
Kini giliran Dewa Naga yang merasa kehilangan namun menyadari kemampuan dirinya dan berkata “seandainya diriku ini bisa terbang seperti dahulu, hamba sangat ingin menemani yang mulia bertualang didunia ini..” dengan perasaan sedih dewa naga mengutarakan keinginanya..
“Kenapa dengan dirimu Dewa Naga ?” Zhen Long bertanya merasa ada ganjalan dihatinya
“Hamba tidak sanggup merelakan yang mulia Pergi, hamba telah terlanjur sangat menyukai yang mulia” Dewa Naga berkata dengan penuh kejujuran “namun ada baiknya yang mulia memasuki gua itu sebelum yang mulia berangkat meninggalkan hutan lembah iblis” Dewa Naga menyarankan sembari nenunjuk gua yang telah lama dirinya jaga..
Zhen Long kemudian menuju ke dalam gua yang dulu menjepit ekor dewa naga namun alangkah kagetnya Zhen Long melihat banyaknya Koin emas dan gundukan perak yang hampir memenuhi puncak gua yang sangat besar, Zhen Long juga melihat ada 8 telur besar yang dipenuhi karang serta berbagai senjata pusaka pertapa dengan kualitas baik yang hampir mencapai ribuan..
Namun setelah Zhen Long memperhatikan semua benda didalam gua, dirinya keluar tanpa membawa apapun kemudian menuju kehadapan Dewa Naga dan berkata “saya tidak tertarik dengan semua barang tersebut sobat” Zhen Long merasa semua benda di dalam gua merupakan benda yang tidak terlalu penting baginya..
“saya mempunyai benda serupa namun tidak sebanyak dirimu sobat dan saya berencana membagikannya kepada orang yang membutuhkannya nanti pada saat bertualang” Zhen Long berkata dengan penuh pertimbangan dirinya ingin seperti kakeknya Shu Kang dalam berkelana nanti dan berencana memakai wajah gurunya untuk membagikan seluruh harta miliknya..
Membuat Dewa Naga terkesima dan semakin ingin mengikuti Pendekar Dewa Iblis dihadapannya....
“Bolehkah Hamba menanyakan beberapa hal yang mulia?" Dewa Naga dengan penuh hormat berkata kepada Zhen Long.
“Mengapa kamu sejak tadi menghambakan dirimu sobat? Membuat Zhen Long merasa tidak enak dan risih dengan perkataan tersebut..
“Saya telah menganggap yang mulia sebagai tuanku hal tersebut telah terpatri dalam diriku” Dewa Naga menjawab tegas namun membuat Zhen Long merasa tidak sependapat dengan keinginan mahkluk didepannya,
__ADS_1
“saya tidak suka dengan suasana formal seperti ini sobat..." Zhen Long berkata sembari menolak secara halus keinginan Dewa Naga..
“Apakah yang ingin dirimu tanyakan sobat, jika mampu maka akan saya jawabnya dengan jujur...sobat?" Zhen Long berkata dengan penuh penasaran...
“Pertama apakah ada cara hamba bisa mendampingi yang mulia dalam bertualang?"
“Kedua apakah hubungan yang mulia dengan pendekar Er Lang?"
“Ketiga Apakah hubungan yang mulia dengan pendekar Sung Shang?"
“Dan apakah yang mulia menganggap Ras naga sebagai ancaman untuk dunia?"
“Baiklah sobat saya akan menjawab semua pertanyaanmu” Zhen Long Berkata dengan penuh kebijakan.
“Saya mempunyai cara untuk membawamu mendampingiku bertualang namun untuk apa saya mengajakmu sobat?" Zhen Long menjawab dengan tegas, membuat Dewa Naga sedikit kecewa dengan jawaban tersebut namun tak tahu menjawab pertanyaan terakhir Zhen Long.
“Kedua saya tidak mengenal pendekar Er Lang secara langsung saya hanya mengetahuinya dari kitab kuno yang saya baca, mungkin saat ini pendekar Er Lang telah lama mati puluhan ribu tahun yang lalu apakah masalahmu dengan pendekar Er Lang sobat?” Zhen Long menjawab tegas dan kembali melontarkan pertanyaan pula..
“Ketiga saya tidak mengenal sama sekali dengan pendekar Sung Shang dan mengapa kamu menanyakan hal tersebut Sobat?” Zhen Long menjawab dan sekian kali pula bertanya balik kepada Dewa Naga.
__ADS_1
“Dan prihal pertanyaan yang terakhir adalah pertanyaan yang sangat sulit untuk saya jawab saat ini karena diriku tidak pernah hidup dengan Ras Naga sebelumnya sehingga diriku tidak bisa menyimpulkan tentang ihwal yang tidak pernah saya lakukan sobat” Zhen Long menjawab dengan penuh kebijaksanaan..
Dengan senang Dewa Naga mendengar jawaban dari Zhen Long kemudian dirinya berkata...
“Hamba ingin mengikuti yang mulia untuk membantu yang mulia dengan segala kemampuanku, yang mulia dapat menyerap energi kehidupanku jika yang mulia membutuhkannya serta saya juga akan memberikan inti jiwa Naga yang pasti sangat berguna untuk yang mulia” Dewa Naga membujuk namun Zhen Long berfikir mengerutkan dahinya mendengar bujukan Dewa Naga...”
“Saya tidak membutuhkan tenaga kehidupanmu lagi sobat, saya tidak ingin melukaimu, lagi pula kalau saya membawamu dari tempat ini bagai mana dengan pengikutmu sambil melihat kearah luar para siluman yang menghawatirkan keselamatan Dewa Naga pada saat kekuatannya melemah” Zhen Long berkata membuat Dewa Naga menjadi dilema karena pernyataan dari Zhen Long yang begitu tepat sasaran.
“Inti jiwa Naga itu untuk apa sobat?" Zhen Long bertanya karena merasa penasaran dengan tawaran Dewa Naga.
“Inti jiwa Naga adalah bagian belahan hati Naga yang mulia dengan menyatukan diri dengan inti jiwa Naga manusia mampu menetralkan racun yang masuk dan meningkatkan mampuan pertahanan, penghindaran dan serangan lebih kuat dari biasanya Ditambah lagi kemampuan untuk berbicara dan memerintah segala binatang buas dan siluman yang mulia dengan telepati, mengembangkan ilmu beladiri sang pengguna melewati puncak serta bakat terpendam yang ada di diri penggunanya termasuk memerintah Ras Naga yang mulia" Dewa Naga menjelaskan denga cara yang menarik karena mngetahui kebiasaan Zhen Long sewaktu masih pelatihan dulu
“Wow keren ….!!!" Zhen Long sangat takjub mendengar kehebatan inti jiwa naga yang diceritakan oleh Dewa Naga.
“Bagaimana yang mulia” desak Dewa Naga agar diijinkan ikut bertualang bersamanya.
“Maaf sobat saya tidak mau menjadi pendekar Dewa Naga saya lebih senang menjadi Pendekar Dewa Iblis yang baik hati…Hahhahahaahahahha hahahaah haahahah” Zhen Long menjawab dengan penolakan sambil tertawa..
“Sebegitu bencinya yang mulia dengan Ras Naga” Dewa Naga berkata dengan nada sedih karena penolakan penolakan secara halus dari Zhen Long.
__ADS_1
“Tidak … tidak… tidak… saya merasa kamu tidak akan cocok denganku bertualang Karena diriku tidak suka diatur saya ingin kebebasan dan membiarkan takdir yang menentukan jalannya” Zhen Long berkata agar Dewa Naga tidak bersedih dan salah paham...