Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 30 - Bit of Truth


__ADS_3

L.O.S.E 30 - Bit of Truth


ARC 1 - Fall To Rise


Suara teriakan Jie Hung dan Wang Zhi membuat Liu Fen dan Jin Ho tidak berkutik selain melihat bagaimana tubuh keduanya dimakan oleh hiu buas yang merupakan siluman milik Shu En.


‘Aku sama sekali tidak bisa mengingat siapa pemuda ini! Tetapi kemampuannya melebihi kami semua!’ Liu Fen membatin dan menyadari nasibnya yang diujung tanduk.


Sementara itu Jin Ho menatap Shu En dengan nafas tersengal-sengal karena tidak sanggup menahan tekanan intimidasi. Terpikir dibenak Jin Ho untuk mengucapkan sumpah setia kepada Shu En, namun mulutnya tidak dapat mengatakan apapun saat terbuka karena aura yang dilepaskan Shu En.


‘Bergerak! Berbicara! Aku tidak ingin mati!’ ujar Jin Ho dalam hati.


Saat Shu En berdiri dihadapan kedua pria itu, seketika tubuh Liu Fen dan Jin Ho terduduk ditanah. Keduanya benar-benar tidak dapat mengendalikan tubuh mereka setelah menyadari kekuatan yang dilepaskan Shu En.


“Kau berdiri.” Shu En berkata kepada Jin Ho.


Reflek tubuh Jin Ho berdiri dengan kedua kaki yang gemetar. Namun tepat setelah dirinya berdiri, Shu En langsung menghajar perut Jin Ho dengan telak.


BOOOMMM!!!


Tanpa ampun Shu En melapisi kedua tangannya dengan Qi dan menghujami perut Jin Ho dengan pukulan hingga berlubang.

__ADS_1


Mulut Jin Ho terbuka lebar hendak berteriak namun lehernya dihancurkan Shu En dengan begitu cepat. Tidak berhenti sampai disitu Shu En memegang kepala Jin Ho dan menghantamnya ketanah hingga hancur.


Detik itu juga nyawa Jin Ho melayang ditangan Shu En. Kemampuan mutlak Shu En saat kehilangan kendalinya berada di Alam Dewa. Seorang kultivator yang kultivasinya berada di tahap Alam Langit seperti Jin Ho dan Liu Fen bukanlah tandingan bagi seorang Shu En.


“Kau terlihat lebih pintar dibandingkan yang lainnya. Katakan padaku siapa yang menyuruhmu?!” ujar Shu En dengan nada yang tegas.


Liu Fen berusaha mengontrol aliran nafasnya yang berantakan karena tekanan intimidasi Shu En. Diantara anggota Kalajengking Hitam, Liu Fen adalah yang terkuat dan yang pernah melihat kemampuan seseorang yang kultivasinya ditahap yang sama dengan Shu En.


‘Yang Mulia Wei Long, apa orang ini adalah orang yang anda maksud? Satu dari tujuh orang yang kultivasinya berada ditahap Alam Dewa dan menghalangi rencana anda!’ Liu Fen menatap topeng yang dikenakan Shu En dengan seksama dan mengingat perkataan Kaisar Wei Long kepada dirinya.


Shu En yang menyadari raut wajah Liu Fen pun mencekik leher pria itu bertenaga hingga suara keretakan tulang terdengar.


Liu Fen yang menyadari bahwa dirinya akan mati langsung memadatkan Qi kedalam tubuhnya dan berniat meledakan dirinya. Teknik yang diberikan Kaisar Wei Long kepada dirinya itu akan sangat berguna untuk saat ini bagi Liu Fen yang tidak ingin merasakan penderitaan.


‘Apa ini?! Tubuhku terasa begitu lemah dan tak bertenaga!’ Liu Fen membatin dan meronta kesakitan saat nafasnya mulai terasa sesak.


Hanya dalam kurun waktu lima menit mulut Liu Fen sudah berbusa dan nyawanya diambang batas. Sekuat apapun ia mencoba melepaskan diri, cengkeraman tangan Shu En sangatlah kuat dan membuatnya benar-benar tidak berdaya.


“Kau memiliki informasi yang sangat berguna!” ujar Shu En setelah melihat ingatan Liu Fen.


Disisa nafas terakhirnya, Liu Fen menatap lemah Shu En yang melepaskan cekikan pada lehernya. Tidak membutuhkan waktu lama untuk Liu Fen menghembuskan nafas terakhirnya setelah Shu En mengetahui informasi yang ia inginkan darinya.

__ADS_1


‘Wei Long... Orang itu adalah dalang dibalik semua yang terjadi enam tahun lalu. Tujuan mereka mengumpulkan Gulungan Seni Naga, Batu Biru Keabadian dan Batu Merah Keabadian. Aku akan menggagalkan rencana mereka.’ Shu En membatin dan tersenyum tipis karena mengetahui secuil kebenaran dari semua tragedi yang terjadi.


Tanpa Shu En ketahui secuil kebenaran itu akan menuntun dirinya pada takdir yang tidak terduga. Shu En menatap tumpukan mayat dari kultivator yang ia bunuh dan mengeluarkan aura pembunuh selama beberapa detik sebelum akhirnya kultivasinya kembali ke tahap Alam Langit.


Saat ini Shu En merasakan kehampaan. Dalam benaknya ia masih belum memaafkan apa yang sudah terjadi enam tahun lalu. Walau sudah membunuh Jie Hung, Wang Zhi ataupun kultivator Kalajengking Hitam, tetapi amarahnya masih belum reda.


Apa yang menimpa Hong Zi Ran membuat Shu En sangat terpukul. Shu En pun memejamkan matanya untuk beberapa saat berusaha menenangkan pikirannya, namun tiba-tiba wajah Xing Rou muncul didalam kepalanya.


Mata Shu En terbuka secara perlahan mengingat peringatan Xing Rou kepada dirinya. Hal ini membuat Shu En berniat bergegas untuk kembali ke Kekaisaran Yang. Namun saat ia membalikkan badan dan melihat Hong Zi Ran yang berdiri, kekhawatiran mulai muncul dibenaknya.


‘Bibi Hong...’ ucap Shu En dalam hati saat melihat tubuh Hong Zi Ran yang terlihat lebih kurus dan lemah.


Saat hendak mendekati Hong Zi Ran, Shu En merasakan hawa keberadaan mendekat dan aura tubuh ini adalah milik Chu Yui dan Su Rong. Akhirnya Shu En pun memutuskan untuk menghilang dari hadapan Hong Zi Ran dan Xhin Diao.


“Ranran!” teriak Chu Yui saat melihat Hong Zi Ran mematung menatap sosok pemuda bertopeng iblis hitam.


“Dia?” Chu Yui yang menyadari keberadaan Shu En berusaha menyapa namun Shu En tiba-tiba menghilang dari hadapan mereka.


“Apa yang terjadi disini?! Mereka semua mati...” Su Rong yang melihat tumpukan mayat kultivator Kalajengking Hitam sulit untuk mempercayainya.


‘Dalam semalam dia membantai Jie Hung dan bawahannya... Lelaki itu berbahaya!’ Su Rong membatin dan menyadari betapa bahayanya Shu En.

__ADS_1


Berbeda dengan Chu Yui yang langsung melepaskan rindu dan kesedihannya kepada Hong Zi Ran, Su Rong mengamati bagaimana Jie Hung, Wang Zhi dan ketiga pemimpin Kalajengking Hitam mati.


__ADS_2