Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 99 - Outcast Territory, Juesha.


__ADS_3

...L.O.S.E 99 - Outcast Territory, Juesha....


Shu En memanggil Baihu dan Xudong untuk mengendus pergerakan Jalan Naga Hitam yang masih tersisa di Kekaisaran Shu. Sejauh ini Pulau Suci Shu dan Pulau Salju Rembulan telah dikuasai, tidak menutup kemungkinan mereka juga berada di Tanah Hijau Dong.


Sementara Shu En selesai membuat tanda segel teleportasi di beberapa wilayah Tanah Hijau Dong, Baihu dan Xudong juga selesai menyelesaikan apa yang Shu En perintahkan kepada keduanya.


“Aman saja bocah situasi di pulau ini, namun aku mencium adanya energi seperti milik Dewa Iblis. Apa di pulau ini ada roh dewa yang tersegel?” ujar Baihu memberitahu Shu En.


Energi spiritual itu sudah pasti milik Jing Yang. Baihu tidak mengetahui jika Shu En dan Tang Xia sudah melakukan kontak dengan Jing Yang sang Dewa Matahari.


“Aku lebih suka disuruh untuk membunuh orang yang mengusikmu dibandingkan menjadi hewan pelacak seperti ini!” Sementara itu Xudong mengeluh dan berharap dapat meningkatkan kekuatannya dengan membunuh musuh-musuh Shu En.


“Siluman seperti kalian akan semakin kuat jika membunuh seorang Kultivator bukan? Baiklah, besok aku akan meminta kalian berdua melakukan sesuatu. Kita akan berurusan dengan Ras Immortal.” Shu En tersenyum dingin kepada Xudong dan membuat Siluman itu meraung.


“Sepertinya Shen Long sudah memberitahumu bukan? Menarik! Aku akan mengikutimu, bocah!” Setelah itu Xudong pun kembali bersama dengan Baihu.


Selepas kepergian kedua siluman tersebut, Shu En langsung bergerak menuju sebuah pelabuhan yang ada di Tanah Hijau Dong dan berangkat menuju Pulau Suci Shu dengan kemampuan terbangnya.


‘Tidak ada tanda-tanda penyusup di pelabuhan. Ini adalah hal yang bagus, aku akan membuat perhitungan denganmu Kong Guan!’ Shu En membatin menahan amarahnya dan bergerak dengan kecepatan tinggi menggunakan energi Qi miliknya dalam jumlah besar.


Kemampuan terbang Shu En lebih cepat sepuluh kali lipat dari yang biasa ia lakukan. Jarak yang seharusnya ditempuh mencapai tiga hari itu bisa ia tempuh dalam kurun waktu sepuluh jam saja.


Pulau Suci Shu merupakan wilayah yang sakral di Kekaisaran Shu. Namun itu hanyalah sebuah kenangan dahulu, setelah Shu Jiang tiada semuanya berubah.

__ADS_1


Semenjak Shu Liang mengambil alih tahta Kekaisaran Shu, Pulau Suci Shu merupakan sebuah tempat diskriminasi yang sangat memprihatinkan. Disana semua orang yang baru datang akan melihat kesenjangan sosial antara bangsawan dan rakyat jelata.


Pulau Suci Shu dibagi menjadi tiga wilayah yakni dataran pinggir yang dihuni penduduk miskin dan tidak berkecukupan atau lebih dikenal dengan Wilayah Juesha.


Lalu daerah yang dihuni para penjahat yang dikumpulkan Shu Liang dan kultivator aliran hitam, tempat ini dikenal dengan sebutan Gunung Biru Laut.


Kemudian wilayah utama yang ditempati prajurit khusus dan mendapatkan kepercayaan Shu Liang, Ibukota Shuyang. Disana banyak bangsawan yang tunduk kepada Shu Liang dan mengambil jalan yang sama dengan Paman dari Shu En tersebut.


Mereka membuang rasa kemanusiaan dan berlomba meningkatkan kultivasi dengan bantuan dari Ling Tian dan beberapa rekannya yang membaur di Ibukota Shuyang.


Setelah kematian Kong Guan, situasi di Pulau Suci Shu jauh lebih memprihatinkan karena orang-orang di Wilayah Juesha akan dijadikan sebagai tumbal pengorbanan untuk Ling Tian.


Bukan tanpa alasan tindakan Jalan Naga Hitam meminta Shu Liang membuat Pulau Suci Shu menjadi seperti ini, semuanya demi hari yang telah ditentukan untuk meningkatkan kekuatannya.


Setelah terbang selama beberapa jam, Shu En melesat ke langit sambil meningkatkan indera spiritualnya. Disana lah Shu En baru menyadari ada sebuah segel kuno yang mengeluarkan energi spiritual beraura jahat.


“Hmmm... Itu segel yang kuat. Apa tujuan mereka membuat segel diatas langit ini?” Shu En bertanya-tanya dan mencoba mendekat.


Setelah mendekat barulah Shu En sadar jika segel kuno itu tepat berada di pelabuhan dan Wilayah Juesha. Saat itu juga Shu En menyadari jika ini adalah sesuatu yang sudah direncanakan.


Akhirnya Shu En pun mencoba menghancurkan segel kuno tersebut. Saat matahari mulai terbenam dan menjelang malam, segel kuno itu melepaskan energi spiritual yang lebih besar daripada saat dalam kondisi siang ataupun sore hari.


“Shen Long! Zhuan!” Shu En memanggil Shen Long dan Zhuan.

__ADS_1


Seketika sesosok Naga Emas muncul bersama dengan Phoenix Api pada waktu yang sama. Shu En pun hendak menjelaskan kepada keduanya, namun tiba-tiba ada sentuhan telapak tangan dipundaknya.


“Hmmm... Jadi kau keturunannya Shu Long? Siapa namamu kalau tidak salah... Hmmm...”


Seketika Shu En terkejut bukan kepalang dan langsung membalikkan badannya. Secepat kilat Shu En bergerak mengeluarkan api yang mengarah pada sosok misterius yang tiba-tiba muncul di segel kuno saat malam hari tiba.


“Shu En bukan?” ujar pria berambut hitam dengan paras yang tampan itu. Serangan Shu En pun dia hempaskan dengan ayunan tangannya saja.


“Kau! Siapa kau?! Apa kau orang yang membuat segel itu?!” Shu En menatap tajam pria itu dan tidak melepaskan kewaspadaannya.


“Tidak penting siapa dia, bocah manusia! Tidak salah lagi energi ini adalah milik Ras Immortal! Dia Iblis!” Shen Long langsung membuka mulutnya dan menyemburkan api yang membentuk sebuah matahari kecil.


Shu En dan Zhuan terkejut melihat Shen Long menggunakan kemampuan itu. Serangan yang mengandung energi spiritual dalam jumlah besar itu langsung mengarah pada pria tersebut.


“Sungguh tidak sopan sama sekali! Seharusnya kau mengajari sopan santun kepada salah satu Lima Pertanda Maut ini!” Pria itu tersenyum lebar sebelum tubuhnya menghilang dari pandangan Shu En.


BOOM!!!


Ledakan besar yang menggema dilangit Juesha itu membuat gelapnya malam menjadi terang benderang. Serangan mematikan Shen Long itu berhasil dihindari oleh pria yang menampakkan kehadirannya dihadapan Shu En.


“Seharusnya kau menyapaku dengan membawakan darah manusia yang lezat. Aku adalah kakek, bukan aku adalah buyutmu, tidak aku lebih dari itu...” Pria itu tersenyum sinis sebelum mengeluarkan Aura Iblis kepada Shu En dengan jumlah besar, “Aku adalah leluhurmu, bocah! Shu Xinrui!”


Akhirnya Shu En bertemu dengan salah satu dari beberapa Ras Immortal yang menyebabkan kekacauan di dunia ini. Shu Xinrui adalah salah satunya. Kini keduanya saling berhadapan diatas langit Juesha, Pulau Suci Shu.

__ADS_1


__ADS_2