Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 48 - Shu En vs Long Wang


__ADS_3

...L.O.S.E 48 - Shu En vs Long Wang...


Shu En menyadari jika Long Wang tidak bisa terus-menerus menghentikan waktu, terlebih kemampuannya itu sangatlah merepotkan dan bisa berakibat fatal padanya jika ia tidak segera mengetahuinya.


‘Ini akan sulit! Aku harus menghabisinya sebelum dia menghentikan waktu!’ Shu En berpikir dan mempersingkat jaraknya dengan Long Wang sebelum melepaskan serangan yang cepat.


Long Wang tersentak kaget saat pukulan Shu En menghempaskan tubuhnya kearah pegunungan es. Shu En langsung menjaga jarak setelah melakukan serangan tersebut, kemudian dari jarak jauh ia melepaskan serangan beruntun yang membuat Long Wang terpojok.


Semburan api yang dilakukan Shu En membakar apa saja yang ada disekitarnya. Namun hal itu hanya sebagai umpan semata sebelum Shu En mengamati reaksi Long Wang yang mengendalikan es disekitarnya.


Kemampuan Long Wang yang dapat mengendalikan banyak elemen sangatlah merepotkan, terlebih pria itu dapat menghentikan waktu selama tiga detik.


‘Dia menjaga jarak dariku! Percuma saja karena pada akhirnya kau tetaplah masih seorang manusia, bocah Shu!’ Long Wang membatin sambil menciptakan dinding es yang tinggi.


Kemudian Long Wang terbang ke atas dan memanipulasi es disekitar pegunungan. Dengan kemampuannya itu Long Wang menciptakan ombak es yang mengarah pada Shu En dan menghantam tubuh pemuda tersebut.


Shu En juga menciptakan dinding es sebelum akhirnya dia melepaskan tekanan gravitasi yang besar. Apa saja yang disekitarnya hancur dan tidak membuatnya terluka. Keduanya terlihat sama-sama menjaga jarak karena menyadari seberapa kuat mereka.


“Aku tidak menyangka kau jauh lebih dewasa dibandingkan umurmu itu! Aku berpikir kau akan mudah terprovokasi tetapi sebaliknya, kau bersikap tenang!” ujar Long Wang memuji Shu En.

__ADS_1


“Tenang katamu? Aku hanya menahan amarahku! Makhluk jadi-jadian sepertimu tidak akan memahami perasaanku?” Shu En membalas sambil mengarahkan sebuah pedang yang dipenuhi tekanan gravitasi.


“Serangan kita tidak akan ada habisnya!” Long Wang pun menangkis pedang tersebut dan berada dalam jangkauan tekanan gravitasi Shu En.


“Aku bertaruh dan akan membunuhmu!” ujar Long Wang saat tubuhnya terkena tekanan gravitasi.


Disaat yang bersamaan ombak es tercipta disertai badai yang menghantam apa saja disekitarnya. Hal ini membuat Shu En kehilangan jarak pandang saat dihadapannya muncul sekitar lima badai es yang melindungi Long Wang.


Dengan segenap kemampuannya Shu En menciptakan tubuh bayangan kembali, sedetik kemudian waktu pun berhenti dan Long Wang langsung mempersingkat jarak dan memenggal kepala Shu En.


Namun saat waktu kembali berjalan, Long Wang berdecak kesal karena yang ia penggal adalah tubuh bayangan Shu En. Sebelum Long Wang menyadari keberadaan Shu En, pria itu tersenyum lebar saat merasakan hawa dingin dilehernya.


“Apa maksudmu?” Shu En memotong kepala Long Wang dan langsung menendang badannya sekuat tenaga.


Saat kepala Long Wang menggelinding tepat dihadapan kakinya, Shu En melihat jelas mata Long Wang yang melotot dan mulutnya tersenyum lebar.


“Akhirnya kau mati-” Shu En tidak melanjutkan ucapannya saat melihat bibir Long Wang bergerak.


“Matilah, bocah Shu!”

__ADS_1


Shu En terkejut saat mengetahui Long Wang masih dapat berbicara dengan kepala yang terpotong. Dengan cepat Shu En membakar tubuh dan kepala Long Wang, namun tak lama sesuatu yang tidak terduga terjadi.


Shu En terkena serangan mematikan saat kepala Long Wang meledak dan menghancurkan apa saja dalam jangkauan 10 KM.


“Argh!!!” Shu En merasakan rasa sakit disekujur tubuhnya dan menemukan dirinya terkapar diatas tanah yang membeku.


Saat itu Shu En menyadari bahwa Long Wang telah menjauh darinya dan bergegas menuju Pegunungan Seribu Es untuk mematahkan ilusi yang dimaksud.


Dengan susah payah Shu En bangkit berdiri dan menyadari tubuhnya dipenuhi luka melepuh. Api Phoenix dapat menyembuhkan lukanya, namun Shu En tetap merasakan rasa sakit yang mengerikan.


“Tidak ada waktu untuk meratapi ini, aku harus bergegas mengejar sialan itu!” Shu En pun memulihkan tubuhnya secepat yang dia bisa dan memanggil Feifei sang Phoenix Es untuk menyelamatkan Cao Jin dan Wu Tian.


“Feifei, pastikan mereka berdua selamat dan beritahu mereka untuk bergegas mengikutiku! Aku akan pergi duluan!” ujar Shu En setelah dapat menggerakkan badannya yang sempat dipenuhi luka bakar.


“Bocah manusia, sosok yang kau lawan itu adalah manusia yang berubah menjadi Iblis. Matahari adalah kelemahannya. Jika kau tidak dapat mengalahkannya, satu-satunya cara adalah menahannya sampai matahari terbit.” Feifei memberitahu Shu En sebelum terbang menuju Gunung Menangis.


“Aku tidak bisa terus-menerus menggunakan tubuh bayangan. Teknik itu sangat menguras energi ku. Terlebih matahari terbit masihlah lama...” Shu En berkata sambil memegang dadanya.


“Situasi ini benar-benar tidak menguntungkan diriku!” ujar Shu En saat menyadari energi spiritual yang tersisa dalam tubuhnya.

__ADS_1


Kemudian dengan kecepatan tinggi Shu En pun memasuki Pegunungan Seribu Es untuk mengejar Long Wang yang mengincar pemilik Tubuh Yin.


__ADS_2