
L.O.S.E 11 - Eternal Fire Hill
ARC 1 - Fall To Rise
Shu En melakukan perjalanan menuju Bukit Api Abadi, disana dia bertemu dengan sosok Siluman Agung yang tidak lain adalah seekor burung Phoenix.
Saat Shu En berusaha mendekat daratan disekitarnya membeku dan tekanan energi spiritual yang pekat membuatnya berhenti berjalan mendekat. Shu En menatap Phoenix Es yang menanti kehadirannya dan memberikan hawa permusuhan.
“Apa urusanmu datang kemari, manusia tidak berada?!”
Shu En tidak menjawab melainkan menunjukkan sebuah batu kepada Phoenix Es dan membuat sosok itu terkejut.
“Huifen?”
Phoenix Es tersebut mengalirkan energi spiritual miliknya pada batu tersebut, tak lama batu itu memancarkan cahaya berwarna putih dan membuat Phoenix Es itu terdiam sangat lama.
“Huifen memintaku memberikan batu ini kepada burung sialan dibukit ini. Jadi kau burung sialan itu? Kalau begitu aku akan kembali,” ujar Shu En.
Phoenix Es menatap punggung Shu En dan menghentikan niat pemuda tersebut untuk kembali menemui Huifen.
“Huifen telah mati... Sepertinya apa yang dikhawatirkan Zhuan benar-benar terjadi.”
“Apa maksudmu?”
Shu En pun menoleh menatap Phoenix Es dengan sangat tajam. Akhirnya Phoenix Es bernama Feifei ini memberitahu Shu En tentang seseorang yang dipanggil ke Dunia Siluman oleh Kaisar Siluman.
Seseorang yang dipanggil Kaisar Siluman itu telah membunuh banyak Siluman Atas dan Siluman Agung. Kemampuan unik dari orang tersebut dapat membuatnya semakin kuat jika membunuh siluman, hewan buas ataupun kultivator yang memiliki energi spiritual.
Tidak lama orang itu akan datang ke Bukit Api Abadi bersama Kaisar Siluman, sehingga Huifen berniat menghadang mereka dan membawa Shu En pergi ke dunia manusia.
Mendengar itu jantung Shu En terasa berhenti berdetak. Shu En merasakan rasa sakit yang menjalar dikepalanya semakin parah. Ia tidak bisa mengendalikan emosi dalam dirinya dan kembali bersikap tenang setelah dirinya termakan amarah dan kebencian.
“Kaisar Siluman berniat menjadikan semua penghuni di Dunia Siluman menjadi bidaknya termasuk Dewa Siluman Shen Long.” Phoenix Es Feifei memberitahu.
__ADS_1
“Bocah, aku akan mengantarmu ke dunia manusia. Itu adalah permintaan terakhir Huifen dan aku ingin menghormatinya”
“Kau tidak perlu melakukan itu! Aku akan menyelesaikan masalahku sendiri!”
Shu En kembali melangkahkan kakinya dan saat Phoenix Es hendak menghadang, Shu En melepaskan aura hitam pekat mengerikan yang membuat tanah disekitarnya hancur. Tekanan mengerikan itu membuat Phoenix Es tidak dapat menggerakkan tubuhnya.
Bahkan setiap hembusan angin yang membeku dan hendak menghentikan pergerakan Shu En akan hancur sebelum menyentuh tubuhnya.
“Apa?! Tunggu bocah?!”
Phoenix Es terkejut saat melihat Shu En sudah berlari dan menghilang dari pandangannya.
“Luifeng sialan itu! Apa dia berpikir untuk membangunkan Dewa Siluman?! Kita semua akan mati jika petaka itu terbangun!”
Sementara itu di suatu tempat terlihat Huifen sedang bertarung hebat melawan Luifeng. Keduanya melakukan pertukaran serangan menggunakan senjata kesayangan mereka.
Huifen menggunakan gada yang dialiri Qi dengan jumlah besar, Luifeng menggunakan dua pedang berukuran besar berwarna merah dan biru. Benturan kedua senjata membuat gelombang kejut yang besar dan menghancurkan apapun dan sekitar mereka.
“Hentikan ambisi bodohmu, Luifeng! Apa kau lupa apa yang akan terjadi jika Naga itu terbangun?! Dia akan membunuh semua siluman disini!” ujar Huifen saat berhasil mendaratkan pukulan gada pada perut Luifeng.
Terlihat luka yang menganga lebar diperut Luifeng secara perlahan sembuh, sedangkan salah satu siluman yang datang bersama Luifeng berteriak sebelum inti silumannya hancur.
“Kemampuanmu itu masih saja terlihat sangat menjijikkan!”
Setelah itu keduanya kembali melakukan pertukaran serangan yang dahsyat sebelum sebuah aura mengerikan menghentikan pergerakan Huifen.
“Kemampuanmu itu membuatku tertarik untuk mengambilnya, Raja Siluman Huifen...”
Terlihat seorang perempuan berdiri disamping Huifen dan memegang kaki sang Raja Siluman.
“Nafas Malam...”
Gadis itu menarik nafas dengan tenang dan melepaskan serangan yang membuat kaki kanan Huifen hancur.
__ADS_1
“Tapak Dewi Iblis!”
“Argh! Kau!” Huifen terkejut melihat gadis itu menggunakan kekuatan yang sama seperti Shu En.
“Jelmaan Dewi Iblis? Tetapi kenapa-”
“Siluman disini akan kubunuh! Dan aku akan mengambil semua kekuatan energi spiritual kalian untuk ambisiku!”
Gadis itu menatap dingin Huifen dan memperlihatkan sebuah kekuatan yang mengerikan.
“Roh Iblis - Ruyue!”
“Saatnya pembantaian! Bunuh semua yang ada disekitarku!”
Mata Huifen terbelalak saat melihat bayangan seorang wanita berambut putih yang memegang pedang dibelakang Huifen. Roh Iblis tersebut menyerang Huifen dengan tebasan pedang yang brutal.
Huifen dapat menetralisir serangan tersebut namun kemampuan sang gadis jauh melebihi perkiraannya. Hanya dalam hitungan detik kedua tangan Huifen terpotong dan saat sang gadis hendak memenggal kepalanya, disana berdiri Shu En yang mematung tidak percaya.
“Apa ada kata-kata terakhir yang ingin kau ucapkan?”
Huifen menatap sang gadis dan tersenyum.
“Manusia, jika dengan membunuh semua siluman dapat membuat dirimu kuat... Apa kau pikir dapat mengalahkan Dewa Siluman?”
“Kau terlalu naif! Keseimbangan dunia akan kacau dan kau telah membawa malapetaka ke dunia manusia -”
Kepala Huifen terpotong sebelum menyelesaikan ucapannya.
“Aku tidak peduli dengan semua itu! Hari itu aku sudah kehilangan segalanya dan aku tidak peduli dengan yang lainnya!”
Saat sang gadis itu hendak menyarungkan pedangnya, sebuah serangan datang dari arah depan namun dihentikan Luifeng dengan cepat.
BOOOMMM!!!
__ADS_1
“Bocah manusia?!” Nampak Luifeng terkejut.