Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 6 - North Wind Fortress


__ADS_3

L.O.S.E 6 - North Wind Fortress


ARC 1 - Fall To Rise


Benteng Angin Utara, Wilayah Chi, Kekaisaran Zhang.


Pertempuran sengit terjadi disana. Apa yang telah direncanakan oleh Kekaisaran Zhang ternyata tidak berjalan dengan sesuai rencana. Pasukan aliansi yang seharusnya berkumpul di Benteng Angin Utara justru hanya ratusan pendekar Sekte Matahari Suci dan ratusan prajurit kekaisaran dibawah komando Jendral Chi Huangshan yang menampakkan diri.


“Bagaimana dengan persediaan makanan kita, Anakku?” tanya Chi Zhoufan kepada Jendral Chi Huangshan.


“Kita telah bertahan selama lima hari. Sekitar dua hari lagi persediaan makanan kita bertahan, Ayahanda.” Jendral Chi Huangshan memberitahu.


Chi Zhoufan yang mendengar itu mengelus jenggot putihnya dan menghela nafas ringan.


“Apa belum ada kabar dari Yang Mulia Ratu?” Chi Zhoufan kembali bertanya.


“Sampai saat ini belum ada kabar dari Yang Mulia Ratu, Ayahanda...”


“Anakku, pasukan yang kita lawan ini adalah mayat hidup. Mereka adalah prajurit dan penduduk biasa yang terbunuh. Pertempuran ini sama sekali tidak menguntungkan bagi pihak kita selama orang yang mengendalikan mereka tidak bisa kita temukan.”


Akhirnya Chi Zhoufan pun mengeluarkan petarung terbaiknya yang merupakan kultivator berbakat Sekte Matahari Suci. Tiga orang menampakkan dirinya dan memberi hormat kepada Chi Zhoufan.


“Huang Liao, Huo An, Guang Yu, buka jalan untukku. Aku sudah menemukan keberadaan tikus yang bersembunyi itu,” ujar Chi Zhoufan pada ketiganya.


“Baik, Patriark Chi!” Ketiga serentak menjawab.


Segera saja ketiga kultivator berbakat dari Sekte Matahari Suci yang menjabat sebagai Tetua itu terjun ke bawah benteng dan bergabung dengan kultivator lainnya.


“Anakku, menurutmu siapa yang kita lawan?”


Saat melepaskan sedikit Qi yang tersimpan ditubuhnya, tiba-tiba Chi Zhoufan bertanya kepada Jendral Chi Huangshan.


“Apa maksud Ayahanda?” Jendral Chi Huangshan nampak kebingungan.

__ADS_1


“Menurutmu siapa yang mengkhianati Yang Mulia Ratu?”


Seketika saja Jendral Chi Huangshan membisu. Peristiwa penculikan anak dan gadis bangsawan serta pembantaian di keluarga Jie dan kejadian ini seperti sudah direncanakan.


“Bangsawan yang paling berambisi diantara lainnya hanyalah keluarga Wang... Jangan bilang mereka...”


Jendral Chi Huangshan mengepalkan tangannya dan melepaskan Qi dalam jumlah besar.


“Aku akan urus masalah disini. Kau urus masalah yang lainnya,” ujar Chi Zhoufan.


“Tetapi aku rasa tebakanmu tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah. Kegelapan di negeri ini sepertinya sudah jauh lebih pekat dari yang kita kira.” Chi Zhoufan menambahkan sebelum terbang menuju ke arah selatan.


“Ayahanda...” Jendral Chi Huangshan pun membawa beberapa pasukan dan bergerak menuju Ibukota Zhangdu.


Sementara dibawah sana terlihat Guang Yu yang memimpin pasukan pemanah dan membuat pergerakan prajurit Kekaisaran Jia terhenti. Anak panah yang membabi-buta itu menghancurkan serangan beruntun prajurit Kekaisaran Jia dan itu dimanfaatkan Huang Liao untuk menghabisi mereka.


“Saudara Huang, satu-satunya cara untuk mengakhiri mereka hanya dengan menghancurkan seluruh bagian tubuh mereka.” Huo An memberitahu Huang Liao yang terkejut melihat prajurit Kekaisaran Jia dapat bangkit kembali setelah ia bunuh.


Bersama Huo An, Huang Liao bergerak menyerang prajurit Kekaisaran Jia sedangkan Guang Yu memimpin pasukan pemanah untuk menghancurkan siapapun yang mencoba menghadang pergerakan Chi Zhoufan.


Setelah Chi Zhoufan menjauh dari Benteng Angin Utara barulah Guang Yu terjun membantu kultivator yang bertempur melawan prajurit Kekaisaran Jia.


Disisi lain Chi Zhoufan terbang dengan kecepatan tinggi menapaki udara dan sampai disebuah tempat yang jaraknya cukup jauh dari Benteng Angin Utara. Disana Chi Zhoufan tidak menemukan pasukan aliansi melainkan sosok pria yang memakai jubah hitam dan tudung berwarna putih.


“Apa kau dalang dibalik semua ini?!” Chi Zhoufan menatap pria bertudung putih itu.


Pria bertudung putih itu menatap balik Chi Zhoufan dan tersenyum menyeringai.


“Bagaimana prajurit kematianku itu? Kalian tertahan disana selama lima hari sementara sesuatu terjadi di Ibukota Zhangdu.” Pria bertudung putih itu secara perlahan bangkit dari duduknya diatas batu besar dan mengangkat tangan kanannya.


“Kau bukanlah kultivator dari Kekaisaran Zhang! Siapapun dirimu aku akan memastikan kematian mu hari ini!” Chi Zhoufan mengeluarkan Qi dalam jumlah besar dan menjentikkan jarinya.


“Penjara Empat Unsur!”

__ADS_1


Seketika sebuah kubah besar yang transparan tercipta mengurung Chi Zhoufan dan pria bertudung putih.


“Hahahahaha! Berniat mengekang diriku? Kupuji keberanianmu itu kakek tua!” Pria bertudung putih itu melempar tudungnya dan tersenyum menatap Chi Zhoufan.


Pria bernama Liu Fen itu menjentikkan jarinya dan memperlihatkan kekuatannya kepada Chi Zhoufan. Bebatuan dan tanah disekitar Liu Fen berubah bentuknya menjadi semacam golem dan bergerak menyerang Chi Zhoufan.


Chi Zhoufan membuka telapak tangannya dan mengeluarkan sebuah pedang dengan bilah berwarna merah. Lalu dengan gerakan yang begitu cepat Chi Zhoufan menghancurkan semua golem yang diciptakan Liu Fen.


“Aku dengar kekuatanmu itu adalah yang terhebat di negeri ini bukan? Hanya segelintir orang saja yang dapat melawanmu! Jadi aku ingin memperlihatkan sebuah seni padamu!”


Mata Chi Zhoufan terbelalak saat sebuah peti tercipta didepan Liu Fen. Satu dari empat peti itu terbuka dan memperlihatkan sosok kakek tua yang merupakan sahabat lamanya.


“Wu... Ao...”


“Hahahaha! Ya dia adalah Wu Ao sang Tongkat Naga yang telah dibunuh beliau! Aku berniat menjadikanmu koleksi ketiga untuk seniku yang berharga!” ujar Liu Fen terus terang.


Semua hal yang terjadi ini membuat Chi Zhoufan marah. Pedang yang digenggam Chi Zhoufan dipenuhi api yang membara dan dalam sekejap lokasi pertarungan mereka dipenuhi api yang berkobar.


Liu Fen mengerutkan keningnya saat menyadari kemampuan Chi Zhoufan yang meluap-luap.


“Pertarungan sesama Kultivator Alam Bumi akan segera terjadi! Majulah Chi Zhoufan!” teriak Liu Fen.


Dengan segenap amarahnya Chi Zhoufan melesat dengan kecepatan tinggi menyerang Liu Fen namun pergerakannya dihadang oleh Wu Ao menggunakan tongkat berwarna emas.


“Wu Ao? Tunggu sebentar, aku akan membebaskanmu dari penderitaan ini!”


Chi Zhoufan hendak menghancurkan tubuh Wu Ao namun gerakannya terhenti saat mengingat kenangannya bersama Wu Ao semasa hidup.


Liu Fen pun tersenyum licik melihat pergerakan Chi Zhoufan melemah. Kemudian Liu Fen kembali memperlihatkan sesuatu yang membuat Chi Zhoufan menjadi lemas.


“Yi‘er...” Mulut Chi Zhoufan bergetar melihat sosok wanita paruh baya yang keluar dari peti mati.


Ya, wanita yang baru saja keluar dari peti mati adalah mendiang istrinya.

__ADS_1


__ADS_2