperlihatkan gigi taringnya dan membenamkan kepalanya dileher Xue Xiaoya.
‘Tidak! Aku tidak ingin semua ini terjadi!’ Xue Xiaoya menjerit dalam hatinya saat merasakan dinginnya gigi Long Wang.
Wuuussshhh!!!
Tiba-tiba telinga Long Wang bergetar saat merasakan aura mematikan mendekat. Sebuah tebasan pedang yang mengarah pada dirinya ini membuat Long Wang mendorong tubuh Xue Xiaoya dan menghindar.
“Kau masih hidup rupanya, bocah Shu?!” ujar Long Wang tidak menduga.
“Iblis Melahap Langit!”
Serangan dari Shu En itu berhasil membelah setengah badan Long Wang walaupun pria itu berhasil menghindar.
“Aku sempat terkejut dengan serangan rahasiamu itu, tetapi itu belumlah cukup untuk membunuhku!”
Shu En berniat memotong kembali tubuh Long Wang, namun ia kembali melihat hal yang mustahil terjadi. Tubuh Long Wang tiba-tiba hancur berubah menjadi darah yang berceceran diatas tanah bersalju.
Lalu beberapa detik kemudian Shu En melihat gumpalan darah itu membentuk tubuh Long Wang dan langsung menyerang dirinya.
“Aku akan menghentikan waktu dan membawa pemilik Tubuh Yin!” ujar Long Wang dengan seringai yang lebar.
“Shen Long! Zhuan!” ujar Shu En sebelum Long Wang menghentikan waktu.
Saat Shu En tersadar, ia menemukan Long Wang yang menghancurkan tubuh bayangannya, sedangkan Xue Xiaoya dibawah Zhuan menjauh dari lokasi pertarungan.
__ADS_1
“Sampai kapan kau menggunakan teknik yang menghabiskan banyak energi spiritual itu? Mari kita lihat seberapa jauh kau bertahan, bocah Shu?!”
Aura disekitar Long Wang pun berubah menjadi mencekam setelah Shu En berhasil membawa pemilik Tubuh Yin menjauh.