
Kehebatan beladiri Huang Lingruo membuat putri Li Huwei sangat takjub setelah beberapa saat satu persatu pendekar pertapa tingkat puncak makam tengkorak bayangan tumbang di atas permukaan tanah meregang nyawa karena kombinasi serangan tebasan serta tebasan dewi kultus suci milik Huang Lingruo yang unik serta semakin ganas, Bong Bashan yang siuman dari pingsannya segera mengatur nafasnya serta mengobati luka dalamnya 2 meredian besarnya pecah akibat serangan Zhen Long yang sangat mematikan, begitu pula 2 pendekar pertapa bawahan yang timpa tubuh Bong Bashan sejak tadi berusaha memulihkan cederanya.
Semakin berkurang para pendekar pertapa makam tengkorak bayangan yang menyerang Huang Lingruo, dikarenakan semakin ganas pedang Huang Lingruo menghujam tubuh lawan lawannya membuat 8 orang yang tersisa memilih mundur melarikan diri, namun Huang Lingruo tidak membiarkan hal tersebut terjadi, dengan langkah dan tarian dewi kultus suci dengan mudah Huang Lingruo menghampiri mereka dan mencabut nyawa ke 8 pendekar tersebut.
Zhen Long hanya menggelengkan kepalanya melihat tindakan Huang Lingruo namun tidak melarangnya melakukan tersebut, dengan sigap Huang Lingruo memasukkan senjata pusaka pendekar pertapa sekte makam tengkorak bayangan yang di binasakannya ke dalam cincin kuasa buminya serta melesat ke arah Bong Bashan dan ke 2 pendekar pertapa lainnya, baru saja Bong Bashan hendak membuka matanya, kepala Bong Bashan dan ke 2 bawahannya telah berada tersungkur di atas tanah berpisah dengan tubuhnya akibat tebasan pedang Huang Lingruo.
Huang Lingruo dengan segera menyita senjata pusaka pertapa dari ke 3 mayat tersebut dan segera menuju kearah Zhen Long dengan senyuman kebanggaan.
putri Li Huwei, jenderal Gao Lansong dan jenderal Shun Mingshi gemetar melihat kesadisan Huang Lingruo yang tidak membiarkan seorangpun para pendekar sekte makam tengkorak bayangan hidup meskipun di lain sisi mereka merasa senang dan berterima kasih karena nyawanya terselamatkan.
“Lingruo’er kenapa dirimu menghabisi mereka?” Zhen Long bertanya sembari mencubit lembut hidung kekasihnya.
__ADS_1
“Saya takut mereka akan membunuh orang lain serta melakukan perbuatan jahat lagi yang mulia” Huang Lingruo menjawab karena mengetahui kekasihnya tidak akan membunuh musuhnya serta memberikan kesempatan ke 2 sesuai perintah dan amanah ayahnya Huang Xie.
Membuat putri Li huwei, jenderal Gao Langsong dan jenderal Shun Mingshi memahami dan membenarkan pernyataan pendekar wanita yang telah menyelamatkann mereka, dengan segera putri Li Huwei mendekati para penolongnya.
“Li Huwei berterima kasih atas bantuan dari para pendekar, sekiranya para pendekar bersedia menerima jamuanku sebagai tanda balas jasa” putri Li Huwei berkata dengan hormat sekaligus mengundang Zhen Long dan Huang Lingruo di kediamannya.
“Tuan putri Li Huwei tidak perlu berterima kasih kami hanya kebetulan lewat jadi membantu orang dari kesusahan” Zhen Long berkata dengan halus menolak jamuan putri Li Huwei, kemudian Zhen Long menuju ke arah jenderal Shun Mingshi dan jenderal Gao Lansong dan memasukkan pil ke mulut jenderal tersebut sembari berbisik “Seraplah pil embun rembulan agar kalian sembuh dari cedera” alangkah senangnya kedua orang tersebut mengetahui pil yang diberikan Zhen Long merupakan pil sumber daya tingkat tinggi yang dapat memudahkan mereka mengobati ilmu cedera beladirinya.
“Lingruo’er beristirahatlah sejenak!!! pulihkan tenaga dalammu!!!” Zhen Long berkata sambil memberi tanda isyarat serta menyodorkan sekantong madu lebah kepada kekasihnya, dengan segera Huang Lingruo menerima madu lebah giok memahami maksud tanda tersebut serta mencari tempat yang aman untuk dimasukkan kedalam cincin kuasa langit guna lebih cepat memulihkan tenaga dalamnya.
Setelah Zhen Long memasukkan Huang Lingruo, dirinya kembali ke tempat jenderal Shun Mingshi, jenderal Gao Lansong dan putri Li Huwei untuk membicarakan hal yang serius guna tidak membuat Huang Lingruo cemburu nantinya.
__ADS_1
“Kemana rekan pendekar?” putri Li Huwei bertanya kepada Zhen Long, namun tidak ditanggapi oleh pendekar yang ada di hadapannya membuat putri Li Huwei sedikit tersinggung.
Melihat jenderal Gao Lansong dan jenderal Shun Mingshi telah sembuh dari luka dalamnya, Zhen Long kemudian membuka topengnya dihadapan mereka untuk memperlihatkan dirinya sehingga membuat mereka terkejut melihat wajah penolong mereka yang merupakan wajah yang sama yang di carinya 8 bulan yang lalu, terutama Li Huwei yang masih menyimpan lukisan wajah Zhen Long tersebut di balik bajunya, kemudian Zhen Long mengenakan topengnya kembali.
“Hanya satu pesanku berhati hatilah kepada keluarga bangsawan Xuan mereka merupakan bagian dari sekte api surgawi” Zhen Long berkata dengan tegas sembari memberikan 3 kantung madu lebah giok kemudian melesat pergi meninggalkan mereka, putri Li Huwei masih terkesima melihat pria pujaan hatinya selama ini merupakan penyelamatnya, jenderal Gao Lansong dan jenderal Shun Mingshi menelaah maksud pesan dari penyelamatnya.
“Sepertinya kita harus berhati hati tuan putri kepada keluarga perdana menteri Xuan” jenderal Gao Lansong berkata membuat putri Li Huwei tersadarkan akan lamunannya.
“Benar juga mana mungkin pendekar penolong kita ingin berbohong tuan putri” jenderal Shun Mingshi berkata dengan hormat, membuat jenderal Gao Lansong sependapat dengan pernyataan tersebut.
“Kita tidak boleh menuduh tanpa bukti namun kita akan menyelidikinya tanpa diketahui orang lain, rahasiakan kejadian hari ini!!!! makamkan para komandan tempur yang tewas dengan hormat dan berikan tanda balas jasa kepada keluarga mereka!!! Saat ini kita harus segera ke kota Languang untuk meminta bantuan para jenderal dan komandan tempur untuk mengawalku ke ibu kota Cangan!!!!” Putri Li Huwei memberikan perintah dengan tegas dan penuh pertimbangan.
__ADS_1