Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 36 - Thousand Ice Mountains


__ADS_3

L.O.S.E 36 - Thousand Ice Mountains


ARC 2 - Blue Moon War


Peperangan di Xudong meninggalkan sejumlah luka dibenak masyarakat Kekaisaran Yang. Dunia kultivator yang kejam membuat mereka tidak bisa berbahasa banyak setelah mengetahui apa yang menimpa Yang Ruan.


Namun secercah harapan itu masih ada. Ditengah situasi yang genting ini Shu En melatih beberapa orang dan membentuk sebuah kelompok bayang-bayang yang bergerak sesuai perintah darinya.


Untuk mendapatkan kepercayaan orang-orang disekitarnya, Shu En memberitahu mereka semua mengenai identitas dirinya. Tidak ada yang pernah menyangka jika seorang penasehat Ratu Yang berpura-pura terlihat lemah.


Awalnya Shu En berniat mengajak Xing Zhuo untuk bergabung kedalam sebuah organisasi khusus yang ia bentuk, namun Xing Zhuo menolaknya karena Gunung Teratai merupakan warisan leluhurnya dan akan ia teruskan kepada Xing Rou.


Mendengar itu Shu En tidak bisa mengajak Xing Zhuo lebih jauh. Militer Kekaisaran Yang sekarang sudah sangat lemah dan alasan mengapa Kekaisaran Yang ataupun Kekaisaran Shu tidak menyerang karena kehadiran sosok Shu En dan Tang Xia yang diwaspadai.


Shu En belum mengetahui jika Long Wang telah merencanakan sesuatu dan menebak siapa dirinya. Realita terus bergerak kedepan dan Shu En menghadapinya dengan penuh lapang dada.


“Xu Kai, Liu Bai, Zhao Tian, Yong Xiang dan beberapa prajurit saja yang bergabung. Kau tidak sedang bercanda kan? Jumlah semuanya hanya dua puluh!” Tang Xia menghela nafas setelah melihat orang-orang yang dikumpulkan Shu En.


“Kita tidak bisa memaksa orang-orang untuk bertempur. Bahkan sebagian dari masyarakat negeri ini malah sudah menyerah. Mereka sudah pasrah dan berserah kepada takdir jika Kekaisaran Tang menginvasi negeri ini.” Shu En menjelaskan.


“Jadi apa rencanamu?” tanya Tang Xia.


“Seperti yang aku katakan kepada Kakak Xia, aku ingin meningkatkan kekuatan bertempur karena akan menambah keberhasilan tujuanku.”


“Jika butuh bantuan, kau bisa memanggilku.”


Setelah mendengar langsung dari Shu En, Tang Xia pergi untuk berbicara dengan Xing Rou dan Lu Shin Rui. Melihat Shu En yang serius, tentu Tang Xia juga melakukan hal yang sama.


Berbeda dengan Shu En yang memberikan pelatihan kepada orang-orang dengan Siluman, Tang Xia berlatih bersama Xing Rou dan Lu Shin Rui agar tidak membebani Shu En dipertempuran mendatang.


“Junior Xing, bagaimana dengan kemampuan meramalmu?” tanya Lu Shin Rui sambil mengayunkan pedangnya.

__ADS_1


“Junior tidak tahu harus berkata apa. Setelah melihat sendiri apa yang dilakukan Saudara Shu, junior kehilangan kepercayaan diri untuk melihat masa depan. Bisa dibilang belakangan ini junior tidak dapat mendapatkan gambaran tentang masa depan lagi, Senior Lu.” Xing Rou menjelaskan.


“Aku baru mengetahuinya. Dengan kemampuanku, aku sudah mengumpulkan berbagai macam informasi setelah pertempuran di Xudong. Apa kau pernah mendengar rumor tentang Pegunungan Seribu Es?” Lu Shin Rui tiba-tiba menghentikan ayunan pedangnya.


“Aku berbicara kepada banyak hewan dan mengetahui situasi di Pegunungan Seribu Es. Mereka bisa menjadi bala bantuan terbaik yang pernah ada di krisisnya kultivator Kekaisaran Yang. Hanya saja semua ini tergantung dari Yang Mulia Ratu dan Tuan Shu.” Lalu Lu Shin Rui memberitahu informasi yang begitu penting ini.


“Saudara Shu sedang melatih bukan? Coba kita lihat, senior.” Xing Rou pun mengajak Lu Shin Rui untuk melihat kegiatan yang dilakukan Shu En.


Setelah sampai di aula latihan istana, Xing Rou dan Lu Shin Rui melihat Shu En yang sedang menikmati cemilan bersama Yang Ruan. Sedangkan orang-orang yang hendak Shu En latih malahan bertarung dengan Baihu dan seekor singa berwarna merah yang memiliki nama Xudong.


“Mereka malah bermesraan! Pemandangan ini sangat menjengkelkan!” Tiba-tiba Xing Rou menggerutu.


Lu Shin Rui tertawa kecil dan menggoda, “Apa kau cemburu, Junior Xing?”


“Tidak! Tidak sama sekali, senior! Aku hanya sedikit kesal karena mereka bisa tertawa ditengah situasi ini!”


“Justru kita harus terlihat seperti mereka. Terlepas dari senyum yang mereka perlihatkan, ada sebuah tanggung jawab besar yang mereka tanggung.”


“Adik Shu selalu saja seenaknya! Dia benar-benar tidak pandai melatih seseorang!” ujar Tang Xia sambil menyeka keringatnya.


Melihat Tang Xia yang bersikap biasa saja melihat kedekatan Shu En dan Yang Ruan membuat Xing Rou lebih heran.


“Kakak Xia, boleh aku bertanya padamu...” Xing Rou menatap tajam Tang Xia dan berkata.


Tang Xia menatap balik Xing Rou sambil menganggukkan kepalanya lembut, “Boleh. Apakah ini sesuatu yang penting?”


“Sangat penting.” Xing Rou membalas.


“Kaka Xia, sebenarnya aku sangat penasaran dengan hubungan kalian berdua. Apa kau tidak cemburu melihat kekasihmu itu bersama Yang Mulia Ratu?”


Pertanyaan Xing Rou membuat Lu Shin Rui tersenyum sendiri sedangkan Tang Xia malah menatap Shu En dan memejamkan matanya.

__ADS_1


“Cemburu ya? Aku rasa aku tidak cemburu. Tidak sedikitpun. Dimataku dia hanyalah seorang adik yang bodoh. Aku harus menjaganya.”


Jawaban Tang Xia membuat Xing Rou menghela nafas tidak percaya. Akhirnya ketiga wanita itu mengobrol ringan sebelum akhirnya Yang Ruan melambaikan tangan kepada mereka bertiga untuk bergabung.


Disana Lu Shin Rui langsung menceritakan kepada Yang Ruan dan Shu En tentang apa yang mereka bertiga bahas. Sebenarnya Shu En sudah mendengar percakapan ketiganya karena ia sengaja menajamkan semua inderanya.


“Pegunungan Seribu Es...” Shu En bergumam pelan sebelum menatap Lu Shin Rui.


‘Kemampuannya ini sangatlah berguna. Lu Shin Rui, kultivator Alam Bumi yang dapat mengendalikan hewan dan berbicara dengan mereka. Umurnya tiga puluh lima tahun seperti Bibi Hong, tetapi dia terlihat lebih muda dari yang terlihat.’ Shu En membatin dan mengamati Lu Shin Rui cukup lama.


“Ehem! Melihat pengawalku sampai tidak berkedip!” Yang Ruan menegur dan membuyarkan lamunan Shu En.


“Tidak, hanya saja aku kagum dengan kemampuan Bibi Lu.” Shu En tanpa sengaja memanggil Lu Shin Rui dengan sebutan Bibi.


“Jadi bagaimana? Apa kau akan pergi?” tanya Yang Ruan.


Shu En mengangguk, “Aku akan pergi untuk memastikan. Orang-orang disana terkena Racun Iblis Es bukan? Kita harus memastikannya.”


Shu En tidak bisa melewatkan kesempatan ini dan berniat akan pergi ke Pegunungan Seribu Es secepatnya.


“Baihu! Xudong! Aku serahkan pada kalian berdua!” teriak Shu En kepada kedua siluman peliharaannya itu.


“Sialan kau bocah!” umpat Baihu karena tidak menyangka anak dari mendiang majikannya akan memperlakukan dirinya seperti ini.


“Tenang saja, bocah Shu. Aku akan melatih mereka sampai mereka dapat mengimbangi diriku. Jika perlu aku akan melatih mereka agar bisa mengalahkanku. Itu terdengar lebih keren.” Singa merah Xudong menjawab dengan begitu serius.


“Xudong?” Lu Shin Rui yang mendengarnya pun mengerutkan kening.


“Ya, singa merah itu namanya Xudong. Dia sangat serius dan tidak segan terhadap lawannya.” Dengan entengnya Shu En menjawab dan tidak melihat jika Xu Kai bersama yang lain sudah babak belur.


Akhirnya hari itu Shu En pun memutuskan pergi ke Pegunungan Seribu Es bersama Lu Shin Rui, sedangkan Tang Xia dan Xing Rou tidak ikut dalam perjalanan karena memastikan keselamatan Yang Ruan.

__ADS_1


__ADS_2