
L.O.S.E 20 - Upheaval, Xudong.
ARC 1 - Fall To Rise
Satu minggu setelah sepeninggalan Yang Yufeng, situasi di Kekaisaran Yang kembali bergejolak. Diawal kepemimpinan Yang Ruan, dua kabar duka langsing datang menerpa. Kabar pertama adalah kekalahan telak Aliansi Kultivator Lurus dan dikuasainya Kota Xudong oleh Pagoda Tujuh Warna.
Sekarang di Istana Yang sedang diadakan pertemuan dengan dua sekte yang selamat dari pertempuran beberapa hari lalu melawan kultivator dari Kekaisaran Tang. Disana ada Patriark Gunung Teratai dan Lembah Musim Hujan serta beberapa Penatua.
Yang Ruan didampingi oleh Shu En, Tang Xia, Xu Kai dan Liu Bai. Kurang lebih pertemuan itu membahas rencana kedepannya untuk mempertahankan wilayah Kekaisaran Yang dari Kekaisaran Tang.
“Disaat kami bertarung melawan untuk membalaskan kematian beliau, pasukan kekaisaran tidak becus menjaga beberapa wilayah dan membuat Xudong jatuh ke tangan mereka!”
Saat suasana menjadi tegang, salah satu kultivator yang usianya dua puluh lima tahun angkat bicara. Kultivator muda itu bernama Juan Fu yang dikabarkan baru saja berduka atas kematian sang ayah.
“Jaga ucapanmu, Fu‘er!” Patriark Gunung Teratai bernama Xing Zhuo menegur dan membuat Juan Fu terdiam.
“Jadi bagaimana rencana anda Ratu?” Sekarang Patriark Lembah Musim Hujan bertanya.
Yang Ruan pun melirik Shu En yang tersenyum hangat padanya dan langsung menjawab pertanyaan Patriark Lembah Musim Hujan bernama Guo Liang tersebut.
“Tuan Guo dari Lembah Musim Hujan biarkan saya yang menjawab pertanyaan anda...”
Shu En pun menjelaskan jika rencana yang akan diambil Yang Ruan sangat sederhana yakni mengambil alih Kota Xudong, Kota Liuwu dan membereskan para pengkhianat di Kekaisaran Yang.
Mendengar itu Guo Liang tersenyum dingin karena tidak mengira Shu En memiliki nyali memberikan pendapat demikian.
“Siapa namamu anak muda?” tanya Guo Liang.
“Shu En dan aku bekerja sebagai penasehat Ratu Yang.”
“Penasehat ya? Dilihat dari umurmu kau sebaya dengan Ratu. Sebelum memberikan pendapat, alangkah lebih baiknya kau menyadari posisimu, anak muda.”
Guo Liang terlihat meremehkan Shu En yang menyembunyikan tingkat kultivasinya, sehingga saat ini Shu En nampak seperti orang biasa.
Mendengar itu Yang Ruan pun tersenyum dan menawarkan tantangan pada Guo Liang ataupun Gunung Teratai untuk melawan pengawalnya.
“Bagaimana jika salah satu dari kalian melawan pengawalku?”
__ADS_1
“Jika pengawalku menang, aku harap kalian tidak lagi memberikan pendapat agar aku menerima tawaran Kaisar Tang! Aku juga ingin kalian bergabung kedalam sebuah pasukan yang akan kubentuk secara khusus!”
“Situasi sekarang membutuhkan kerjasama dari semua pihak dan bukannya saling menyalahkan dan menjatuhkan!”
Mendengar ucapan Yang Ruan membuat Guo Liang diam begitu juga dengan Patriark Gunung Teratai yang bernama Xing Zhuo.
“Kalau begitu, perkenankan hamba untuk melawan pengawalmu Ratu...” Justru Juan Fu bangkit dan menawarkan diri untuk bertarung.
“Baiklah.”
“Jika pengawal yang anda banggakan kalah, apa yang terjadi Ratu?”
“Aku akan menerima usulan kalian yang ingin mengambil cara damai. Walau aku membencinya, tetapi aku tidak mempunyai pilihan lain selama rakyatku hidup dengan tentram dan damai.”
Juan Fu terkejut seakan tak rela melihat gadis yang memiliki kecantikan surgawi ini menjadi selir Kaisar Tang. Pandangan Juan Fu pun jatuh kepada Shu En dan menatapnya dingin.
“Berdiri, kita akan bertarung!” tegas Juan Fu.
Shu En pun tertawa pelan, “Apa yang kau katakan? Aku seorang penasehat dan tidak dapat bertarung. Lawanmu bukanlah aku tetapi Kakak Xia.”
“Kakak Xia? Jangan banyak alasan!”
Saat melihat Tang Xia maju, seketika Juan Fu terdiam. Paras Tang Xia tidak kalah cantiknya dengan Yang Ruan bahkan Tang Xia bisa dikatakan lebih dewasa.
‘Gadis ini berada di tahap Alam Suci... Tidak sepertinya Alam Bumi...’ Guo Liang mencoba menebak tingkat kultivasinya Tang Xia.
‘Apa dia mencoba menyembunyikan tingkat kultivasinya?’ Reaksi Xing Zhuo saat melihat Tang Xia.
Untuk Juan Fu yang berada pada tahap Alam Suci terlihat penuh percaya diri melawan Tang Xia.
“Nona Xia, aku tidak akan bertarung dengan sungguh-sungguh. Jadi jangan khawatir karena aku tidak ingin melukaimu.” Juan Fu tersenyum saat melihat wajah Tang Xia sangat berbeda dengan ekspresi cuek yang ditunjukkan Tang Xia.
Setelah pertarungan dimulai, Juan Fu pun terlihat tidak bergerak dan Tang Xia lah yang memulai serangan pertamanya. Penuh kejutan serangan pertama Tang Xia mengenai dada dan ulu hati Juan Fu, hanya dalam beberapa gerakan saja Juan Fu sudah dikunci pergerakannya oleh Tang Xia.
“Hanya karena aku seorang wanita, kau terlalu meremehkannku, Tuan Juan!” ujar Tang Xia saat hendak melepaskan pukulan.
‘Apa ini sungguhan? Tubuhku terasa lemas!’ Juan Fu masih terlihat tidak percaya saat dirinya dibuat tidak berkutik dalam beberapa gerakan saja.
__ADS_1
Karena tidak ingin mendapatkan kekalahan, Juan Fu pun mengaliri seluruh tubuhnya dengan Qi namun pergerakan cepat Tang Xia berhasil mendaratkan pukulan diwajah Juan Fu.
“Kau kalah.”
Setelah Juan Fu tersungkur ditanah, Tang Xia menginjak badan pria itu dan membuat Juan Fu menelan ludah saat melihat paha jenjang Tang Xia yang indah.
“Dengan ini kita tidak perlu lagi pertemuan tidak berguna ini! Pertemuan ini dibubarkan!” Yang Ruan langsung menegaskan dan pergi dari ruangan diikuti Shu En.
Sementara itu Juan Fu harus menerima kekalahan memalukan. Bukan hanya Juan Fu saja yang malu bahkan Patriark Gunung Teratai merasa sangat malu saat anak dari mendiang teman baiknya dikalahkan dengan mudah.
Dengan kekalahan Juan Fu, beberapa pejabat istana yang tidak mendukung Yang Ruan menjadi berpikir dua kali. Dan sehari setelahnya, semua pejabat yang tidak mendukung pemerintahan Yang Ruan diberi hukuman mati oleh Yang Ruan setelah terbukti bekerjasama dengan Kekaisaran Tang dan mengambil upeti dari penduduk untuk kepentingan sendiri.
Didalam ruangannya, Shu En menatap beberapa topeng iblis yang memiliki warna berbeda-beda. Saat Shu En sedang asyik menatap topeng iblis tersebut, Yang Ruan dan Tang Xia masuk kedalam ruangannya.
“Berapa orang yang bergabung kedalam pasukanmu, Ratu?” Shu En bertanya.
“Sekitar dua puluh orang. Pendekar En, bisakah kau memanggilku Ruan‘er saat kita berdua atau bertiga bersama Kakak Xia? Aku tidak ingin dipanggil Tuan Putri ataupun Ratu!”
“Hah? Kau ini kenapa Adik Ruan?!” Tang Xia yang mendengarnya terkejut dan tidak percaya.
“Bisa, jika itu yang kau inginkan.” Shu En tersenyum lalu menatap Tang Xia yang berbicara kepada Yang Ruan.
“Kakak Xia.” Panggil Shu En.
“Apa?!” Tang Xia langsung menatap sengit Shu En dan begitu tajam.
“Apa kau juga ingin dipanggil seperti itu, Xia‘er?”
Mata Tang Xia melebar dan langsung tersenyum lebar, ‘Bocah ini!’
“Adik Shu! Apa kau mempermainkanku?!”
Sebuah pukulan yang dipenuhi energi membunuh itu hampir menyentuh wajah Shu En jika tidak ditahan. Shu En hanya tertawa saat Tang Xia memarahi dirinya.
“Daripada membahas panggilan, apa kau sudah mendapatkan kabar dari Baihu?” tanya Tang Xia kepada Shu En.
“Baihu, ya? Sampai saat ini aku belum mendapatkan kabar darinya.”
__ADS_1
Shu En mengepalkan tangannya dan merasa cemas dengan keadaan Zhang Xue serta Hong Zi Ran.