Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Penguasa Negara Durham Yang Mulia Raja Konery


__ADS_3

“Hahahah,,,hahahah .hahaahh kabar baik sahabatku” balas sultan Yasir Al Mahmud dengan tawa bahagia menyambut kedatangan Raja Konery meskipun dirinya datang tidak melalui protokoler kerajaan Bursa…


Tanpa basa basi Raja Konery langsung melontarkan pertanyaannya kepada Sultan kerajaan Bursa Yasir Al Mahmud tentang pergerakan pasukan kerajaan Bursa yang begitu mengganggu fikirannya beberapa hari ini...


“Mengapa pasukan bursa dikerahkan ke 3 perbatasan kerajaanmu sobat…? Tanya Raja Konery yang meminta penjelasan kepada sahabatnya dengan penuh rasa penasaran.


“Saya merasa khawatir sahabat akan adanya pergerakan invasi dari kedua kekaisaran dan Negara Zugen’" Sultan Yasir Al Mahmud menjelaskan singkat maksud dan tujuannya.


Panglima Fitrah Az Zainal hanya membisu mendengar percakapan antara 2 orang yang dia hormati dan segani tersebut


“Saya merasa tindakanmu terlalu persuasif sobat jangan jangan kamu terjangkit dengan penyakit kebodohan Zhen Hui ???? , hahahahah..hahaahh..hahaha ” Raja Konery berkata sambil menyinggung salah satu sahabatnya yang telah tiada sembari tertawa namun dengan perasaan sedih...


Mendengar kata tabu keluar dari mulut Raja Konery yang menyinggung Sultannya membuat hati panglima Fitrah Az Zainal menjadi geram namun segan untuk menghadapi orang yang berada dihadapanya karena perbandingan kekuatannya sangat jauh berbeda dengan penguasa Negara Durham tersebut, melihat wajah panglima Fitrah yang berubah Raja Konery mendatanginya sambil berbisik “Ada apa Fitrah??apakah kamu ingin mencoba cakar dewa Nagaku?” Raja Konery bertanya dengan begitu sombong dan angkuhnya mengancam Panglima perang Kerajaan Bursa, membuat butiran keringat jatuh dari kening panglima Fitrah Az Zainal setelah mendengar bisikan Raja Konery..

__ADS_1


Sultan Yasir Al Mahmud segera memotong pembicaraan melihat panglimanya tertekan… “Setiap rumah ada aturannya sahabatku mungkin panglima Fitrah merasa kata tabumu begitu menyinggung sultannya hahahahaha... hahaha... hahahah...” Sultan Yasir Al Mahmud berkata dengan kalimat kiasan sambil tertawa melihat panglima perangnya geder dihadapan sahabatnya Raja Durham...


Raja Konery tersenyum sambil menepuk pundak panglima Fitrah Az Zainal “Santai saja panglima saya memang begini adanya tidak suka dengan aturan aturan yang rumit namun saya suka kamu memiliki rasa empati terhadap sultanmu…Hahhaahahah..hahahah..hahahah” dengan tawa lepas memberikan sedikit pujian..


“Apakah saya harus mengikuti aturan rumahmu ini sobat?” Raja Konery bertanya sambil mengarahkan pandangan ke sultan Yasir Al Mahmud dengan halus menjawab kalimat kiasan sahabatnya tersebut..


Dengan senyum yang menawan sultan Yasir Al Mahmud menjawab “Sebagai sahabat seharusnya namun sebagai guru saya rasa tidak perlu" Sultan Yasir Al Mahmud menjawab sekaligus mempertegas keberadaan posisi Raja Konery kepada panglima perangnya..


“Kamu mendengarkannya panglima… hahahaha…hahaha…hahahaa.. sultanmu ini adalah sahabat sekaligus muridku” Raja Konery berkata sambil tertawa lepas mendengar kalimat dari sahabatnya yang begitu cerdas merangkai kata kata kiasan...


“Sudahlah panglima jangan bersifat yang formal formal, saya kurang menyukainya!!!” Raja Konery sambil menepuk pundak bawahan setia sahabatnya...


“Hahahaahaha…hahahah.. hahahah jangan membuat panglima andalanku menjadi bingung sahabat” sultan Yasir Al Mahmud berkata agar sahabatnya ini tidak terlalu menekan bawahannya terlalu lama..

__ADS_1


“Pasti ada hal yang sangat mendesak sehingga kiranya sahabat berkunjung kemari?" Sultan Yasir Al Mahmud bertanya menuju ke inti persoalan kedatangan Sahabatnya..


“Dirimu benar sobat kamu tahukan sudah hampir 3 bulan perbintangan anak si bodoh itu tidak terlihat di orbitnya...” Raja Konery menjelaskan dengan singkat dan langsung dapat dipahami oleh sahabatnya...


Sultan Yasir Al Mahmud menarik nafasnya dan menjawab “Sangat tragis nasib keluarga saudara Zhen Hui sahabat, sebagai bagian dari sahabatnya kita tidak mampu menyelamatkan anaknya...!!! dengan nada sedih Sultan Yasir Al Mahmud berkata mengenang nasib keluarga Zhen Hui.


“Itu karena kebodohannya sendiri lebih memilih menjadi panglima dibandingkan menjadi kaisar di kekaisaran Wei.." Raja Konery berkata dengan sangat kesal mengingat pilihan dari Zhen Hui dahulu sehingga nasib buruk menimpa dirinya dan keluarganya..


“Kata kata anda benar sahabat namun tragedi keluarga Zhen Hui adalah gejolak politik yang terjadi diluar istana kekaisaran Wei akibat ketakutan Negara Negara tetangga mereka akan invasi kekaisan Wei terhadap wilayah mereka dikarenakan anak dari panglima Zhen Hui diangkat menjadi pangeran mahkota” sultan Yasir Al Mahmud menjelaskan, panglima Fitrah hanya menjadi pendengar yang baik...


“Begitu menurutmu sobat, namun saya tidak sependapat denganmu !!! malah saya merasa kebalikan dari semua penjelasanmu” Raja Konery berkata sambil memberikan tatapan sebagai tanda agar sultan Yasir Al Mahmud memahami maksud dari kata katanya ..


“Maksud anda saudara Zhen Hui meninggal akibat intrik dari dalam kekaisaran Wei?” sultan Yasir berkata sembari terkejut menebak maksud perkataan Raja Durham, Raja Konery mengangguk kecil sambil tersenyum kearah sahabatnya, Sultan Bursa seakan tidak mempercayai hal tersebut terjadi terhadap keluarga Zhen Hui dan Shu Liang.

__ADS_1


“Mengapa sahabat berfikir demikian tolong berikan penjelasan agar saya mengerti???” pinta sultan Yasir Al Mahmud penasaran ingin mendengar pandangan dari lelaki perkasa yang merupakan sahabatnya sekaligus aliansi abadi Negaranya...


__ADS_2