Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 71 - Who is Yueyue?


__ADS_3

...L.O.S.E 71 - Who is Yueyue?...


Sebuah perasaan haus membunuh sangat terasa. Aura pekat yang menandakan kemarahan begitu membara. Namun saat berada dihadapan pria yang menjadi penyebab bentuk segala derita, semua emosi itu sirna.


“Ayahanda! Ayahanda! Kapan kita sampai ke Ibukota Tangzhen?” Terlihat anak perempuan berumur tujuh tahun bergelantungan pada kaki seorang pria bangsawan dengan pakaian kebesarannya.


“Yueyue, masih lama kita sampai di Ibukota Tangzhen. Mungkin lusa kita sampai disana.” Pria tampan itu adalah Shu Liang, paman dari Shu En.


Anak perempuan berumur tujuh tahun itu cemberut karena mengetahui perjalanan menuju Ibukota Tangzhen masih cukup lama.


Sementara itu Shu En yang sudah bersiap hendak menghabisi Shu Liang justru berpindah tempat dan melampiaskan amarahnya dengan menghancurkan pepohonan lewat pukulannya.


Tang Xia yang melihat ini mengerti mengapa Shu En bertindak demikian. Ya, tidak pernah keduanya sangka akan ada seorang bocah disana. Terlebih bocah itu tersenyum polos dan tidak mengetahui apapun tentang perbuatan sang ayah.


“Adik Shu! Berhenti! Kau akan membuat kita ketahuan!” ujar Tang Xia.


Shu En berteriak meluapkan amarahnya lalu menatap Tang Xia dengan sebutan emosinya.


“Katakan padaku Kakak Xia, apa yang harus aku lakukan?! Keparat itu memiliki seorang anak? Bagaimana mungkin dia bisa memiliki seorang anak?! Ini sungguh tidak adil!” Shu En menghantam batu besar hingga hancur berkeping-keping setelah berkata demikian.


“Harus kuarahkan pada siapa kemarahan ini?!” Shu En sebisa mungkin mengendalikan emosinya namun pada akhirnya dia kembali mengamuk dan memporak-porandakan apa saja yang ada disekitarnya.

__ADS_1


Tang Xia memilih menjaga jarak dan mengawasi Shu En dari jarak yang cukup jauh. Setelah Shu En terlihat tenang, Tang Xia langsung mendekat dan berdiri disamping pemuda itu.


“Aku... Aku masih terlalu naif... Seharusnya aku sudah memiliki tekad yang kuat, namun nyatanya aku terlalu lemah...” Shu En berkata lirih dan menatap kosong kedepan.


“Adik Shu, aku juga akan sama sepertimu jika Pamanku itu memiliki seorang anak. Kau harus ingat pada tujuanmu, jika kau ragu maka aku akan menggantikanmu untuk melakukannya.” Tang Xia melirik Shu En yang terlihat putus asa.


“Ini adalah masalahku. Jangan ikut campur, Kakak Xia.” Shu En mengingatkan dengan lemah.


“Jangan ikut campur katamu? Kau pikir kita berdua sudah berapa lama bersama?! Beban yang kita pikul sudah seharusnya kita saling bagi! Kau tidaklah sendirian, Adik Shu! Ada aku disini!” Tang Xia menegaskan bahwa Shu En tidaklah lemah dan sendiri menghadapi takdirnya itu.


“Kakak Xia... Terimakasih...” Shu En tersenyum singkat dan menarik nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan.


“Kita akan kembali dan mengawasi pergerakan Han Xiong dan perseteruan keluarga Han melawan keluarga Zhuge.” Shu En segera mengajak Tang Xia melanjutkan rencana mereka.


Provinsi Han yang ada di Kekaisaran Tang merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan wilayah Kekaisaran Shu. Pulau Seribu Xingma adalah sebutan untuk wilayah yang ada di Kekaisaran Shu dan berbatasan langsung dengan Provinsi Han.


Akses perairan menjadi jalur utama perjalanan kedua wilayah ini. Sementara itu akses perjalanan darat bisa dibilang sulit ditembus untuk para pedagang dan orang biasa karena pegunungan yang membentang luas di Provinsi Han.


“Aku akan mencari informasi tentang anak dari orang itu. Seingatku dia tidak memiliki seorang anak.” Shu En pun menyusup dengan kecepatan tinggi ke arah kerumunan penduduk yang ada pusat perbelanjaan Pelabuhan Han.


Tang Xia juga mengikuti Shu En dan keduanya berjalan berdampingan sambil menajamkan indera pendengaran mereka.

__ADS_1


“Apa sebaiknya kita ke kedai makan untuk mengisi perut Kakak Xia?” Shu En bertanya karena aroma masakan dari arah kedai makan cukup membuat perutnya tergoda.


Tang Xia tersenyum lalu mengangguk kecil. Keduanya pun masuk kedalam kedai makan dan langsung memesan hidangan terbaik disana.


Untuk pertama kalinya Tang Xia memesan arak dan meminumnya dihadapan Shu En.


“Kau masihlah enam belas tahun dan belum boleh meminum ini! Jika umurmu sudah dua puluh tahun, aku akan mengizinkannya!” ujar Tang Xia setelah menghabiskan satu gelas arak.


“Kakak Xia, apa kau sudah mabuk?” Shu En mengerutkan keningnya dan memperhatikan ekspresi wajah Tang Xia.


“Mabuk? Jangan meremehkanku! Aku tidak akan mabuk karena minuman seperti ini!” Tang Xia mengelak dan langsung menyantap daging yang ada dimeja.


Shu En hanya bisa menghela nafas melihat tingkah Tang Xia. Selain melegakan rasa penasarannya, Shu En juga mendengar pembicaraan menarik dari pengunjung kedai makan yang membahas masalah perseteruan keluarga Zhuge dan keluarga Han.


Bisa dibilang kedatangan Kaisar Shu ke Kekaisaran Tang yang melewati Provinsi Han dan Provinsi Zhuge akan menjadi konspirasi.


“Saat kedua belah pihak terpecah belah, kita akan menyerang mereka secara diam-diam...” Shu En menggumam pelan dan memegang gelas milik Tang Xia.


“Sudah kubilang kau belum cukup umur Adik Shu! Hiks!” Tang Xia menegur dan bersendawa setelahnya.


“Cukup, Kakak Xia. Aku malah jadi khawatir dengan kondisimu ini.” Shu En langsung membayar biaya makanan yang mereka pesan sebelum pergi meninggalkan kedai.

__ADS_1


Setelah menikmati makanan di Pelabuhan Han, Shu En dan Tang Xia pun melanjutkan perjalanan mereka menuju Kota Hanju.


__ADS_2