
“Terimalah madu lebah giok ini agar stamina dan kekuatan anda kembali, Saya ingin pertarungan ini adil” Zhen Long berkata sembari menyerahkan 2 kantong madu lebah giok, namun rRja Criss dan Panglima Uldric enggan meminumnya karena merasa waspada akan pemberian tersebut, membuat Zhen Long tersenyum sekaligus menggelengkan kepalanya.
Raja Criss dan saudaranya Uldric memasuki area pertarungan begitupun Huang Lingruo dengan segera melesat di antara mereka sembari merapalkan ilmu kombinasi dewi kultus suci ketahap puncak miliknya, melihat aura yang keluar dari pendekar wanita tersebut sangat kuat, Raja Criss merapalkan Ilmu beruang iblisnya dan Panglima Uldric merapalkan Ilmu dewa beruang tempur miliknya, dengan ganas kedua saudara tersebut menyerang dengan ganas dan brutal ke arah Huang Lingruo agar segera mengakhiri pertarungan dengan cepat, karena mewaspadai aura pendekar wanita dihadapannya.
Huang Lingruo yang menyadari hal tersebut kemudian menghindari serangan mereka dengan tarian dewi kultus sucinya dan menyarangkan tendangan dewi kultus suci ke arah atas kepala Panglima Uldric, membuat Panglima Uldrik tersungkur ke atas tanah dengan benturan yang keras “duarrzz” dan dengan sigap menyerang Raja Criss, dengan serangan ganas pukulan, tendangan dan tapak dewi kultus suci secara beruntun ke arah tubuh Raja Criss dengan kombinasi ruang sihir sementara, Raja Cris berusaha menangkis serangan tersebut dengan raga beruang iblisnya tahap puncak sembari menyilangkan kedua tangannya kedepan tubuhnya, namun Huang Lingruo melancarkan serangannya dengan kekuatan penuhnya mengingat target yang harus dicapainya hanya 100 jurus, Raja Criss sulit menangkis 35 serangan beruntun Huang Lingruo pukulan ke 11 hingga 35 mengenai telak tubuhnya dengan tenaga yang sangat besar, membuat raga beruang iblis Raja Criss tertembus sehingga tubuh Raja Kasam tersebut terlempar menembus tembok pembatas istana dengan kecepatan tinggi sejauh ratusan meter, dengan luka meredian yang sangat parah Raja Criss memuntahkan darah segar yang banyak dari mulutnya, melihat kondisinya diambang kematian dengan segera Raja Criss mengatur posisi duduk serta mengatur pernafasannya untuk mengobati cedera meridiannya.
__ADS_1
Jenderal Yogo hanya terdiam membisu melihat keganasan serangan Huang Lingruo bagaikan dewi kematian yang ingin mencabut nyawa pimpinannya, dengan segera Huang Lingruo menghampiri Panglima Uldric yang baru saja bangkit dari posisinya serta masih merasakan pusing di area kepalanya akibat benturan yang keras dari serangan pertama Huang Lingruo, menyadari hal tersebut Panglima Uldric dengan segera merapalkan raga dewa beruang tempurnya hingga tahap puncak.
Huang Lingruo dengan segera melancarkan serangan mematikannya memukul serta menendang ke arah tubuh Panglima Uldric dengan kombinasi ruang sihir sementara secara beruntun dengan tenaga dalam yang sangat besar, hampir 34 serangan beruntun mengarah ke tubuh Panglima Uldric sehingga pertahanan raga dewa beruang tempur tertembus di serangan ke 9 Huang Lingruo yang menyerang dengan ganas, Huang Lingruo dengan sigap mengarahkan tendangan ke 34 dewi kultus suci ke arah tubuh Panglima Uldric, membuat tubuh Panglima Kasam tersebut terhempas dengan sangat cepat ke arah Raja Criss yang sedang berkonsentrasi mengobati cederanya, tubuh Panglima Uldric membentur dirinya membuat cedera Raja Criss semakin parah dan dengan segera kembali mengatur posisi duduknya sembari mengatur pernafasan untuk mengobati cederanya, Panglima Uldric memuntahkan darah segar dari mulutnya serta mengalami cedera meridian yang tidak kalah hebatnya dari kakaknya, dengan susah payah Panglima Uldric berusaha mengatur posisi duduk serta mengatur pernafasannya untuk mengurangi cedera berat pada tubuhnya, Huang Lingruo dengan segera melesat ke arah Raja Criss dan Panglima Uldric yang tidak berdaya lagi, dengan sekuat tenaga Jenderal Yogo dengan segera melesat ke arah pimpinannya yang terluka parah untuk membantu sekaligus memohon pengampunan, namun kecepatan Huang Lingruo jauh dari kemampuan Jenderal Yogo.
Huang Lingruo dengan kekuatan besar ingin mengarahkan ke dua tapak dewi kultus suci untuk melanjutkan serangan ke 71 jurusnya untuk menyelesaikan pertarungan tersebut sekaligus membunuh para pimpinan Negara Kasam yang telah berani menyinggung kekasihnya, Raja Criss dan Panglima Uldric yang berada di ambang kematian memasrahkan kematiannya sembari tetap mengatur pernafasannya guna meringankan cedera beratnya.
__ADS_1
Zhen Long merapalkan ilmu penglihatan arus perputaran meridian dengan segera melesat ke arah Raja Criss dan Panglima Uldric yang terluka parah sembari mengibaskan tangannya membuat para komandan dan pasukan istana terhempas ratusan meter, dengan sigap Zhen Long memasukkan darah kedua orang tersebut ke dalam mustika dewi nur tanpa diketahui oleh orang lain, kondisi Raja Criss dan Panglima Uldric dalam keadaan setengah sadar sembari mencoba mengatur pernafasannya untuk bertahan hidup.
Zhen Long dengan sigap memberikan pil mustika langit 7 lapis ke dalam mulut mereka sembari berkata “Atur pernafasan kalian serta biarkan pil mustika langit 7 lapis bekerja memperbaiki dan menyambung kembali meridian anda yang terputus” dengan menghentikan aliran tenaga dalamnya Raja Criss dan Panglima Uldric membiarkan pil mustika langit 7 lapis bekerja serta tidak melawan energi dari pil mustika tersebut, membuat mereka tersadar berapa berharga dan langkanya pil mustika langit 7 lapis di dunia persilatan.
Zhen Long meminta semua pasukan menjauh dan dengan enteng dirinya mengangkat kedua penguasa tersebut menuju ke dalam ruangan istana Raja agar tidak ada yang mengganggu mereka dalam penyembuhan cedera beratnya, sembari menunggu kedua penguasa tersebut sembuh Zhen Long mengajak Huang Lingruo berjalan jalan menikmati taman istana Raja serta meminta Jenderal Yogo menjaga tempat tersebut agar tidak ada yang mengganggu proses pengobatan.
__ADS_1
Zhen Long meminta kepada Jenderal Yogo agar pimpinannya meminum madu lebah giok yang diberikannya sebelum bertarung setelah selesai menyerap pil langit 7 lapis agar meridian mereka menjadi kuat kembali, sehingga tubuh mereka akan segar seperti sebelum bertarung dengan Huang Lingruo, 2 jam kemudian para penguasa tersebut sembuh serta keluar ruangan tersebut untuk mencari Zhen Long dan Huang Lingruo dengan perasaan bahagia, Jenderal Yogo kemudian menyerahkan madu lebah giok dan menceritakan semua kejadian yang menimpa Raja Criss dan Panglima Uldric serta memberitahukan keberadaan kedua Tetua tersebut yang sedang menikmati pemandangan di taman barat istana kediaman Raja.