
...L.O.S.E 104 - Ling En...
Saat ini kesadaran Shu En berada didunia alam bawah sadarnya yang terdalam. Disana ia menemukan dirinya berada dalam sosoknya yang kecil berumur sekitar enam tahunan sedang bermain dengan Dong Wenli mengejar seekor burung merpati putih.
Secara perlahan gambaran sosok dirinya itu terbakar dan berubah menjadi abu. Tak lama Shu En melihat seorang pria sepuh sedang berdiri memegang sebuah pedang dan menatap lautan api yang membakar Ibukota Shuyang sepuluh tahun lalu.
Shu En pun mendekati pria sepuh itu dan menyapanya.
“Kakek, apa yang kau lakukan disini?” tanyanya.
Pria sepuh itu menatap bocah disampingnya dan menyarungkan secara perlahan.
“Apa kau bermarga Ling, bocah? Kau berhasil menemukan diriku dialam bawah sadar ini. Sepertinya kau adalah keturunanku...” ucap pria sepuh itu lalu tersenyum hangat sambil mengelus kepala Shu En dengan lembut.
“Tidak, kakek. Aku bermarga Shu dan mendiang Ibuku lah yang memiliki marga Ling.” Shu En menjelaskan.
__ADS_1
“Hmmm... Jadi seperti itu ya...” Pria sepuh itu mengelus jenggotnya dan memperhatikan wajah Shu En dengan seksama.
“Jadi apa yang membawamu kemari? Kau memiliki alasan bukan untuk bertemu denganku?” Pria sepuh itu bertanya tentang tujuan Shu En yang berada dialam bawah sadarnya.
“Kakek, sebenarnya aku sendiri tidak mengerti mengapa bisa sampai kesini. Seingatku, diriku sedang melahap segel kuno...”
Shu En pun menceritakan tentang dirinya sebelum berakhir ditempat ini. Mendengar cerita Shu En membuat pria sepuh itulah tertawa terbahak-bahak. Tidak pernah ia sangka ada orang yang berani menyerap energi spiritual dan berniat menjadikan kekuatannya sendiri.
Shu En pun menceritakan lebih dalam tentang dirinya kepada pria sepuh itu, begitu juga dengan pria sepuh itu yang memberitahu dirinya sebagai Ling En.
“Kau mencari keberadaan mereka bertiga ya? Aku bisa menebak dimana mereka berada.” Ling En menatap Shu En yang antusias setelah mendengar ucapannya ini.
“Kakek Ling bisa beritahu dimana mereka bertiga? Aku ingin menyelamatkan mereka!” ujar Shu En dengan antusias.
“Alam Iblis. Aku pikir ada dua kondisi yang akan mereka lakukan. Menunggu satu tahun penuh untuk menghisap jiwa mereka dan menjadikan ketiga wanita or sebagai tumbal untuk melepaskan segel Tiga Iblis Bencana.”
__ADS_1
Ling En memberitahu sambil mengelus jenggotnya, lalu mengajak Shu En berpindah tempat menuju sebuah bukit yang disekitarnya dipenuhi daratan bersalju.
“Dahulu tempat ini adalah tempat dimana aku dan adikku berlatih. Melihat ini membuatku sangat bernostalgia.” Ling En tersenyum penuh kenangan saat menatap daratan bersalju dibawah sana.
Kemudian Ling En memperlihatkan kepada Shu En sebuah gambaran tentang kehidupan Klan Ling ratusan tahun lalu. Pada awalnya Shu En melihat bagaimana perjalanan Ling En dan Ling Chen menjadi kultivator terhebat pada masanya, sampai dimana Ling Chen tidak merasa puas karena kemunculan sosok yang melebihi manusia.
“Alam Dewa dan Alam Iblis. Sekuat apapun manusia, kita tidak akan pernah bisa mengalahkan mereka. Aku dan adikku Chen‘er berkelana bersama dan berlatih menjadi kultivator terkuat pada masa itu.” Kedua mata Ling En berubah sendu saat mengingat kenangannya dengan Ling Chen.
“En‘er, kau harus mengetahui hal ini, tidak semua Dewa dan Iblis itu sama. Dewa juga ada yang baik dan yang jahat sama halnya dengan Iblis dan manusia.” Ling En mengingatkan Shu En akan hal ini sebelum bercerita tentang bagaimana perubahan sikap Ling Chen dan terlahirnya Ras Immortal.
“Perjalananku dan adikku Chen‘er sebagai seorang kultivator terhebat berhenti saat adikku bertemu dengan seorang Dewa...”
Ling En terlihat berubah ekspresinya saat mengatakan ini. Shu En yang melihatnya pun menelan ludah karena akan mendengar kisah yang sebenarnya dari masa lalu.
“Semua ini adalah awal dari segalanya. Dimana Era Kekacauan hampir terjadi dan memusnahkan setengah Alam Dewa dan Alam Iblis. Karena hal ini Ras Immortal pun terlahir dengan adikku adalah orang pertama yang mendekati keabadian.”
__ADS_1
Ling En mulai menceritakan kepada Shu En tentang pertarungan dirinya dan Ling Chen melawan beberapa Dewa sebelum mereka berdua bertemu dengan sosok Dewa Kekacauan Surgawi. Disitulah awal dari semuanya dan menyebabkan perubahan Ling Chen yang berambisi menjadi yang terkuat demi menghapus rasa penghinaan kepada Iblis dan Dewa.