
...L.O.S.E 66 - Shendong ...
Terlepas dari wilayahnya yang sangat luas, Kekaisaran Tang hanya memiliki lima wilayah utama yang dikelola dengan baik oleh Kaisar Tang. Namun semenjak Tang Lang berkuasa, satu wilayah dikuasai oleh Long Wang secara penuh dan tidak ada lagi penduduk disana dan wilayah itu disebut dengan Pulau Es Utara.
Sekarang Kekaisaran Tang hanya memiliki empat wilayah utama yang disetiap wilayahnya dipimpin oleh para bangsawan kuat dan mendukung Tang Lang secara penuh. Kaum kultivator yang dahulunya adalah seorang penjahat juga bekerja dibawah kaum bangsawan sehingga pengaruh Tang Lang saat ini sulit digoyahkan di Kekaisaran Tang.
Menurut Tang Xia, Kekaisaran Tang terlalu luas sampai wilayah yang berada diluar empat wilayah kekuasaan Kaisar Tang terabaikan, padahal mereka masih dalam bagian Kekaisaran Tang.
Diskriminasi sangatlah kental di Kekaisaran Tang semenjak Tang Lang berkuasa. Tempat yang saat ini mereka berdua tuju adalah wilayah yang sejauh mata mereka memandang berisi tanah tandus dan gersang. Kebanyakan orang yang tinggal disana adalah orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dikenal sebagai kaum bawah.
“Adik Shu, apa kau tahu? Sebenarnya di Kekaisaran Tang banyak penduduk dan keturunan keluarga terhormat yang menentang pemerintahan bedebah itu!” ucap Tang Xia secara tiba-tiba.
“Bukankah mereka semua telah dibunuh dan dihabisi.” Shu En menanggapi.
Tang Xia menggelengkan kepalanya dan memberitahu kejadian yang sebenarnya, “Ada yang dibunuh, namun kebanyakan mereka dibiarkan hidup dan didiskriminasi. Kaum bawah dan orang biasa dibiarkan seperti mangsa yang dengan mudah dibunuh pemburu. Negeri ini sudah bukan negeri yang kukenal. Kejam dan bengis adalah dua hal yang kurasakan disana.”
Mendengar itu Shu En mengerutkan keningnya. Setelah mereka melewati hutan yang luas dan terus berjalan memasuki wilayah Kekaisaran Tang, barulah Shu En melihat sendiri bagaimana dataran tandus yang dimaksud Tang Xia.
“Aku telah mencari informasi tentang Kekaisaran Tang selama kamu menjalankan tugasmu. Tempat ini bernama Shendong dan disinilah kau melihat dunia yang diciptakan pamanku itu.” Tepat setelah Tang Xia memberitahu Shu En melihat jelas bagaimana kondisi Shendong.
Wilayah Shendong dikelilingi sungai dan perairan yang dihuni oleh Hewan Buas. Dahulu tidak terlalu banyak Hewan Buas yang menghuni perairan Shendong, namun semenjak Tang Lang berkuasa semuanya berubah.
Tahanan perang, para penjahat, pembunuh dan penduduk biasa dikumpulkan jadi satu di Shendong. Mereka diperintahkan untuk menetap disana bersama orang-orang yang pernah menentang pemerintahan Tang Lang.
Hanya untuk memenuhi kepuasan batinnya, Tang Lang memberikan perintah kepada bawahannya untuk mengumpulkan bibit Hewan Buas Kaisar di sekitar perairan Shendong.
Sekarang perairan disekitar Shendong dihuni oleh Hiu Iblis dan Kepiting Buas. Akses perjalanan untuk menuju daerah terdekat hanya bisa dilewati menggunakan kapal dan dikelola oleh keluarga bangsawan Han.
“Mereka membuatku muak. Setelah mengambil kembali hak yang direnggut darimu, mari kita ciptakan negeri yang indah Kakak Xia.” Shu En berkata kepada Tang Xia agar gadis itu tidak merasa marah dan kecewa setelah melihat kondisi di Shendong.
“Ucapanmu itu seperti orang yang akan melamarku.” Tang Xia tersenyum dan mencubit perut Shu En cukup keras.
__ADS_1
“Ya, aku memang akan melamarmu bukan? Aku sudah berjanji dan aku akan menepatinya.” Shu En serius dan membuat wajah Tang Xia memerah.
“Jangan mengatakan hal yang memalukan dengan ekspresi polos seperti itu! Apa kau tidak malu?!” Tang Xia menginjak kaki Shu En dan melampiaskan emosinya.
“Kau pikir aku mau denganmu, bocah sialan!” Tang Xia kali memukul perut Shu En namun Shu En menahan tangannya.
“Kakak Xia, ada yang mendekat.” Shu En melirik beberapa orang yang berjalan kearah mereka berdua.
“Bersikap biasa, Adik Shu. Katakan pada mereka jika kita berdua adalah seorang pengelana.” Tang Xia ikut melirik beberapa orang yang berjalan kearah mereka.
“Apa ada yang bisa kami bantu, Tuan dan Nona?” sapa seorang pria berumur tiga puluhan tahun.
Dibelakang pria itu terlihat sekitar sepuluh orang yang membawa sebuah senjata dan tersarung rapi. Hanya dengan sekali lihat saja, Shu En dan Tang Xia mengetahui jika orang-orang yang mendatangi mereka adalah para kriminal yang memegang wilayah tersebut.
“Ngomong-ngomong wajah kalian terlihat asing. Aku tidak pernah melihat kalian sebelumnya di Shendong.” Pria itu menatap Shu En dan Tang Xia secara bergantian dengan tatapan penuh selidik.
“Orang-orang bodoh! Apa kalian pernah melihat mereka berdua disekitar sini?!” Akhirnya pria itu pun bertanya kepada rekan-rekannya.
“Tidak, aku sama sekali tidak pernah melihat mereka.” Salah satu pria menjawab.
“Aneh...” Pria itu pun langsung menatap Shu En dan Tang Xia sangat tajam.
“Maaf Tuan, kami adalah seorang pengelana. Saat ini kami sedang dalam perjalanan menuju Provinsi Han untuk berkelana.” Shu En sebisa mungkin membuat orang-orang yang mendatanginya percaya.
“Apa kalian berdua adalah suami-istri?” Pria itu bertanya.
Shu En tidak menjawab dan langsung menoleh kearah Tang Lang. Kemudian Shu En pun tersenyum dan memberitahu pria tersebut jika Tang Xia adalah istrinya.
“Ya, anda benar sekali Tuan. Xia‘er adalah istriku. Apa kau bisa membantuku Tuan untuk mencarikan kapal ke Provinsi Han?” Shu En meminta bantuan dan membuat pria itu tersenyum menyeringai.
“Bisa tunjukkan telapak tangan kalian?” Pria itu menyuruh Shu En dan Tang Xia menunjukkan telapak tangan mereka.
__ADS_1
Keduanya pun menunjukkan telapak tangan mereka dan membuat pria itu mengerutkan keningnya.
“Ada apa Tuan?” Shu En bertanya karena melihat ekspresi pria tersebut.
“Ah, tidak ada apa-apa. Perkenalkan namaku Hu San. Aku adalah orang yang mengelola Pelabuhan Shendong.” Pria itu memperkenalkan dirinya kepada Shu En dan Tang Xia sebagai Hu San.
“Apa kalian tidak memiliki tempat untuk menginap? Aku sarankan kalian menginap di dekat pelabuhan karena disana adalah daerah yang memiliki kehidupan tidak seperti sekitarnya yang terlihat kumuh.”
Lalu Hu San pun menjelaskan banyak hal tentang kehidupan di Shendong sebelum berpamitan dan akan menemui mereka berdua di Pelabuhan Shendong.
Selepas kepergian Hu San bersama orang-orang yang dibawanya, Shu En menatap Tang Xia dan tersenyum tipis.
“Kakak Xia, kita akan dijebak dan aku penasaran mengapa dia meminta kita untuk memperlihatkan telapak tangan...”
“Kultivasinya berada di tahap Alam Langit. Jika mereka mencari masalah kita hanya perlu menghajar mereka semua.”
“Bukankah Kakak Xia yang memintaku untuk jangan terlalu menonjolkan diri dan mencari masalah?”
“Ekspresinya saat menatapku membuatku kesal dan risih! Apa dia berpikir aku ini hanyalah gadis lemah yang dapat dia taklukkan dengan mudah?!”
Shu En terdiam dan langsung memperhatikan Tang Xia dengan seksama. Penampilan Tang Xia dimatanya sangatlah menawan apalagi orang lain. Kecantikan dan tatapan dingin Tang Xia menjadi nilai lebih gadis itu.
“Ada apa?! Apa matamu ingin kutusuk dengan pedang?!” Tang Xia menatap Shu En tajam dan membuat pemuda itu memalingkan wajahnya dengan segera.
“Mari kita pergi, Kakak Xia.” Shu En tidak bisa menyembunyikan debaran jantungnya saat baru menyadari betapa cantiknya Tang Xia.
‘Selama ini dimataku dia hanyalah sosok kakak yang terlihat menakutkan dan mengerikan. Aku tidak pernah menyangka dia akan secantik ini...’ Shu En membatin dan menggelengkan kepalanya beberapa kali agar sadar.
Tang Xia yang melihat Shu En menggelengkan kepalanya pun mengerutkan keningnya.
‘Ada apa dengan bocah ini?’ pikir Tang Xia yang memang lima tahun lebih tua dari Shu En.
__ADS_1
Keduanya pun menginjakkan kaki mereka di Shendong. Bahaya pun mengingat keduanya dari kejauhan. Shu En dan Tang Xia tidak menyadari jika di Kekaisaran Tang ada sebuah peraturan mutlak yang hanya diketahui penduduk disana setelah Tang Xia dikabarkan meninggal dan hidup di Dunia Siluman.
Peraturan itulah yang menyebabkan keduanya harus berhadapan dengan situasi yang seharusnya mereka hindari.