
Putri Shu Liang termasuk genius beladiri di zamannya, hanya dalam waktu 10 tahun dirinya sudah mencapai tahap 9 kitab dewi pedang langit dan tahap 8 langkah tarian dewa naga ditambah kitab Shu Rob bab 4 mengalahkan ibunya Ratu Lian Huyao yang masih berada pada tahap 8..
Tibalah waktunya kejadian besar yang menimpa kerajaan Xiang membuat Putri Shu Liang marah besar, ketika Putri Shu Liang mengetahui ayah dan ibunya menyembunyikan senjata yang berharga darinya sejak dahulu yaitu pedang pengusa jagad yang berada di ruang rahasia kamar ayahnya...
Raja Shu Kang dan Ratu Lian Huyao sangat sulit menjelaskan kepada Putri Shu Liang yang keras kepala tentang bahaya senjata pusaka dewa tersebut karena Shu Fei sedang berada di Negara Taili, hingga seminggu Putri Shu Liang tidak menampakkan dirinya dengan mengurung diri didalam kamarnya dan tidak makan dan minum setelah Shu Fei menemui cucunya Raja Bai Yan di Negara Taili menyadarkannya, Shu Fei segera pulang ke Negara Xiang karena melihat perbintangan Putri Shu Liang berkeliaran di luar wilayah Negara Xiang...
Putri Shu Liang bertualang hingga ke Negara Amexitli dia tanpa sadar menaiki kapal saudagar kaya menuju Kota Pyala kota pelabuhan negara tersebut didalam perjalannya putri Shu Liang mendengar kehebatan peralatan tempur pasukan Amexitli dikarenakan memiliki Tungku Dewa Perang yang merupakan salah satu benda pusaka dewa yang didapatkan dari rampasan perang melawan Kekaisaran Wei.
Raja Shu Kang dan Ratu Lian Huyao baru menyadari setelah Shu Fei menanyakan keadaan keponakannya Putri Shu Liang. ternyata Putri Shu Liang telah meninggalkan kerajaan Xiang sejak 4 hari yang lalu, Putri Shu Liang ingin mengadukan perbuatan ayahnya kepada Raja Konery yang dianggapnya guru sekaligus orang yang sangat dia sukai karena mengajarkan dirinya jurus menghindar langkah tarian dewa naga...
__ADS_1
Dalam petualangannya Putri Shu Liang bertambah dewasa melihat kehidupan didunia luar, Putri Shu Liang merasa selama terlalu dimanjakan oleh ayah dan ibunya, Putri Shu Liang tersesat kedaerah perbatasan Negara Amethi dan Kekaisaran Zhao yang merupakan kuil utama Aliran Cahaya kebenaran, Putri Shu Liang merasa lucu melihat seorang pria dewasa yang sedang dilatih oleh seorang biksu tingkat menengah aliran cahaya kebenaran Biksu itu adalah Biksu It Heng yang merupakan wakil biksu utama aliran cahaya kebenaran saat ini...
Putri Shu Liang melihat biksu tersebut melatih pemuda tersebut dengan sangat sabar dikarenakan pemuda tersebut sangat lambat dan bodoh dalam berlatih ilmu beladiri, pemuda yang dimaksud tak lain merupakan Pangeran Zhen Hui yang baru mengusai raga manusia emas aliran cahaya kebenaran tahap 3, Putri Shu Liang mengeleng gelengkan kepalanya melihat Zhen Hui yang merasa di usianya hanya memiliki ilmu beladiri tahap 3, Putri Shu Liang tanpa sadar tertarik dengan Pangeran Zhen Hui yang selain bodoh namun sangat tampan dan memiliki sopan santun yang baik dan berkharisma tinggi.
Lonceng kuil berbunyi biksu It Heng segera pulang ke biara dan membiarkan Pangeran Zhen hui berlatih sendiri, kemudian Putri Shu Liang mendekati Pangeran Zhen Hui dan ingin bermain dan menindas pemuda bodoh dihadapannya tersebut dikarenakan sudah lama dia tidak melakukan kebiasan buruknya.
Pangeran Zhen Hui menolak permintaan tersebut dikarenakan tidak ingin melukai seorang perempuan, Tiba tiba Putri Shu Liang menyerang pangeran Zhen Hui dengan penuh amarah dengan menggunakan tapak dewi pedang langit yang dikombinasikan dengan cakar dewa naga miliknya membuat Pangeran Zhen Hui hanya dapat bertahan hingga 50 jurus yang mematikan dari Putri Shu Liang yang menyerang titik titik mati pangeran Zhen Hui karena merasa di remehkan, Zhen Hui menerima 35 pukulan beruntun ketubuhnya sehingga membuat Pangeran Zhen Hui terlempar hingga puluhan meter menabrak pepohonan dan memuntahkan darah segar yang sangat banyak.
Putri Shu Liang tersadar akan tindakannya yang begitu berlebihan kemudian menghampiri Pangeran Zhen Hui yang sedang tergeletak di tanah untuk meminta maaf atas perbuatannya namun sesuatu terjadi secara tiba tiba tubuh Pangeran Zhen Hui memancarkan tenaga yang sangat besar, Pangeran Zhen Hui tersadar dari pingsannya dan berdiri ingin membalas perbuatan Putri Shu Liang dengan menyerang secara brutal kearah Putri Shu Liang dengan kekuatan yang sangat menakutkan Namun tidak memiliki pola serangan dengan lincah Putri Shu Liang menghindari serangan Pangeran Zhen Hui yang tak tentu arah namun dengan tenaga yang sangat besar yang dimilikinya dengan segera Putri Shu Liang mengkombinasikan tarian dewa naga dan tarian dewi pedang miliknya sehingga dengan mudah menghindari serangan dari pemuda dihadapannya.
__ADS_1
Putri Shu Liang menyadari kekuatan pria dihadapannya saat ini bertambah berkali lipat dengan cepat, Putri Shu Liang hanya bisa menangkis dan menghindari serangan pangeran Zhen Hui yang dipenuhi amarah dan nafsu untuk membunuh hingga ratusan jurus tenaga dalam pangeran Zhen Hui habis sehingga membuatnya jatuh pingsan.
menyadari kedatangan biksu It Heng menuju kearah mereka, Putri Shu Liang dengan segera menghindar bersembunyi di daerah pepohonan, melihat muridnya Zhen Hui yang tak sadarkan diri dengan segera biksu It Heng melesat dan memeriksa kondisi muridnya, Biksu It Heng terkejut menyadari aliran darah dari meridian meridian Zhen Hui lebih lancar serta kuat dari biasanya, Kemudian Biksu It Heng menunggu Pangeran Zhen Hui tersadar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepadanya..
Setelah Pangeran Zhen Hui tersadar dirinya menjelaskan semua ihwal kejadian setelah gurunya pergi meninggalkannya menuju biara, Biksu It Heng berkata “Sancai... sancai... seharusnya dirimu bersyukur Hui'er karena serangan gadis tersebut membuat meridian meridianmu yang terkunci menjadi terbuka, siapa yang begitu kejam melakukan tindakan ini kepadamu Hui'er??” Biksu It Heng berkata penuh tanya karena baru menyadari selama ini meridian meridian muridnya telah dikunci oleh seorang pendekar...
“Saat ini latihlah raga emas, guru akan menghadap Maha Guru Biksu Su Ao untuk meminta petunjuk cara membuka semua meridiammu yang telah di kunci” perintah Biksu It Heng sembari menuju kembali keatas biara cahaya kebenaran, Pangeran Zhen Hui dengan segera melaksanakan permintaan gurunya dan dengan mudah dirinya telah menembus tahap 6 Raga Manusia Emas ilmu pertahanan aliran cahaya kebenaran, Pangeran Zhen Hui merasa sangat senang sekali karena sudah 15 tahun dia berlatih namun dirinya tidak mampu menembus tahap 4 Raga Emas...
Putri Shu Liang kemudian kembali menghampiri Pangeran Zhen Hui dan berkata dengan sombongnya “Seharusnya kamu tahu kenapa saya menyerangmu sekarang” Putri Shu Liang brkata seolah mengusai situasi karena telah mendengar pernyataan Biksu It Heng dengan sigap Zhen hui mengepalkan kedua tangannya ke depan dan mengucapkan terima kasih kepada Putri Shu Liang tanpa ada dendam di hatinya...
__ADS_1