
...L.O.S.E 51 - Xue Clan conflict...
Kekacauan di Pegunungan Seribu Es pun mereda saat matahari terbit. Pertempuran dahsyat antara Shu En melawan Long Wang meninggalkan banyak kerusakan disekitar Pegunungan Seribu Es.
Saat para kultivator Pegunungan Seribu Es mencari keberadaan Shu En, mereka semua tidak menemukan sosok pemuda yang telah menyelamatkan nyawa Xue Xiaoya.
Kedatangan Cao Jin dan Wu Tian yang telat pun menjelaskan segalanya kepada Xue Jian. Reaksi Xue Jian begitu rumit saat mengetahui Shu En masihlah seorang pemuda berusia enam belas tahun.
“Jadi kau tidak melihatnya, Senior Xue? Tuan Muda masih hidup, aku sangat yakin dengan itu. Dia tidak mungkin mati sebelum menuntaskan ambisinya.” Cao Jin memilih untuk percaya walaupun harapan itu begitu kecil.
Wu Tian sendiri tidak menyangka dirinya akan tidak berkutik sama sekali dihadapan Long Wang. Jika ada orang yang bisa menyelamatkan Kekaisaran Yang dari kerasnya dunia kultivator maka orang itu adalah Shu En.
“Hanya ada satu hal yang bisa kita lakukan, Saudara Cao. Kita harus meneruskan keinginan anak muda itu untuk menjalin kerjasama dengan Klan Kuno Xue.” Wu Tian pun memantapkan langkahnya untuk bernegosiasi dengan Xue Jian.
Nampak Xue Jian tidak menerima ramah keinginan Cao Jin dan Wu Tian. Walaupun mereka bertiga bisa dibilang memiliki hubungan yang dekat, tetapi ikut campur dalam masalah yang besar ini membuat Xue Jian berpikir dua kali.
__ADS_1
“Aku tidak bermaksud menyinggung, namun apakah Klan Kuno Xue hanya akan bersembunyi di Pegunungan Seribu Es saat kami sibuk berperang dengan orang-orang yang telah meracuni kalian?!” Cao Jin mengingatkan betapa bahayanya ancaman Kaisar Tang dan Jalan Naga Hitam untuk Benua Bulan Biru.
“Tiga kekaisaran yang berdiri di Benua Bulan Biru hampir sepenuhnya dikuasai oleh Jalan Naga Hitam. Sosok anak muda itu adalah keturunan marga Shu dan pemilik tahta yang sah dari Kekaisaran Shu. Hanya dia yang dapat mengembalikan tanah ini ketempat semestinya, kau juga melihatnya sendiri bukan Saudara Xue?!” ujar Wu Tian.
Xue Jian menyadari betapa bahayanya ancaman Kaisar Tang dan Jalan Naga Hitam, terlebih kemampuan Long Wang itu diluar nalar. Namun ia tidak bisa membiarkan anggota Klan Kuno Xue ikut campur dalam masalah politik antar kekaisaran.
“Tetap saja aku tidak bisa menerima permintaan kalian berdua! Kalian seharusnya memahami jika kita tidak perlu terlibat dalam masakan politik seperti ini!” ujar Xue Jian.
Lalu Cao Jin pun mengepalkan tangannya karena seperti melihat dirinya pada diri Xue Jian yang sekarang.
Akhirnya Wu Tian menengahi keduanya dan berpamitan untuk pergi dari kediaman Klan Kuno Xue. Membujuk Xue Jian tidak akan berhasil karena situasi di Klan Kuno Xue sedang kacau.
“Senior Wu, apa kau percaya jika Tuan Muda masih hidup?” Cao Jin bertanya pada Wu Tian saat keduanya melangkahkan kaki meninggalkan kediaman Klan Kuno Xue.
Wu Tian tersenyum tipis dan sangat yakin jika Shu En masih hidup.
__ADS_1
“Aku sangat yakin jika anak muda itu masih hidup! Kita kembali ke Bukit Petir dan menunggunya disana!” ujar Wu Tian sebelum mereka berdua kembali ke Bukit Petir.
Selepas kepergian Cao Jin dan Wu Tian, keributan terjadi di kediaman Klan Kuno Xue karena Xue Xiaoya sepemikiran dengan Cao Jin begitu juga Wu Tian.
Xue Jian berusaha menjelaskan betapa pentingnya keberlangsungan kehidupan anggota Klan Kuno Xue, namun Xue Xiaoya enggan hidup dalam persembunyian seperti ini sehingga menimbulkan perdebatan dengan Xue Jian.
“Kakek! Apa dengan tidak ikut serta akan menjamin keselamatan kita semua?!” ujar Xue Xiaoya kepada Xue Jian.
“Kau tidak mengetahui apapun, Cucuku! Aku sudah melihat begitu banyak kematian dan kau tidak berhak memberikan pendapat!” Xue Jian menegaskan.
“Aku juga sudah melihat kematian dari teman-temanku dan kedua orang tuaku! Lebih baik aku mati dimedan perang daripada harus hidup dalam noda hitam yang penuh penyesalan!” Xue Xiaoya memberikan perlawanan.
“Yaya!” Xue Jian membentak keras dan membuat Xue Xiaoya meninggalkan kediaman.
Selepas kepergian Xue Xiaoya, Xue Jian pun melihat kondisi Xue Fen yang semakin lemah. Situasi ini membuat Xue Jian tersenyum kecut karena banyak anggota Klan Kuno Xue mengalami hal yang sama seperti Xue Fen.
__ADS_1
“Membawa mereka semua ke medan perang sama saja seperti mengirim mereka semua untuk mati...” Xue Jian mengelus kepala Xue Fen dan tersenyum kecut, “Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.”