Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 103 - Devour Gluttony


__ADS_3

...L.O.S.E 103 - Devour Gluttony...


Mengira akan menyerangnya, Ling Tian justru melakukan sesuatu yang tidak terduga dihadapan Shu En. Pria itu menciptakan sebuah portal untuk melarikan diri dan mengalihkan perhatian Shu En dengan mengatakan sesuatu kepada pemuda tersebut.


“Keturunan Ling En, darahmu dan darah dari pemilik Tubuh Yin adalah harta yang sangat berharga. Jika kau berniat mendapatkan mereka bertiga kembali, datanglah padaku dengan membawa dua pemilik Tubuh Yin yang kucari.”


Setelah itu Ling Tian lenyap dari hadapan Shu En. Suasana di Ibukota Shuyang mendadak menjadi hening setelah kepergian Ling Tian.


“Kalau begitu kami berdua juga akan pergi, bocah!” Shen Long pamit undur diri bersama Zhuan setelah merasakan tidak ada tanda bahaya disekitar Ibukota Shuyang.


“Aku akan memanggil kalian lagi nanti.” Shu En mengizinkan Shen Long dan Zhuan kembali sebelum ia merasakan hawa keberadaan Jing Yang didekatnya.


‘Sekarang hancurkan segel kuno itu! Sebelum terlambat!’ Suara Jing Yang menggema dikepala Shu En sebelum menghilang.


“Benar, aku harus menghancurkan segel kuno itu!”


Setelah itu Shu En pun langsung pergi menuju tempat dimana segel kuno itu berada. Rencana Ling Tian untuk mengorbankan semua orang di Pulau Suci Shu gagal karena perbuatan Shu En.


Demi membangkitkan Ling En dan mengendalikan kekuatannya, Ling Tian melakukan rencana ini dari jauh-jauh hari namun semuanya berantakan dalam semalam. Bahkan saat ini Shu En sedang menghancurkan segel kuno dengan ingatan yang diwariskan Shu Xinrui.


Setelah menerima ingatan Shu Xinrui, Shu En baru mengetahui jika Shu Xinrui adalah sosok Kaisar Shu yang sudah hidup selama ratusan tahun sebelum dibunuh oleh Ling Chen, Ling Shan dan Ling Tian.

__ADS_1


Shu Xinrui mendapatkan darah iblis Ling Chen dan menjadi abadi sebelum pikirannya dikendalikan. Namun setelah hidup selama ratusan tahun, akhirnya Shu Xinrui secara perlahan menemukan kembali emosinya hingga akhirnya ia bertemu dengan Shu En.


“Leluhur, aku adalah keturunan dari anakmu. Tenanglah dialam sana, aku akan melindungi semuanya.” Shu En menatap segel kuno yang memancar energi spiritual sebelum berusaha menghancurkannya.


“Tunggu...” Gerakan tangan Shu En berhenti saat memikirkan cara menghancurkan segel kuno dengan cara yang lain.


“Daripada menghancurkan energi spiritual yang sangat besar, aku akan melahap semuanya dan menjadikannya sebagai kekuatanku!” Shu En tersenyum penuh kepercayaan diri sebelum menggunakan Tanda Mata Iblis dan melepaskan Aura Iblis yang sangat besar.


Energi Iblis yang terlepas dari tubuh Shu En begitu besar hingga pemuda itu mencapai batas kekuatan maksimalnya. Lalu dengan mengarahkan kedua telapak tangannya kearah segel kuno itu, Shu En menggunakan Tujuh Dosa Besar Mematikan dan melahap energi spiritual segel kuno itu.


“Tujuh Dosa Besar Mematikan!”


Seketika aura berwarna hitam yang membentuk mulut seekor naga terlihat menganga lebar dan menghisap energi spiritual tersebut.


Segel kuno itu hancur dan energi spiritual nya diserap semuanya oleh Shu En. Apa yang dilakukan oleh Shu En ini membuatnya dapat melihat jelas apa yang direncanakan Ling Tian dan Ling Shan yang ingin membangkitkan Ling En dan Ling Chen.


“Semua harta suci yang mereka cari tidak dapat membuat mereka abadi, melainkan untuk mengendalikan Alam Iblis dan Alam Dewa serta mengendalikan Lima Pertanda Maut!”


Shu En berkeringat dingin saat mengetahui Ling Tian telah memiliki Giok Iblis Langit dan menyadari betapa bahayanya jika mereka telah mengumpulkan semuanya.


“Ramuan Keabadian, Lima Pertanda Maut dan Tiga Iblis Bencana. Aku pikir mereka hanya mencoba menjadi makhluk yang abadi, tetapi aku salah...” Shu En mengepalkan tangannya karena menyadari jika Ling Chen mengincar sesuatu yang lebih besar, “Mereka berniat membuat dunia dalam era kekacauan!”

__ADS_1


Mengetahui kebenaran ini Shu En pun berniat untuk kembali ke Ibukota Shuyang untuk memastikan reaksi penduduk disana setelah mengetahui kembalinya dirinya. Namun setelah menggunakan Tujuh Dosa Besar Mematikan, tiba-tiba semua energi spiritual dalam tubuhnya terasa seperti diserap oleh sesuatu dan habis sepenuhnya.


“Kepalaku terasa pusing... Apa yang terjadi kepadaku?” Shu En mencoba mempertahankan kesadarannya namun tiba-tiba ia merasakan pandangannya mulai redup dan secara perlahan tubuhnya jatuh kebawah dengan kecepatan tinggi.


Langit diatas wilayah Juesha dalam sekejap berubah menjadi cerah disinari rembulan. Bersamaan dengan itu sebuah cahaya berwarna emas yang membungkus tubuh Shu En menghantam tanah dengan sangat keras sehingga menciptakan sebuah lubang yang besarnya seperti sebuah danau.


Orang-orang di Juesha pun berdatangan untuk memastikan apa yang terjadi dan menemukan Shu En yang terjatuh dengan kepala yang menancap ditanah dan badannya diatas.


“Apa orang itu masih hidup? Aneh sekali tubuhnya tidak hancur...”


“Dia seorang kultivator jangan terlalu dekat!”


Orang-orang mulai memeriksa kondisi Shu En dan menemukan pemuda itu dalam kondisi yang baik-baik saja dan hanya tidak sadarkan diri.


Ditengah kerumunan itu terlihat seorang gadis cantik dengan yang berpakaian tertutup dan memakai sebuah tudung serta penutup wajah memperhatikan Shu En.


‘Aku sangat yakin jika orang ini adalah kultivator yang bertarung diatas langit sana. Apa dia kalahkan?’ ujar gadis itu bertanya-tanya dalam hatinya.


‘Untuk berjaga-jaga, aku akan menyanderanya!’ Lalu gadis itu pun melepaskan hawa dingin hingga udara disekitarnya berubah menjadi dingin.


Secara perlahan uap mulai bermunculan dan menimbulkan uap lain yang seperti kabut. Dengan gerakan yang cepat gadis itu membekukan tubuh Shu En dan membawanya pergi.

__ADS_1


Semua penduduk yang tersadar terkejut saat melihat seorang gadis mengambil tubuh Shu En dan terbang dengan seekor elang es yang diciptakan dengan energi Qi.


__ADS_2