Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Masa Lalu Zhen Long : Konspirasi Kekaisaran Wei


__ADS_3

“sSaya mengetahui tentang hal tersebut kakak Hui, apakah paman jagoan tidak meminta cincin kuasa langit yang kamu miliki?” tanya Shu Liang karena mengetahui terlebih dahulu Tombak Pemusnah Iblis yang dimiliki Raja Durham dibandingkan suaminya...


“Raja Konery tidak seperti orang biasanya Liang'er saya fikir dirimu lebih paham tentang Raja Konery dari pada diriku” jawab Zhen Hui agak sedikit terkejut dan sedikit binggung dengan pertanyaan Shu Liang karena dirinya mengenal Raja Durham melalui Shu Liang istrinya ketika menemani istrinya bertualang..


“Lagi pula... kabar yang beredar saat itu tidaklah benar... bahwa saya seimbang dengan Raja Konery ,, serta pendekar Dewa terkuat adalah pendekar dewa dari 3 pilar sekte putih maupun Pilar utama sekte hitam itu tidaklah benar saya mengakui kekuatan Raja Durham namun apa bila saya telah mengusai kitab Shu Ron milik keluargamu ini Liang'er mungkin lain ceritanya..." pernyataan Zhen Hui dengan optimis namun dirinya dan Shu Liang tidak mengetahaui bahwa Raja Konery Telah mengusai kitab Shu Ron hingga Bab 4 dari Shu Kang dan merahasiakannya karena permintaan sahabatnya...


“Ditambah lagi Raja Konery tidaklah serakah malah dia senang cincin kuasa langit warisan ibuku beserta senjata dewa Pedang Pengusa Jagad warisan ayahmu berada di tanganku dan untuk menjaga keamanan kedua mustika ini Raja Konery mengajarkan ilmu beladiri yang sangat kuat kepadaku kitab Dewa Naga...Liang'er....”


penuh pujian Zhen Hui kepada sahabat serta gurunya tersebut...


Sontak membuat Zhen Long tertawa... “whahahahah whahahah ...wahhahaha ternyata memang banyak orang bodoh di dunia ini guru” sambil menunjuk kearah ayahnya ...


Membuat Huang Xie terkaget yang dengan serius memperhatikan yang di tontonnya, perbuatan Zhen Long membuat Huang Xie sedikit kesal dan mencubit lembut hidung Zhen Long... "Tidak usah menghina simak dengan jelas Long'er!!!” perintahnya agar muridnya memahami pentingnya informasi dari masa lalu seseorang...


“aduh ...aduh .sakit guru... maaf maaf guru..." ujar Zhen Long yang bersandiwara kesakitan


“Trserah kamu mau namai jurusmu sesuka hatimu nanti namun saat ini saya ingin kamu fokus mengambil hikmah dari masa lalumu ini Long'er!!!!” pintanya tegas membuat muridnya serius karena melihat sorotan mata gurunya yang tajam mengarahnya..


"Baiklah Guru nama jurusku nanti adalah ilmu Dewa Iblis" dengan bangga Zhen Long mengumumkan nama jurusnya sebelum mempelajari satupun ilmu beladiri...


mendengar ucapan Zhen Long kemudian Huang Xie bertanya "Mengapa nama itu Long'er bukankah itu nama ilmu dikalangan aliran hitam" meskipun tidak keberatan namun dirinya ingin mengetahui penyebab Zhen Long memilih nama jurusnya..

__ADS_1


"Saya ingin menunjukkan kepada dunia nantinya guru tentang paradigma yang salah bahwa nama dan julukan bukanlah sifat sebenarnya orang yang menyandangnya sehingga mereka semua tidak memandang orang dari julukannya namun dari budi pekertinya seperti nama guru, saya tidak mau guruku dianggap pengikut aliran sesat karena berjuluk dewa pencuri tanpa jejak,,," Zhen Long berkata dengan bangganya.


Membuat Huang Xie bahagia dan memeluk Murid kesayangannya "Terima kasih Long'er kita akan berbuat kebajikan bersama nantinya menolong yang lemah dan membantu orang yang tertindas aku merestui nama itu kamu akan dikenal dengan nama Pendekar Dewa Iblis murid Pendekar dewa pencuri tanpa jejak" Huang Xie memmberi suport kepada muridnya...


Zhen Long kembali menyaksikan apa yang ada di depannya tanpa istirahat selama hampir 5 hari 5 malam telah berlalu.,Efek madu lebah giok mampu menghilangkan kelelahan sesekali Zhen Long berdiri untuk melenturkan badannya dan lanjut menonton masa lalunya...


Di istana tengah kekaisaran Wei 10 Jenderal utama kekaisaran Wei, Perdana Menteri Cai Yan dan Kaisar Zhen Cao memikirkan cara menghabisi keluarga panglima Hui selama 5 hari berdiskusi barulah Yin Po yang merupakan Jenderal kepercayaan Panglima Zhen Hui dan merupakan murid terbaiknya karena dia yang telah lebih dulu mengusai ilmu pertahanan Raga Emas milik Panglima Zhen Hui angkat suara... "Ijin bicara yang mulia” mengepalkan kedua tangannya kedepan menghadap kaisar Wei... “Silahkan Jenderal Yin” sembari mengerakkan tangan kanannya sebagai tanda mempersilahkan Yin Po untuk Berbicara...


“Hamba memiliki rencana yang mulia” membuat semua pandangan mengarah kearah Yin Po


“Panglima Zhen Hui pasti kehilangan tenaga dalam yang sangat banyak sekarang disebabkan kelahiran Long'er...


ada baiknya yang mulia menjenguk Panglima Zhen Hui dan memberikan selamat secepatnya, serta mengabarkan pengangkatan Long'er sebagai putra mahkota kekaisaran Wei sehingga tidak membuat curiga panglima Zhen Hui... namun mungkin tidak bagi tuan putri Shu Liang, yang mulia harus berbohong kepada panglima Zhen Hui bahwa kekaisaran Tang dan kekaisaran Zhao bersiap menyerang Wei, beserta pergerakan Negara Zugen membantu kekaisaran Tang, hal ini merupakan hal yang panglima Zhen Hui khawatirkan sehingga mengutus banyak regu pengintai ke Negara Zugen yang saya sendiri tidak paham mengapa Panglima Zhen Hui selalu memantau pergerakan Negara Zugen yang sangat jauh dari kekaisaran Wei... itu akan membuat panglima Zhen Hui akan meningkatkan tenaga dalamnya... " Jenderal Yin Po menjelaskan dengan sangat terperinci rahasia Negara dan kemiliteran.


”Tidak yang mulia, setiap panglima Zhen Hui berlatih ada waktu dimana dia tak sadarkan diri selama beberapa menit, menurut penglihatan hamba yang mulia pada saat menemani Panglima berperang .” di sambut anggukan seluruh Jenderal Wei membenarkan pernyataan Jenderal Yin Po


“Disaat itulah waktu terbaik menghabisi panglima Zhen Hui!!!!... masalah putri Shu Liang hal yang mudah untuk membunuhnya apa lagi Long'er yang masih bayi..."usul Jenderal Yin Po dengan penuh pertimbangan...


“Jangan lupa memasang mata mata di istana timur agar lebih mudah memantau keadaan!!!!... urusan ini biar Saya yang memilih orang yang tepat Cao'er” Cai Yan Berkata menambahkan strategi Yin Po


“Jangan lupa kitab Shu Ron harus kita dapatkan untuk memperkuat kekaisaran Wei dari tangan Shu Liang” sambung Cai Yan penuh ambisi dan menyadari pentingnya kitab tersebut untuk pertahanan suatu negara..

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu mari kita jalankan rencana Jenderal Yin dan perdana menteri Cai”... “ sebelum itu paman Cai Berikan mereka sumber daya langka sebanyak mungkin dan senjata pusaka pertapa kualitas tinggi yang hebat untuk berjaga jaga kepada para Jenderal Wei yang hebat ini....!!!!" perintah Kaisar Zhen Cao dengan tegas.


Serentak mereka mengucapkan “Terima kasih yang mulia dan semoga yang mulia panjang umur dan sehat selalu” bahagia mendapatkan senjata pusaka terbaik.


Keesokan harinya Zhen Cao di dampingi permaisurinya mendatangi kediaman panglima Zhen Hui untuk menjalankan rencana yang mereka susun selama beberapa hari ini..


Zhen Cao dan permaisurinya disambut dengan hangat oleh panglima Zhen Hui namun berbeda halnya dengan Shu Liang merasa ada yang janggal dari sikap baik Kaisar Zhen Cao...


“Selamat datang Yang mulia kaisar dan yang mulia permaisuri” ucap Zhen Hui dengan penuh hormat


“Kakak Hui jangan bersikap begini saya merasa tidak enak hati" ujar Zhen Cao ringan namun bermakna.


“ Silahkan duduk Cao'er...!!!!"


“Maafkan saya kakak Hui baru sekarang mengunjungi keponakanku Long'er" berkata dengan nada sopan seolah olah ada banyak masalah kekaisaran yang harus dirinya selesaikan.


Zhen Hui kemudian mengambil Zhen Long dari pelukan Shu Liang dan menyerahkan ke arah Zhen Cao...


“Lihatlah Cao'er... ponakanmu sehat... hahahahahah...hahahahah..hahahha" dengan senang dan tertawa memperkenalkan anaknya kesaudaranya


“Dia sangat tampan dan kuat tidak salah saya telah memutuskan bahwa Long'er akan menjadi putra mahkota kekaisaran Wei..." perkataan Zhen Cao... membuat Zhen Hui dan Shu Liang Beserta permaisuri terkaget...

__ADS_1


“Apa ada masalah dengan ini?” lanjut Zhen Cao melirik kesetiap orang yang berada di ruangan gtersebut.


“Cao'er jangan cepat memutuskan segala sesuatu biarlah Long'er seperti saya nantinya menjadi pelindung kekaisaran Wei” Zhen Hui berkata karena tidak menginginkan anaknya menjadi Kaisar.


__ADS_2