
L.O.S.E 15 - Seven Color Pagoda
ARC 1 - Fall To Rise
Di sebuah hutan yang ada di Kekaisaran Yang terlihat rombongan kereta kuda yang dihadang ratusan kultivator. Prajurit yang mengawal rombongan kereta kuda tersebut menanggapi hadangan ratusan kultivator dengan sebuah peringatan.
Namun ratusan kultivator yang mengatasnamakan kelompoknya sebagai Pagoda Tujuh Warna membantai para prajurit. Tidak berhenti sampai disitu saja, Pagoda Tujuh Warna juga membunuh pria didalam kereta kuda yang merupakan seorang penguasa Kekaisaran Yang.
“Saudara Mo, semua sesuai rencana. Tangkap permaisuri dan misi kita selesai.” Salah satu penyerang berkata setelah membunuh Kaisar Yang.
“Kejadian ini pasti akan menggemparkan Kekaisaran Yang. Inilah akibat dari penolakan orang bodoh ini menjadi bagian dari Kekaisaran Tang.” Sahut penyerang yang lainnya.
“Aku akan menangkap Tuan Putri yang melarikan diri bersama dua pengawalnya, kau nikmati bagianmu.” Penyerang bernama Heng Long tersenyum lebar sebelum bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah selatan.
Sedangkan penyerang bernama Mo Shang menghancurkan kereta kuda yang tersisa dan langsung menangkap permaisuri. Namun sebelum Mo Shang melancarkan aksi jahatnya, permaisuri menusuk celah paha Mo Shang menggunakan pisau sebelum pisau tersebut digunakan untuk mengakhiri hidupnya.
“Keparat! Wanita sialan ini!” Mo Shang terlihat murka.
Dibelakang Mo Shang, terlihat para anggota Pagoda Tujuh Warna menahan tawa karena Mo Shang gagal melancarkan aksinya.
Mengetahui dirinya akan ditertawakan, Mo Shang melampiaskan amarahnya dengan membunuh beberapa bawahannya.
“Apa yang akan kalian tertawakan?! Ikuti Saudara Heng atau kalian memilih berakhir seperti ini!”
Sementara itu di hutan bagian selatan terlihat seorang gadis yang ketakutan dan dijaga dua pemuda yang babak belur. Dengan sudah payah, kedua pemuda itu menahan serangan Heng Long yang mempermainkan mereka.
“Atas nama keluarga Liu, aku akan mengorbankan nyawaku untuk Tuan Putri!” Pemuda bernama Liu Bai yang sudah diambang batas dan kultivasinya berada pada tahap Alam Suci berkata.
“Saudara Xu, bawa Tuan Putri pergi!”
Liu Bai berniat mengorbankan dirinya, namun sebelum Liu Bai melepaskan serangan terakhirnya, Heng Long sudah memegang tangan kanannya dan mematahkannya.
“Argh!”
“Hahahahah! Berniat melarikan diri dariku? Tidak semudah itu!” Heng Long menendang wajah Liu Bai dan membuatnya lebih berantakan.
“Kultivasi kalian berdua berada ditahap Alam Suci, sementara aku dan Saudara Mo berada di tahap Alam Bumi! Kalian bukanlah lawan yang pantas untuk kami!”
Setelah mengatakan itu, Heng Long berniat membunuh Liu Bai namun Xu Kai melindungi Liu Bai dan membuat perutnya terkena pukulan yang fatal.
BOOOMMM!!!
Pukulan yang dilapisi petir itu mematahkan tulang rusuk Xu Kai dan membuatnya kesulitan bernafas. Xu Kai mengerang diatas tanah dan sudah diambang batasnya, sedangkan Liu Bai kondisinya juga tidak kalah menyakitkan.
__ADS_1
“Hentikan... Kumohon hentikan...”
Heng Long melihat gadis yang menangis dan mencoba melindungi kedua pengawalnya, hal ini membuat Heng Long tersenyum menyeringai.
“Baiklah, Tuan Putri. Aku akan berhenti menyerang mereka jika kau menurut.”
Heng Long melepaskan tekanan intimidasi dan berniat mempermainkan Tuan Putri Yang, namun saat Heng Long melangkahkan kakinya mendekati Tuan Putri Yang, sebuah portal muncul diatasnya.
“Energi spiritual yang pekat! Apa itu?!” Heng Long langsung menjaga jarak dan mengalihkan pandangannya menatap Tuan Putri Yang.
“Apa kau yang melakukannya?!”
Tuan Putri Yang menggelengkan kepalanya.
“Bukan! Bukan aku yang melakukannya! Hiks!”
Heng Long pun mendecakkan lidahnya dan menatap portal tersebut dengan seksama. Dari dalam portal terlihat dua bayangan seseorang yang secara perlahan terlihat.
“Siapa mereka?!”
Heng Long semakin waspada sehingga menciptakan sepuluh tombak petir yang langsung mengarah pada kedua orang tersebut.
“Sepertinya kita terdampar ditempat yang asing Kakak Xia...”
“Ada yang menyambut kita berdua.”
“Kita amati situasinya terlebih dahulu Adik Shu.”
“Baiklah, Kakak Xia.”
Mendengar dua orang yang keluar portal bercakap-cakap, Heng Long melepaskan hawa membunuh yang luar biasa. Namun semenit kemudian, tubuh Heng Long mendadak lemas dan tidak dapat digerakkan saat Tang Xia melakukan hal yang sama.
“Hawa membunuh yang mengerikan.” Tang Xia menuju Heng Long.
‘Siapa dia? Gadis ini memiliki hawa membunuh yang sama seperti Kaisar Tang...’ Heng Long menelan ludah saat dalam hatinya berpikir demikian.
“Apa ada kata-kata terakhir yang ingin kau katakan?” Tang Xia mengeluarkan sebuah pedang yang memiliki corak naga berwarna hitam.
Mulut Heng Long terbuka mencoba mengucapkan sesuatu, namun semua itu tertahan di tenggorokannya. Sedetik kemudian kepalanya sudah terpisah dari badannya dan Tang Xia tanpa belas kasih memotong badan Heng Long menjadi dua bagian.
“Aduh darahmu mengenai topeng ini...” keluh Tang Xia saat mencoba mengambil topeng iblis putih didalam jubah Heng Long.
“Tidak masalah. Saatnya memulai pertunjukan, Adik Shu,” ucap Tang Xia sambil mengenakan topeng tersebut.
__ADS_1
Shu En tersenyum dan berjalan mendekati Tuan Putri Yang.
“Tuan Muda, apa perlu aku membunuh gadis ini?” tanya Tang Xia.
Mata Tuan Putri Yang langsung melebar ketakutan.
“Tidak perlu, Xia!” Shu En menatap Tuan Putri Yang tajam sebelum ia memejamkan matanya.
‘Tidak memiliki kekuatan untuk melawan adalah sebuah kemalangan didunia ini! Melihatnya seperti melihat diriku dimasa lalu!’ Shu En membatin dan mengepalkan tangannya dengan erat.
“Sepertinya kita kedatangan tamu yang lebih meriah, Xia. Tangkap satu dan sisanya habisi! Aku ingin mengorek informasi salah satu dari mereka!” tegas Shu En.
“Tch!”
“Kenapa kau terlihat kesal?”
“Tidak, Tuan Muda. Aku hanya merasa sangat bersemangat setelah sekian lama tidak mengasah pedang ini dengan darah.”
Beberapa saat kemudian Mo Shang datang bersama anggota Pagoda Tujuh Warna dan mengepung Tang Xia.
“Apa kalian yang membunuh Saudara Heng?!”
Mo Shang melepaskan hawa membunuh yang mematikan. Area disekitar Mo Shang dipenuhi api sebelum pria itu melepaskan amarahnya kepada Tang Xia.
“Pagoda Tujuh Warna? Hmmm... Tidak kusangka, kalian akan bergerak secepat ini.” Tang Xia menatap sebuah lambang di jubah Mo Shang dan bergerak menyambut serangan.
Selanjutnya pertukaran serangan antara Tang Xia dan Mo Shang pun berlangsung sengit. Berbeda dengan Mo Shang yang menggunakan kemampuan secara penuh, Tang Xia hanya meladeni Mo Shang dengan santai sebelum akhirnya Mo Shang kehabisan energi dan disiksa oleh Tang Xia dengan kejam.
“Kita mulai darimana...” Tang Xia mengeluarkan pisau kecil dan menempelkannya dipipi, leher dan perut Mo Shang.
“Sebaiknya kita mulai dari jarimu saja.”
Melihat aksi ini Shu En menghela nafas ringan dan langsung meminta Tuan Putri Yang untuk memejamkan matanya. Tanpa membantah, Tuan Putri Yang memejamkan matanya dan menutup telinganya, namun tetap saja ia mendengar teriakan kesakitan Mo Shang yang menyayat.
Sementara itu Shu En berdiri didekat Tang Xia mendengarkan Mo Shang yang memberitahu tujuan Pagoda Tujuh Warna dalam penyerangan ini, sebelum akhirnya Tang Xia membunuh Mo Shang setelah mendapatkan informasi yang mereka inginkan.
“Kerja bagus Kakak Xia,” ucap Shu En membuat Tang Xia tersenyum dingin dari balik topeng.
“Ngomong-ngomong Adik Shu, kau memainkan peranmu dengan sangat baik.”
“Ya, ini hanyalah awal, tapi aku tidak menyangka akan berurusan dengan keluarga kekaisaran.”
Shu En melirik Tuan Putri Yang sebelum menanyakan kejadian penyerangan kepada gadis tersebut sebagai alasan.
__ADS_1