
...L.O.S.E 78 - Death Seal...
Dua hari setelah meninggalkan Kota Hanju, Shu En memilih untuk bersembunyi disitu tempat yang ada di Provinsi Zhuge bersama Tang Xia. Shu En sudah mengetahui lokasi dimana prajurit Kekaisaran Tang bersembunyi dan berkumpul untuk mengepung Kota Zhuge.
Situasi di Kota Zhuge bisa dibilang akan menjadi medan perang saudara untuk beberapa hari kedepan. Kesempatan ini digunakan Shu En untuk bernegosiasi dengan Zhuge Yuan.
“Apa kau yakin ingin bernegosiasi dengan mereka?” tanya Tang Xia karena kali ini dirinya tidak sependapat dengan Shu En.
“Mereka bisa menjadi bidak yang bagus. Setelah menggulingkan pemerintahan Tang Lang, kau akan membutuhkan seorang pendukung Kakak Xia. Keluarga Zhuge bisa mengambil peran itu.” Shu En menjelaskan jika keluarga Zhuge berkhianat maka mereka semua akan dia bunuh.
“Dengan segel kematian milik Shen Long, mereka akan mati jika berkhianat.” Shu En menambahkan jika dirinya ingin menggunakan teknik pada semua orang yang ia kenal agar tidak mengalami pengkhianatan kembali.
“Cara berpikirmu sungguh mengerikan...” Tang Xia menggelengkan kepalanya setelah mendengar rencana Shu En.
“Sepertinya rombongan pasukan dari keluarga Han sudah tiba.” Shu En langsung melompat keatas awan dan mengajak Tang Xia mengamati situasi.
Mereka berdua bisa melihat jelas jika situasi di Kota Zhuge sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Sekitar sepuluh ribu pasukan mengelilingi Kota Zhuge bersiap menghujani anak panah kearah kota tersebut.
Selain itu rombongan pasukan dari keluarga Han berada didepan gerbang dan meminta Zhuge Yuan untuk membuka gerbang dan mempersilahkan mereka masuk.
“Tunggu sebentar... Ada yang aneh disini...” Shu En mengamati ketenangan keluarga Zhuge dalam mengatasi masalah ini.
Selama dua hari Shu En mencoba mencari informasi tentang keluarga Zhuge, namun dirinya hanya menemukan informasi tentang pertempuran yang tidak bisa terhindarkan.
“Apa perasaanku saja jika keluarga Zhuge memiliki siasat untuk mengatasi hal ini?” ujar Tang Xia.
__ADS_1
“Hari sudah mulai gelap dan sepertinya kita akan melihat apa yang kita tunggu Adik Shu.” Tang Xia menambahkan saat melihat bayangan rombongan keluarga Zhuge yang membuka gerbang kota.
Dibawah sana terlihat Zhuge Yuan yang dikawal beberapa kultivator untuk menghadap Han Wuya. Disekitar Han Wuya terlihat ada Panglima Song Ba, Jendral Lu Konghai dan Han Xiong.
“Akhirnya kau membuka gerbangnya, bocah Zhuge!” Han Wuya menyeringai dan menatap sebal Zhuge Yuan yang tersenyum.
“Selamat malam Paman Han. Sepertinya kau terlihat baik-baik saja ya? Maaf, aku tidak membuka gerbang kota karena mendengar ada kerusuhan diluar kota. Selain itu seharian ini aku menikmati waktuku dengan Bibi Han.” Zhuge Yuan tersenyum meremehkan Han Wuya dan membuat pria paruh baya itu tertawa.
“Kau tidak sadar dengan posisimu sekarang bocah?!” Han Wuya menatap tajam Zhuge Yuan dan mengepalkan tangannya.
“Tenanglah, Tuan Han! Sebaiknya kita menyelesaikan masalah ini dengan baik!” Panglima Song Ba turun tangan, namun itu membuat Zhuge Yuan tertawa terbahak-bahak.
“Menyelesaikan masalah dengan baik katamu?! Kalau begitu hidupkan kembali orang tuaku! Han Wuya, kau telah memperkosa Ibuku dan membunuh Ayahku! Jangan seolah-olah kau bertindak seperti korbannya!” Zhuge Yuan menatap Han Wuya dengan mata melotot menunjukkan kemarahan.
Zhuge Yuan menghentakkan kakinya dengan kasar ke tanah dan mengangkat tangan kanannya. Tindakannya ini membuat Panglima Song Ba menatapnya waspada, namun sebelum Panglima Song Ba bergerak tiba-tiba tubuh Han Xiong meledak.
“Apa?! Han Xiong?!” Han Wuya terkejut dan berusaha menyelamatkan diri, namun pria paruh baya itu gagal menyelamatkan diri dan mendapatkan luka yang fatal.
Banyak yang tewas disekitar Han Xiong. Kejadian ini membuat Tang Xia langsung menoleh kearah Shu En karena pemuda itu ternyata sudah bernegosiasi dengan Zhuge Yuan.
“Apa yang kau rencanakan dengan ini?” Tang Xia penasaran dan bertanya.
“Aku meminta orang itu untuk memberikan informasi tentang kemampuan anggota Jalan Naga Hitam yang pernah kita lawan dan akan mendukung pemerintahanmu.” Shu En memberitahu sebelum ia tersenyum menyeringai dan memulai aksinya untuk menyerang sepuluh ribu pasukan Kekaisaran Tang.
“Kakak Xia, saatnya giliranku tiba!” Shu En memakai topeng Iblis hitam dan terjun kebawah tepat didepan mayat Han Wuya.
__ADS_1
“Apa yang terjadi?! Siapa orang ini?!” Jendral Lu Konghai yang berhasil menyelamatkan diri dari ledakan menatap Shu En waspada.
“Keparat! Luka bakar ditubuhku sangat menyakitkan!” keluh Jendral Lu Konghai saat menyadari tangan kirinya yang terbakar sulit disembuhkan.
“Apa kau berniat memberontak Zhuge Yuan?! Kau tidak akan bertahan lama jika bertindak demikian!” ujar Panglima Song Ba mengingatkan.
Zhuge Yuan melirik Shu En yang berdiri dihadapannya dan tersenyum licik.
“Berkhianat? Aku sama sekali tidak melakukan itu! Aku hanya memikirkan bagaimana nasib keluarga Zhuge kedepannya!” Zhuge Yuan langsung mengangkat tangannya dan memberikan isyarat pada kultivator yang bekerja menjadi bawahannya untuk menyerang.
Sejumlah anak panah pun berterbangan dari dalam Kota Zhuge kearah prajurit Kekaisaran Tang. Namun serangan mendadak ini tidak terlalu memberikan dampak karena banyaknya jumlah pasukan musuh.
Panglima Song Ba hanya tertawa geli melihat hal ini dan menatap dingin Shu En beserta Zhuge Yuan.
“Baiklah! Kalian hanyalah keluarga bangsawan rendahan yang kebetulan mendapatkan posisi di pemerintahan Yang Mulia! Malam ini aku akan menghabisi semuanya!” Panglima Song Ba menginjak kepala Han Wuya yang sudah tewas dan bergerak kearah Shu En.
“Semuanya! Hancurkan Kota Zhuge dan bunuh orang didalamnya! Jangan sisakan satupun dari mereka malam ini!” Panglima Song Ba berseru lantang dan dijawab seruan oleh ribuan prajurit.
GRRRRRR!!! ROOOAAAARRR!!!
Seruan lantang yang menggema disambut dengan gemuruh petir dan auman yang memecahkan teriakan. Bulan yang bersinar terang tiba-tiba menjadi gelap dan bayangan seekor Naga nampak mewarnai langit Kota Zhuge.
“Naga... Aku tidak salah melihat bukan?” Panglima Song Ba menelan ludah saat melihat sosok Naga yang terbang diatas langit Kota Zhuge.
“Aku akan mempersembahkan nyawa kalian pada Iblis yang ada ditubuhku! Jangan khawatir! Kematian kalian akan menjadi kekuatanku!” Suara dingin Shu En dalam sekejap membuat Panglima Song Ba dan Jendral Lu Konghai ketakutan.
__ADS_1