
L.O.S.E 23 - Unexpected Flow
ARC 1 - Fall To Rise
Aura yang dilepaskan Shu En jelas untuk memprovokasi Zhao Tian keluar. Situasi yang di Xudong belum terlalu parah dibandingkan Liuwu, namun tetap saja hal yang dilakukan Pagoda Tujuh Warna tidak bisa dimaafkan.
“Sepertinya orang yang bekerja dibawah perintah Ratu Yang sudah datang!” Sosok pria berbadan kekar yang sedang duduk diatas bangunan tersenyum.
“Mereka tidak mengetahui jika Xudong adalah sebuah pengalihan setelah kalian membasmi para pejabat kekaisaran!” Pria itu pun turun dari atas bangunan dan bergerak dengan kecepatan tinggi menuju gerbang kota.
“Semuanya merapat ke gerbang! Kita kedatangan tamu tak diundang!” ujar pria yang tidak lain adalah Zhao Tian.
Kedatangan Zhao Tian bersama pasukannya pun disambut Shu En dan Liu Bai yang langsung menyerang mereka. Para bawahan Zhao Tian langsung menarik senjata mereka dan mengelilingi Shu En bersama Liu Bai.
“Dua pengawal Ratu Yang?! Jadi kalian berdua dalang dibalik semua ini?!”
“Sepertinya keberuntungan kalian berakhir di Xudong!”
Semua bawahan Zhao Tian pun mulai melancarkan serangan dengan menggunakan sebuah formasi. Hal ini membuat Shu En mencari celah untuk Xu Kai agar bisa berhadapan dengan Zhao Tian.
“Tuan Shu, aku akan membantu!”
Liu Bai melepaskan sebuah aura berwarna hitam dan aura itu membentuk sebuah tangan yang berjumlah puluhan. Dengan menggunakan serangan itu, Liu Bai berhasil menahan beberapa gerakan kultivator Pagoda Tujuh Warna sambil memegang bagian badan mereka.
“Kemampuanmu lebih berguna daripada ini! Kau masih bisa berkembang lebih baik lagi, Liu Bai!” Shu En memuji Liu Bai yang mulai dapat mengendalikan kemampuannya.
“Kalau begitu sekarang giliranku bukan?!” Shu En pun mengeluarkan sebuah pedang dari aura tubuhnya.
Zhao Tian tersenyum saat mengetahui kemampuan Shu En dan Liu Bai melebihi perkiraannya.
“Pantas saja kalian dapat membunuh mereka semua!” ujar Zhao Tian sambil melepaskan Qi dalam jumlah besar.
“Seni Pedang Iblis - Gema Kematian!”
Dengan satu kali tarikan nafasnya, Shu En sudah melepaskan tebasan yang membunuh kultivator Pagoda Tujuh Warna. Semua kultivator yang mengelilinginya itu mati dalam sekejap dan membuat Zhao Tian tercengang.
Zhao Tian berkeringat dingin saat menyadari kemampuan berpedang Shu En sangatlah mematikan. Dari semua orang yang pernah dia temui, teknik yang digunakan Shu En belum pernah ia lihat dan temui.
“Kemampuanmu itu-”
BOOOMMM!!!
__ADS_1
Sebelum Zhao Tian bereaksi lebih jauh, Xu Kai lebih dulu menyerangnya. Disaat Xu Kai memulai pertarungannya dengan Zhao Tian, semua kultivator Pagoda Tujuh Warna yang mencoba mengepung Shu En terbunuh.
Para penduduk yang melihat kejadian ini pun menjauh, sebagian dari mereka berdoa kepada sang Dewa jika Xu Kai dapat membebaskan mereka dari penderitaan ini.
“Semuanya akan baik-baik saja! Aku Xu Kai, akan mengambil alih Xudong dan membunuh para bedebah ini!” Xu Kai berseru lantang sambil memperlihatkan kepalan tangannya yang dipenuhi api.
“Aku menjamin itu!”
Setelah itu Xu Kai melancarkan serangannya kepada Zhao Tian. Pukulan yang dipenuhi api membara itu melesat cepat kearah Zhao Tian dan berbenturan dengan pukulan Zhao Tian.
‘Orang yang kutakuti bukanlah Xu Kai melainkan pemuda yang dibelakangnya! Siapa dia?! Bagaimana bisa Kultivator Alam Dewa berada di pihak mereka?!’ Zhao Tian pun ketakutan saat melihat energi yang meluap-luap disekitar Shu En.
Hebatnya lagi Shu En hanya menunjukkan kemampuan ini kepada Zhao Tian sehingga Xu Kai dan Liu Bai tidak mengetahuinya.
“Aku belum pernah melihat orang dengan kemampuan seperti itu selain Kaisar Tang! Siapa orang itu, Xu Kai?!” ujar Zhao Tian kepada Xu Kai.
“Jadi kau lebih tertarik dengan Tuan Shu dibandingkan diriku?! Apa kau sudah melupakan penduduk yang kau bunuh?!” Xu Kai terlihat marah sedangkan Zhao Tian membeku.
“Ada apa?! Kenapa kau menurunkan penjagaanmu?!” teriak Xu Kai kepada Zhao Tian.
“Xu Kai, aku tidak salah dengar bukan? Tadi kau mengatakan Tuan Shu...” Zhao Tian menelan ludah saat menatap Shu En yang berada dibelakang Xu Kai.
“Shu... Hanya satu orang bermarga Shu didunia ini. Jika ada orang lain bermarga Shu maka orang itu adalah anak dari Yang Mulia Shu Jiang!” ujar Zhao Tian membuat semuanya terdiam.
“Apakah anda adalah Pangeran Shu En?!” ujar Zhao Tian kembali.
Shu En pun menatap dingin Zhao Tian dan berjalan menuju kearahnya. Hanya dalam hitungan detik, Shu En sudah berada disamping Zhao Tian sambil memegang pundaknya.
“Zhao Tian, apa hubunganmu dengan mendiang Ayahku?” Shu En bertanya.
“Jadi benar anda- Argh!!!”
Tiba-tiba tubuh Zhao Tian langsung membentur tanah akibat Shu En melepaskan tekanan intimidasi yang membuat tubuh Zhao Tian terasa begitu berat.
“Jawab pertanyaanku!” tegas Shu En dingin.
“Aku... Aku adalah mantan prajurit Kekaisaran Shu... Saat aku akan diangkat menjadi seorang jendral, malapetaka itu terjadi...”
Zhao Tian pun mengatakan yang sejujurnya tentang identitas dan masa lalunya kepada Shu En. Setelah gagal mencoba melindungi Shu Jiang, Zhao Tian sekarat karena berhadapan dengan beberapa orang kepercayaan Kaisar Tang.
Namun dalam pembantaian yang mengerikan itu, Zhao Tian selamat dan berhasil bertahan hidup ditengah puing-puing reruntuhan yang memilukan.
__ADS_1
Setelah menyadari bahwa Kekaisaran Shu bukanlah negeri yang ia kenal seperti dulu, Zhao Tian kehilangan arah. Hingga suatu hari ia bertemu dengan pemimpin Pagoda Tujuh Warna dan bergabung kedalam kelompok tersebut demi untuk menuntaskan dendam pribadinya.
“Aku menunggu kesempatan untuk Kaisar Tang dan pengkhianat Shu Liang! Demi menuntaskan ambisi itu aku rela membuang sisi keadilan dan membunuh banyak orang tak bersalah!”
Zhao Tian pun tersenyum sedih setelah menceritakan kisahnya kepada Shu En, lalu berjalan mendekati Xu Kai meminta pemuda itu untuk mengeksekusi dirinya.
“Aku tidak keberatan mati ditanganmu, Xu Kai. Aku yakin dendamku akan terbalaskan oleh Pangeran Shu En.”
Zhao Tian sudah memasrahkan dirinya, namun Xu Kai tidak dapat membunuhnya. Xu Kai mengetahui jika Zhao Tian dapat menjadi bala bantuan yang berguna jika bergabung kedalam pihak mereka dan ini hal yang sama dipikirkan Shu En.
Namun Shu En terlihat tidak peduli dan memberikan Xu Kai pilihan.
“Semua tergantung padamu, Xu Kai. Kau bisa membunuhnya.” Shu En memberitahu.
“Tetapi Tuan Shu, apakah kau tidak keberatan?” Xu Kai bertanya.
“Untuk apa aku keberatan? Aku masih bisa mengorek informasi darinya bahkan setelah dirinya mati ditanganmu!” Shu En memberikan jawaban.
Mendengar itu Xu Kai pun mengepalkan tangannya dan melampiaskan semua amarahnya dengan berteriak sekeras mungkin. Lalu dengan tatapan yang tajam Xu Kai menatap Zhao Tian penuh kebencian.
“Tuan Shu, bagaimana jika dia bergabung dengan kita?” Xu Kai menanyakan keuntungan jika Zhao Tian bekerjasama dengan mereka.
“Aku tidak keberatan, justru itu lebih menguntungkan. Tetapi apakah kau tidak keberatan dengan semua ini?”
“Aku masih memiliki dendam yang besar kepada dirinya! Tetapi aku tidak keberatan!”
“Baiklah, jika itu keputusanmu, Xu Kai. Kau tidak perlu khawatir, jika orang ini berkhianat aku akan membunuhnya.”
Shu En pun langsung melepaskan tekanan intimidasi dan menatap Zhao Tian tajam.
“Beritahu aku lokasi orang-orang yang kau sandera dan hendak dijadikan sebagai budak?” ujar Shu En menegaskan.
“Satu lagi, tunjukkan lokasi orang yang memenggal kepala penduduk dan menaruhnya dengan keji di depan gerbang kota!” tambah Shu En.
Zhao Tian pun menceritakan kepada Shu En jika penduduk yang hendak dijadikan budak masih dalam kondisi yang baik. Mereka semua tidak diantar langsung ke Kekaisaran Tang, melainkan sekarang berada disebuah hutan untuk disembunyikan.
“Aku bekerjasama dengan Yong Xiang... Dia adalah kultivator aliran putih yang memiliki dendam terhadap Shu Jiang....”
Zhao Tian menjelaskan dengan tubuh yang gemetaran karena tatapan dingin Shu En.
“Sedangkan orang yang membantai penduduk dan memenggal kepala mereka adalah Xiong Ni, Mo Tianzhi, Feng En dan pemimpin, Kai Xuexuan...”
__ADS_1
Zhao Tian memberitahu yang sebenarnya kepada Shu En sebelum dirinya pingsan karena terlalu lama menahan tekanan intimidasi yang dilepas Shu En.
“Alur yang tidak terduga...” Shu En tersenyum karena tidak menyangka salah satu petinggi Pagoda Tujuh Warna adalah mantan prajurit Kekaisaran Shu.