
...L.O.S.E 80 - Return Situation...
Zhuge Yuan tidak mendatangi Tang Lang melainkan Shu En. Pria itu langsung bersujud didepan Shu En dan meminta pertolongan untuk menyelamatkan Han Liuya.
Shu En memberitahu Zhuge Yuan jika dirinya belum mempercayai pria itu sepenuhnya. Menyadari apa yang dia rencanakan, Zhuge Yuan pun menyesal.
“Tuan En, ini karma untukku! Aku berniat mengkhianatimu dan mendapatkan kepercayaan Yang Mulia Tang! Namun aku sadar jika sekarang mereka akan memburuku! Satu-satunya orang yang kuperaya adalah dirimu!” ujar Zhuge Yuan dengan tulus.
Shu En menatap Zhuge Yuan cukup lama sebelum mengeluarkan kemampuan gravitasi untuk menekan tubuh Zhuge Yuan.
“Aku tidak peduli jika kau akan mengkhianatiku, Zhuge Yuan! Aku hanya akan memberitahumu satu kebenaran jika kau melakukan itu! Kau akan mati dengan tubuh yang hancur berkeping-keping!”
Shu En mengingatkan bagaimana Han Xiong mati dan itu membuat wajah Zhuge Yuan pucat pasi. Zhuge Yuan baru mengetahui jika dirinya telah terikat segel kematian dengan Shu En.
“Aku membenci sebuah pengkhianatan! Kau memiliki niat untuk mengkhianatiku dan sekarang lihat dirimu ini?! Kau meminta bantuan padaku?!” Shu En tersenyum sinis dan langsung mencekik leher Zhuge Yuan.
Tatapan dingin dari balik topengnya membuat wajah Zhuge Yuan pucat pasi. Mencari masalah dengan Shu En adalah kesalahan terbesar setelah mendapatkan kepercayaan pemuda tersebut.
Zhuge Yuan pasrah jika Shu En harus membunuh dirinya saat itu juga setelah menyadari bahwa semua ini adalah karma untuk dirinya.
“Tenang saja, aku tidak berniat membunuhmu! Aku hanya memberimu peringatan!” ucap Shu En sebelum melempar tubuh Zhuge Yuan ketanah.
Setelah itu Shu En melacak keberadaan Qiong Shan menggunakan energi spiritual miliknya dibantu oleh Tang Xia. Mengetahui Qiong Shan adalah salah satu anggota Jalan Naga Hitam yang mengacau di Xudong, tentu membuat Shu En mengambil tindakan untuk menyerang.
__ADS_1
“Terimakasih, Tuan En! Aku tidak akan melupakan kebaikan hatimu ini! Aku akan mengabdi padamu seumur hidupku!” Zhuge Yuan menangis terisak dengan kondisi bersujud didepan kaki Shu En.
“Pergilah! Aku rasa situasi yang sekarang sudah semakin kacau! Cepat atau lambat wilayah Zhuge akan menjadi medan perang! Siapkan pasukan ke Kungzhu secepatnya!” Shu En memberitahu Zhuge Yuan setelah mengetahui lokasi Qiong Shan.
“Baik, Tuan En! Aku akan menyiapkan pasukan secepatnya untuk ke Kungzhu!”
Selepas kepergian Zhuge Yuan, Shu En langsung meminta Tang Xia keluar dari persembunyiannya.
“Kakak Xia, aura itu adalah milik orang yang pernah menyerang Xudong bukan? Aku tidak menyangka mereka masih hidup!” ujar Shu En kepada Tang Xia.
“Aku masih mengingat teknik milik bedebah itu! Selanjutnya aku akan membunuh orang itu!” Tang Xia menegaskan jika dirinya masih mengingat Qiong Shan ataupun Gao Lu Ma.
Kemudian keduanya bergerak menuju wilayah Kungzhu untuk mengejar Qiong Shan. Dalam perjalanan Shu En dan Tang Xia berasumsi tentang kemampuan Qiong Shan yang dapat melakukan teleportasi.
“Berurusan dengan Jalan Naga Hitam selalu membuatku melihat sesuatu yang tidak diluar nalar! Aku yakin diriku telah membunuh mereka berdua! Tetapi aku tidak menemukan mayat mereka sama sekali!” ucap Shu En dengan suara yang kesal.
“Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, Adik Shu...” Tang Xia menceritakan kepada Shu En jika semua kultivator di Kekaisaran Yang sudah bersiap untuk bertempur dengan pasukan dari Kekaisaran Tang.
Selain telah memiliki aliansi kultivator di Kekaisaran Yang, perkembangan Yang Ruan sangat mengejutkan Shu En. Kultivasi Yang Ruan berkembang dengan sangat pesat dan memiliki masa depan cerah sebagai seorang kultivator.
Saat keduanya mendekati wilayah Kungzhu, sebuah portal dimensi terlihat dan menghadang pergerakan mereka berdua. Shu En dan Tang Xia langsung menghentikan langkah mereka dan memperhatikan apa yang menghadang perjalanan mereka.
“Lama tidak berjumpa, gadis sialan! Tang Xia!”
__ADS_1
Dari dalam portal muncul Gao Lu Ma yang menyandera Han Liuya dan menatap dingin Tang Xia. Kemudian tak lama dari belakang Gao Lu Ma muncul Qiong Shan yang tersenyum kearah Shu En.
“Jadi kalian berdua adalah penghasut yang membuat Zhuge Yuan berkhianat! Sudah terlambat karena seratus ribu pasukan yang ada Provinsi Kung sedang bergerak kemari!”
Qiong Shan memberikan peringatan jika beberapa jam kedepan seluruh wilayah Zhuge akan menjadi medan perang.
Sementara itu Shu En hanya tersenyum karena semua sudah seperti yang ia perkirakan. Menghabisi kedua orang dihadapannya adalah prioritas utama mereka berdua. Sebelum Gao Lu Ma memberikan ancaman, Shu En diam-diam mengumpulkan energi gravitasi yang ia pusatkan pada tubuh Gao Lu Ma dan Qiong Shan.
“Cukup basa-basinya! Kalian berdua jangan bergerak! Atau wanita ini akan mati!” Gao Lu Ma mengeluarkan sebuah pisau kecil dan mengarahkannya pada leher Han Liuya.
Namun saat Gao Lu Ma hendak mengancam lebih jauh, pisau kecil yang ia pegang terasa sangat berat begitu juga dengan tubuhnya yang seperti diinjak oleh sesuatu yang begitu berat.
“Apa yang terjadi?!” Gao Lu Ma langsung menatap Shu En dan Tang Xia.
“Gao! Hati-hati! Ini teknik pemuda itu!” Qiong Shan yang menyadari berusaha menyelamatkan Gao Lu Ma, namun Tang Xia sudah berlari menuju Han Liuya.
“Semua teknik yang menggunakan Qi tidak akan memiliki pengaruh terhadapku! Aku akan menetralisir kemampuan kalian dan membunuh kalian berdua!” Tang Xia yang sudah menciptakan sebuah pedang langsung menyerang keduanya dengan cepat.
Qiong Shan berhasil menghindari tebasan yang fatal dan menyelamatkan Gao Lu Ma, namun saat itu juga mereka berdua menyadari bahwa situasi telah berbalik.
“Serahkan mereka berdua padaku, Adik Shu! Aku akan membalas perlakuan mereka saat itu!”
Aura membunuh yang dilepaskan Tang Xia sama sekali tidak disembunyikan dan membuat Shu En tersenyum karena mengetahui gadis itu sedang sangat marah saat ini.
__ADS_1
“Baiklah, aku akan memastikan tidak akan ada pengganggu yang berusaha menodai pertarungan ini.” Shu En segera menciptakan sebuah penghalang yang sangat luas untuk mengekang pergerakan Tang Xia, Gao Lu Ma dan Qiong Shan.
“Sekarang kalian bertiga bisa saling membunuh disana,” ujar Shu En dan membuat Tang Xia semakin antusias.