Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 92 - Cheng Guan Restaurant


__ADS_3

...L.O.S.E 92 - Cheng Guan Restaurant...


Shu En melanjutkan perjalanannya menuju Kekaisaran Shu, dengan bekal makanan seadanya ia pun bergerak menuju Provinsi Han dan terbang melewati aliran sungai yang langsung menuju wilayah Kekaisaran Shu.


“Aku bisa menyerahkan Kekaisaran Yang kepada Queque, sementara itu aku akan menemui orang tua itu!” Shu En mengingat Jing Yang yang memintanya untuk bertemu di Tanah Hijau Dong.


Untuk sampai ke wilayah Kekaisaran Shu, tempat pertama yang harus Shu En lalui adalah Seribu Pulau Xingma. Seribu Pulau Xingma adalah wilayah Kekaisaran Shu yang berbatasan langsung dengan Provinsi Han.


Alasan mengapa wilayah itu dikenal dengan Seribu Pulau Xingma karena banyaknya pulau yang berada di wilayah tersebut dan membentuk sebuah wilayah yang saling berdekatan.


Saat ini Seribu Pulau Xingma dikuasai oleh keluarga bangsawan Guang dan keluarga bangsawan Ma. Setelah kabar kematian Shu Liang, Kekaisaran Shu dikuasai oleh sekelompok kultivator yang membentuk sebuah nama Perintah Langit.


Kemampuan kultivator Perintah Langit ini hampir mencapai Alam Dewa berkat campur tangan Shu Liang. Bahkan Shu Liang semasa hidup ingin mengajuk anggota Perintah Langit sebagai seorang Immortal, namun takdir berkata lain.


Kematiannya justru membuat orang-orang yang ia tolong mengambil harta, tahta dan semuanya. Sudah sebulan ini Perintah Langit ingin memperluas pengaruh mereka keluar dari Pulau Suci Shu.


Seribu Pulau Xingma dan Tanah Hijau Dong adalah tujuan Perintah Langit untuk memperluas pengaruh mereka. Tanpa mengetahui pewaris tahta yang sesungguhnya masih hidup, Perintah Langit menggunakan kekuasaan mereka dengan semena-mena.


“Manusia selalu dibutakan oleh kekuasaan. Aku sudah bertemu dan melihatn orang seperti itu berulang kali. Ditempat ini mereka juga sama...” Shu En menggumam sendiri sembari memperhatikan Seribu Pulau Xingma dari atas udara.


Tempat yang damai dan indah ini sangat cocok menjadi destinasi wisata para bangsawan dan orang-orang kaya. Untuk mengetahui lebih lanjut apa yang sedang terjadi di Seribu Pulau Xingma, Shu En pun memutuskan untuk turun kebawah dengan menghilangkan hawa keberadaannya.

__ADS_1


‘Baihu, Xudong, aku ingin kalian mencaritahu tentang keluarga bangsawan yang menguasai Seribu Pulau Xingma dan kelompok bernama Perintah Langit.’ Melalui telepati Shu En memberikan perintah kepada Baihu dan Xudong.


“Lagi-lagi kau memanggil kami berdua untuk melakukan tugas bodoh seperti ini! Harga diriku sebagai seekor siluman terluka!” ujar Baihu sambil menerkam Shu En dengan wujud kecilnya yang menggemaskan.


“Sepertinya kau sudah berkembang sangat jauh dari saat pertama kali kita bertemu, Tuanku.” Xudong memperhatikan Shu En yang terlihat lebih dewasa dan tenang dibandingkan saat terakhir kali mereka bertemu.


“Jangan banyak bicara dan cepat pergi.”


Sementara Shu En berjalan menuju sebuah kedai makan, Baihu dan Xudong langsung berjalan mengelilingi wilayah Seribu Pulau Xingma.


Pulau kecil yang mengelilingi wilayah Xingma menjadi alasan tempat ini dikenal sebagai Seribu Pulau Xingma. Suasana yang nyaman dan tenang ini membuat Shu En menikmati sore hari di Seribu Pulau Xingma sambil memakan mie kuah yang telah dia pesan.


“Tuan Muda, aku jarang melihatmu disini. Apa kau pendatang?” Pemilik kedai makan bertanya kepada Shu En karena tampang pemuda itu yang rupawan.


“Nafsu makanmu sangat besar, Tuan Muda...” Pelayan kedai makan tersenyum dan memperhatikan Shu En yang menikmati mie kuah buatan mereka.


Selesai makan, Shu En pun mengatakan kepada pemilik kedai makan jika dirinya adalah seorang pengelana yang sedang mencari pemuda seumurannya.


“Aku mendengar rumor jika pewaris tahta Kekaisaran Shu masih hidup. Jika benar maka dia seusiaku.”


Mendengar pengakuan Shu En tentu saja membuat pemilik kedai makan tertawa. Menurut pemilik kedai makan, saat ini Kekaisaran Shu sedang dalam masa yang bergejolak.

__ADS_1


“Aku mendengar rumor jika keluarga Dong dan keluarga Guang bekerjasama untuk menggulingkan pemerintahan Perintah Langit. Bahkan setelah kematian Kaisar sebelumnya, negeri ini masih seperti ini...” Pemilik kedai makan menghela nafas sebelum mengeluh, “Entah siapa yang akan menjadi pemimpinnya, tidak akan berpengaruh kepada orang biasa seperti kami.”


Mendengar itu Shu En pun tersenyum tipis. Dengan mendiskusikan tentang Perintah Langit, akhirnya Shu En mengetahui beberapa informasi dari pemilik kedai makan dan akhirnya ia bisa pergi dengan perut yang kenyang.


“Tuan Muda, jika berkenan bisakah memberitahu namamu.” Pemilik kedai makan berkata.


“Tuan, ingat ini orang yang didepanmu kelak akan sering berkunjung kemari. Aku adalah Shu En.” Setelah memberitahu namanya, tubuh Shu En lenyap seperti terhempas angin begitu saja.


Pelayan dan pemilik kedai makan yang sedang menata mangkuk langsung terkejut. Suara mangkuk yang pecah pun terdengar saat mereka semua tidak sengaja menjatuhkan karena mengetahui identitas Shu En yang sebenarnya.


“Shu... En? Hei, apa dia benar-benar anak dari Yang Mulia Shu Jiang!” Pemilik kedai makan keluar dan mencoba mencari keberadaan Shu En namun pemuda itu tidak ditemukan dimanapun.


“Pemilik, sepertinya akan terjadi sesuatu yang besar dinegeri ini. Aku harap kita semua baik-baik saja.”


“Benar, sebenarnya aku takut jika pengaruh Perintah Langit sampai ke tempat ini.”


“Kita hanya bisa berdoa yang terbaik untuk keberlangsungan negeri ini...”


Pemilik kedai makan tersenyum hangat melihat pelayan yang bekerja dengannya mengkhawatirkan masa depan mereka dan negeri ini.


“Tidak perlu khawatir! Malam ini aku akan memberikan satu mangkuk mie kuah gratis kepada kalian semua!”

__ADS_1


Sementara suasana suka cita di kedai makan yang dikenal dengan nama Rumah Makan Cheng Guan sedang berlangsung, Shu En mengamati pergerakan beberapa orang dari atas menara tertinggi di Seribu Pulau Xingma dan mengambil tindakan untuk mengamati dari dekat.


‘Sepertinya Baihu dan Xudong juga sudah menemukan informasi yang kucari.’ Shu En membatin sebelum menghilang hawa keberadaannya, ‘Saatnya bergerak!’


__ADS_2