
Para Biksu berterima kasih atas kebaikan Zhen Long dan Huang Lingruo, dikarenakan setelah pertarungan dahsyat tersebut tidak mengalami korban jiwa dipihak para Biksu, Zhen Long kemudian melepaskan 9 tokoh aliran sesat setelah mengambil setetes darah mereka, serta mengingatkan akan membunuh mereka bila menghalangi jalannya kelak, para Biksu mengelengkan kepalanya melihat perbuatan Zhen Long yang sangat ceroboh membebaskan para tahanan tersebut, kesembilan tokoh sekte sesat dengan segera melesat meninggalkan ruangan kelam yang menahan mereka selama ini hingga beberapa dekade tanpa menghiraukan ancaman yang Zhen Long berikan, mereka lebih mengkhawatirkan perubahan sikap dari pendekar muda yang dihadapannya, dengan kekuatan yang tersisa dari diri mereka kesembilan tokoh tersebut meninggalkan puncak suci dengan sangat bahagia tanpa menoleh kebelakang.
Setelah bersemedi dan mengobati cedera parahnya para Biksu kembali dalam kondisi kultivasi tenaga dalam yang meningkat dan dipenuhi energi diseluruh tubuhnya, sedangkan Zhen Long memanfaatkan waktu untuk menyerap darah para Biksu dan para tokoh aliran sesat untuk mendapatkan keterampilan dan rahasia yang mereka miliki, Zhen long sangat terkejut mengetahui latar belakang dari para tahanan tersebut, serta semakin menyesal setelah mengetahui kedelapan orang yang bersama Sung Changsheng memiliki pengaruh dan kemampuan yang tidak kalah hebatnya dengan ketua Sekte api surgawi tersebut meskipun dirinya masih merasa yakin untuk mengatasi mereka, Zhen Long memahami maksud dari para Biksu suci untuk menahan mereka, Zhen Long berfikir keras karena telah melakukan sesuatu hal yang sangat berbahaya bagi dunia persilatan namun apa mau dikata nasi telah menjadi bubur dengan wajah penuh rasa bersalah Zhen Long kemudian menuju ke arah para Biksu untuk bergabung dan berbicara.
“Amithaba ... Amithaba... amithaba.. apakah bijak Yang Mulia membebaskan mereka?” Mahaguru Biksu Suci Liang bertanya dengan penuh kesedihan atas tindakan Zhen Long.
“Mahaguru tenang saja!!! seperti membebaskan mereka, Saya juga akan dengan mudah membunuh mereka” Zhen Long berkata dengan sangat serius menyakinkan para Biksu membuat perasaan mereka sangat lega dengan menutupi serta menanggung beban kesalahan yang telah diperbuatnya.
“Sancai sancai.. semua telah diputuskan kita serahkan saja kepada takdir Yang Mulia!!!” Mahaguru Su Ao berkata dengan penuh penghayatan.
__ADS_1
Amithaba... amithaba.. amithaba...!!! serentak para Biksu berkata menandakan kepasrahan terhadap takdir.
“Ijinkan Saya untuk membawa Ilmu beladiri aliran puncak cahaya kebenaran dalam pertarunganku, dengan begitu secara tidak langsung sekte puncak cahaya kebenaran ikut serta dalam tercapainya kedamaian dunia” Zhen Long berkata membuat para Biksu sangat mendalam memaknai maksud dari penyataan Zhen Long, karena merasa hal tersebut sangat mustahil Zhen Long dapat lakukan, mereka beranggapan Zhen Long akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mempelajari ilmu beladiri yang mereka kuasai dengan menggunakan mustika kultus suci milik aliran Kutus teratai putih yang sangat terkenal melalui media darah para Biksu, membuat Huang Lingruo tersenyum melihat kebingungan diwajah para Biksu aliran puncak cahaya kebenaran.
Di bawah puncak cahaya kebenaran, dipenuhi para murid luar aliran tersebut berdatangan dan berkumpul dari berbagai Kekaisaran dan Negara di dataran tengah, namun tidak berani menaiki puncak gunung Ghotam dikarenakan merupakan aturan mutlak yang berlaku di sekte tersebut, Zhen Long dan Huang lingruo melanjutkan perjalanannya setelah melihat kondisi para Biksu dalam keadaan baik pada saat malam hari agar bisa menghindari pandangan dan pantauan para Murid luar aliran puncak cahaya kebenaran, sebelum meninggalkan Puncak cahaya kebenaran Zhen Long memberikan 2 tungku obat pusaka, 2 tungku senjata, 2 giok inti es, 2 giok inti api dan buku racikan pil pelangi 7 warna serta ratusan ribu koin emas untuk perbaikan akan kerusakan biara sebagai permintaan maafnya.
“Ruo’er mari kita pergi ada masalah besar yang harus kita selesaikan!!!” Zhen Long berkata dengan nada penuh keseriusan membuat kekasihnya dengan segera mengikutinya meninggalkan puncak cahaya kebenaran.
Untuk sampai di pegunungan Zentian mereka harus melalui 4 kota besar Negara Amethi dan 5 kota besar Kekaisaran Zhao dari pegunungan Ghotam, dalam perjalanan mereka menuju ke kota Nagpur, terlihat Zhen Long sedang berfikir keras akan sesuatu hal yang sangat serius membuat Huang Lingruo sedikit merasa penasaran tentang hal yang mengganggu memikiran kekasihnya tersebut.
__ADS_1
Zhen Long dan Huang Lingruo melewati kota Nagpur tanpa singgah di kota tersebut dan segera menuju kota Indore dengan kecepatan penuh miliknya setelah 3 hari perjalanan Zhen Long beristirahat disebuah gua yang terdapat di hutan setelah timur kota Indore Negara Amethi mengarah kekaisaran Zhao.
Dengan segera Zhen Long mengeluarkan Gendawa Dewi Nirwana serta menuliskan pesan kepada seluruh penguasa Negara Aliansi untuk segera berkumpul di Negara Xiang secepatnya untuk membahas hal yang sangat penting menandakan kekhawatiran Zhen Long yang sangat besar atas ancaman yang akan dirinya beserta Negara aliansi akan hadapi.
“Yang Mulia apa yang sebenarnya terjadi? mengapa Anda terlihat begitu khawatir belakangan Ini?” Huang Lingruo bertanya dengan penuh penasaran kepada kekasihnya.
“Saya telah melakukan kesalahan yang sangat besar Ruo’er!!!” Zhen Long menjawab dengan penuh kekhawatiran akan dampak buruk yang telah dirinya lakukan.
“Kesalahan apakah itu Yang Mulia?” Huang Lingruo bertanya lebih lanjut, membuat dewa naga turut penasaran akan masalah serius yang dihadapi oleh tuannya.
__ADS_1
“Ruo’er saya telah membebaskan 9 orang yang sangat berbahaya, selain mengancam perdamaian dunia ini, mereka juga merupakan dalang dari kehancuran Negara Aliansi selama ini, keluargaku, keluargamu dan keluarga Raja Konery dan para Penguasa Negara Aliansi terancam, Saya tidak menyangka ke 9 tokoh sekte sesat tersebut begitu sangat berbahaya dan sangat sulit untuk dihadapi apabila mereka bersatu dalam melakukan pergerakan secara bekerja sama, baik dari segi kekuatan maupun strategi perang serta pengaruh mereka disegala aspek” Zhen Long berkata dengan serius, membuat Huang Lingruo dan dewa naga terkejut mendengarnya merasa kekuatan apa yang begitu hebat sehingga dapat menandingi kemampuan Zhen Long.