
L.O.S.E 21 - Taking Over
ARC 1 - Fall To Rise
Sementara Yang Ruan berada di Istana Yang bersama Tang Xia, Shu En bergerak menuju Kota Liuwu bersama Xu Kai dan Liu Bai. Jarak antara Kota Liuwu dan Kota Xudong bisa dibilang tidak terlalu jauh dan hanya menempuh waktu satu hari.
Dengan membawa pasukan seadanya, Shu En memimpin penyerangan ini. Xu Kai dan Liu Bai mempercayakan penyerangan ini kepada Shu En dan keduanya mengikuti arahan dari Shu En.
Situasi di Kota Liuwu bisa dibilang sangat kacau bahkan tempat itu sudah tidak bisa dikatakan sebagai pusat perdagangan Kekaisaran Yang. Pembantaian yang dilakukan Pagoda Tujuh Warna beberapa minggu lalu masih menyisakan kepedihan yang mendalam.
Serta dalang yang bekerjasama dengan Xu Wang sangatlah mengejutkan karena banyak pejabat kekaisaran yang turut membantu. Saat ini salah satu petinggi Pagoda Tujuh Warna yang menguasai Liuwu dan mengambil segala bentuk keuntungan disana.
“Liu Bai, bagaimana dirimu bisa selamat dari sana?” Shu En bertanya karena saat itu ada tiga petinggi Pagoda Tujuh Warna.
“Seharusnya saat itu aku sudah mati. Namun saat petinggi bernama Xiong Ni hendak membunuhku gerombolan rusa tiba-tiba berdatangan.” Liu Bai menjelekkan dan tentu saja Shu En tidak percaya.
“Kau mengatakan yang sesungguhnya bukan?” Shu En mencoba memastikan.
“Mungkin itu sulit untuk dipercaya, namun itu kejadian yang sesungguhnya.”
“Liu Bai, Xu Kai, kemampuan tersembunyi dalam diri kalian sangat berguna! Aku harus memberitahu kalian, aku sangat membenci sebuah pengkhianatan! Jangan pernah mengkhianatiku jika kalian ingin masih tetap hidup!”
Shu En mengancam Liu Bai dan Xu Kai secara bersamaan. Keduanya bisa melihat jelas tatapan dingin Shu En dan perubahan aura disekitar pemuda tersebut. Nafsu membunuh yang dilepaskan Shu En sangat pekat dan menakutkan.
‘Aku tidak salah lihat bukan? Tuan Shu seperti orang yang berbeda!’ Xu Kai membatin dan mengerjakan mata beberapa kali untuk memastikan.
‘Aku tidak bermaksud untuk berbohong, tetapi itulah yang sebenarnya terjadi!’ Liu Bai mencoba untuk berdiri tegak karena selama beberapa detik kakinya gemetaran merasakan nafsu membunuh Shu En.
Melihat Liu Bai dan Xu Kai yang masih berdiri, Shu En pun tersenyum lalu mengajak mereka untuk melanjutkan perjalanan.
Saat hari menjelang malam mereka tiba di Kota Liuwu. Tentu saja mereka semua disambut dengan tidak ramah. Sekitar dua puluhan kultivator berjaga didepan gerbang kota dan mereka semua berada pada tahap Alam Suci.
Melihat kemampuan kultivator Pagoda Tujuh Warna, Shu En menghela nafas karena dengan pasukan itu bukan tidak mungkin untuk meratakan tiga kota atau satu sekte.
“Xu Kai, Liu Bai, didalam sama terdapat sekitar seratus kultivator sedangkan kita hanya memiliki lima puluh pasukan. Aku akan melihat.” Shu En menegaskan.
“Baik, Tuan Shu.” Xu Kai pun memimpin pasukan bersama Liu Bai.
Gerbang kota pun terbuka dan memperlihatkan kultivator Pagoda Tujuh Warna yang baru saja berdatangan. Kekuatan tempur yang tidak seimbang membuat pasukan yang dibawa Xu Kai dan Liu Bai kalah secara telak.
Shu En tidak membantu dan hanya melihat bagaimana pertempuran tidak seimbang itu. Aksi Xu Kai dan Liu Bai yang tidak membiarkan bawahannya mati itu membuat Shu En kagum.
“Feifei, bantulah mereka.”
Shu En memanggil Phoenix Api dan itu membuat pasukan kekaisaran lebih diuntungkan. Namun ada alasan mengapa Shu En memanggil Feifei, semua itu berhubungan dengan kemampuan tersembunyi Xu Kai.
__ADS_1
Keadaan pertempuran berubah dengan cepat. Bantuan Feifei membuat Xu Kai dan Liu Bai dapat mengatasi musuh dengan kerjasama mereka.
Disaat Xu Kai hendak masuk kedalam gerbang kota bersama pasukannya, sebuah serpihan es berbentuk peluru menembus kepala sepuluh pasukan kekaisaran dan menewaskan mereka dalam sekejap.
“Apa?!” Xu Kai terkejut dan langsung menghindar saat merasakan nafsu membunuh yang besar.
Anggota Pagoda Tujuh Warna yang berada didalam kota pun berdatangan. Bukan hanya anggotanya saja, melainkan disana ada Xiong Ni yang merupakan salah satu dari tujuh petinggi Pagoda Tujuh Warna.
“Kalian sedikit terlambat! Semua orang di kota ini sudah mati!”
Pria berbadan kekar yang memegang pedang yang terbentuk es itu berkata kepada Liu Bai dan Xu Kai.
“Pergerakan kalian sangat cepat! Sangat disayangkan para pejabat yang bekerjasama dengan kami sudah dibunuh! Tetapi aku tidak menyangka kalian berani menantang kami!”
Xiong Ni pun melepaskan serpihan es dalam jumlah besar dan langsung mengarah pada pasukan kekaisaran. Tingkat kultivasi Xiong Ni yang lebih kuat dari Xu Kai dan Liu Bai menjadikan semangat bertempur pasukan kekaisaran melemah.
“Feifei, kembalilah...”
Saat Phoenix Api hendak menyerang Xiong Ni dengan api nya, Shu En malah menyuruhnya kembali.
“Apa kalian takut dengan orang seperti dia?!” Shu En berkata pada pasukan kekaisaran sambil berjalan dengan tenang.
Para pasukan kekaisaran pun saling berpandangan. Mereka semua belum mengetahui kemampuan Shu En yang sebenarnya, mereka hanya mengetahui jika Shu En adalah penasehat Yang Ruan karena memiliki paras tampan dan pemikiran cerdas.
“Kita tidak mungkin menang melawan kultivator yang berada di tahap Alam Langit!”
Mendengar ocehan mereka hanya membuat Shu En tersenyum. Memang Xiong Ni telah mencapai Alam Langit, namun kemampuan mereka jauh berbeda. Dari segi kesempurnaan Qi dan teknik yang mereka kuasai sangatlah berbeda.
“Kau hanyalah seorang penasehat! Kau tidak memiliki hak untuk memberikan perintah pada kami!” Salah satu prajurit berkata demikian dan membuat Xu Kai hendak menegurnya.
Namun Shu En menghentikannya dan berkata, “Bagaimana jika aku mengalahkan mereka semua?”
Prajurit itu pun terdiam cukup lama sebelum menjawab remeh.
“Mustahil kau bisa mengalahkan mereka!”
“Baiklah, aku akan memperlihatkan kepada kalian bagaimana caranya bertarung!”
Saat Shu En berkata demikian, aura disekitarnya berubah. Serpihan es yang diarahkan Xiong Ni pun dihancurkan dengan mudah.
“Apa yang terjadi? Kau menghancurkan serpihan es milikku?!” Xiong Ni terkejut dan menatap Shu En waspada.
“Nafas Kegelapan...”
Dalam satu kali tarikan nafasnya, Shu En menciptakan pedang hitam legam dari aura tubuhnya dan langsung bergerak menyerang kultivator Pagoda Tujuh Warna.
__ADS_1
“Tarian Pedang Iblis!”
Apa yang pasukan kekaisaran lihat adalah pembantaian yang dilakukan Shu En terhadap kultivator Pagoda Tujuh Warna. Yang awalnya kultivator Pagoda Tujuh Warna berpikir dapat mengeroyok Shu En, justru mereka yang berusaha melarikan diri agar tidak terbunuh oleh Shu En.
Dalam kurun waktu lima menit, semua kultivator Pagoda Tujuh Warna mati ditangan Shu En dan hanya menyisakan Xiong Ni.
“Xiong Ni, bukan?”
Shu En menatap dingin Xiong Ni dan mengibaskan pedangnya yang berlumuran darah.
“Aku dengar kau merampas semua harta kekayaan bangsawan Liu dan menjual ratusan gadis ke Kekaisaran Tang...”
“Akan kupastikan kau mati dengan cara yang sangat menderita!” ujar Shu En murka.
Aura pembunuh yang pekat dari Shu En membuat semua orang disekitarnya langsung kesulitan bernafas termasuk Xu Kai, Liu Bai dan pasukan Kekaisaran.
‘Orang gila ini sebenarnya siapa?! Aku akan mati jika melawannya!’ Xiong Ni menelan ludah saat mengetahui jarak kekuatan yang terpaut jauh antara dirinya dengan Shu En.
“Liu Bai, Xu Kai, siapa diantara kalian yang ingin melawan keparat ini?” Shu En bertanya kepada kedua orang itu karena ingin melihat seberapa besar tekad mereka.
“Aku yang akan melawannya! Aku akan membalaskan kematian semua orang yang telah dibunuh olehnya!”
Liu Bai maju dengan penuh amarah. Tepat saat Liu Bai berada disampingnya, Shu En menotok titik meridiannya secara paksa dan membuat kekuatan tersembunyi Liu Bai keluar dengan sendirinya.
“Tuan Shu! Apa yang kau lakukan?!”
Liu Bai menatap Shu En waspada saat merasakan tubuhnya dipenuhi aura hitam pekat.
“Liu Bai, aku mengeluarkan kemampuanmu secara paksa. Malam, kegelapan dan bayangan adalah kemampuanmu. Gunakan itu dan tunjukkan bahwa kau pantas menjadi bawahanku dan dapat melindungi Yang Ruan.”
Mengetahui maksud Shu En membuat Liu Bai tersenyum. Liu Bai tidak mengetahui jika dirinya memiliki potensi tersembunyi, namun berkat semua ini ia dapat bertarung dengan Xiong Ni penuh percaya diri.
“Meremehkan seseorang juga ada batasnya! Aku akan membunuhmu! Aku akan membunuhmu!”
Xiong Ni yang merasa direndahkan pun melepaskan aura pembunuh kepada Shu En, namun aura pembunuh itu langsung lenyap saat Shu En melawannya.
“Apa?!” Xiong Ni yang marah pun kembali ketakutan.
“Jika kau dapat membunuhnya, mungkin aku akan melepaskanmu.” Shu En memberikan secercah harapan kepada Xiong Ni untuk melarikan diri.
Mendengar itu Xiong Ni langsung mengalihkan perhatiannya kepada Liu Bai dan tersenyum menyeringai penuh kemenangan.
“Aku mengingatmu! Kau adalah anak dari wanita yang kunodai itu bukan?! Ayahmu terbunuh oleh orang-orang yang berkhianat padanya! Sangat malang sekali nasibnya!” ujar Xiong Ni memprovokasi.
Sebuah aura hitam pekat langsung menyebar dari tubuh Liu Bai dan membentuk sebuah mulut harima yang menerkam Xiong Ni.
__ADS_1
“Bagus, majulah!”
Pertarungan antara Xiong Ni melawan Liu Bai pun dimulai.