Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Ketegangan Paviliun Merak Barat Kota Hantai


__ADS_3

“Pertanyaan pertamamu Lingruo’er sudah aku jawab sewaktu kita bersiap meninggalkan kota Liangshan, dan pertanyaan ke duamu telah kamu pelajari dari kitab Yu Nan namun dirimu belum mendalaminya sayang” Zhen Long menjawab dengan santai sembari memperhatikan nama botol giok yang telah Huang Lingruo tandai, namun jawaban Zhen Long semakin membuat Huang Lingruo mengenang kembali kejadian bersama kekasihnya pada saat meninggalkan kota Liangshan.


“Oh.. maksud yang mulia kepandaian tetua Ong Gonsun bersiasat !!!” Huang Lingruo berkata sembari berseru, Zhen Long menganggukkan kepalanya ke arah Huang Lingruo sembari tersenyum membenarkan peryataan kekasihnya, namun untuk jawaban ke dua dirinya belum memahaminya dengan baik kemudian Huang Lingruo merapalkan kembali isi kitab Yu Nan bab 3 yang berhubungan dengan tungku pusaka dewa obat dan cara mengunakannya sekian lama dirinya mengulang semakin dirinya tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya tersebut.


Setelah sekian lama Huang Lingruo berjalan sembari merapalkan kitab Yu Nan bab 3 semakin penasaran dirinya mencari penyebab gagalnya pil yang di buat oleh tetua Ong Gonsun hanya mencapai pil langka tingkat tinggi dan tidak menembus pil mustika langka, setelah memeriksa satu persatu giok yang berisikan pil dan racun Zhen Long kemudian memasukkannya kedalam cincin kuasa langit ditempat yang terpisah.

__ADS_1


Tidak ingin membuat kekasihnya semakin bingung zhen long kemudian berkata “Lingruo’er perhatikan ini” sembari membuat tangan kanannya di aliri elemen api panas dan tangan kirinya di aliri elemen api dingin membuat Huang Lingruo semakin bingung tentang apa yang dilakukan kekasihnya, membuat Zhen Long mengeleng gelengkan kepalanya melihat raut wajah Huang Lingruo menandakan belum memahami maksudnya.


“Untuk membuat pil mustika obat selain tungku pusaka dewa obat diletakkan di atas giok inti api kemudian bahan bahan obat di masukkan ke dalam tungku pusaka dewa obat dan di olah dengan mengalirkan elemen api dingin dan elemen api panas semakin banyak dan langka elemen api yang dimiliki maka semakin tinggi tingkat keberhasilannya, sedangkan untuk membuat senjata pusaka dewa dari tungku pusaka dewa perang, tungku tersebut di letakkan di atas giok inti es kemudian memasukkan bahan bahan material langka ke dalam tungku pusaka dewa perang kemudian di olah sembari membayangkan bentuk senjata maupun benda pusaka yang diinginkan dengan mengunakan elemen api panas maupun elemen api dingin semakin banyak elemen api yang digunakan maka kualitas senjata yang di buat akan menjadi senjata pusaka Dewa” Zhen Long menjelaskan sembari menunjukan kedua tangannya diselimuti penggabungan elemen api dingin dan elemen api panas, membuat Huang Lingruo menjadi paham dan tersenyum bahagia.


“Jadi pada saat membuat pil obat tetua Ong Gonsun memakai penggabungan api panas dan dingin tanpa memisahkan elemen api panas dan elemen api dingin sayang” Huang Lingruo berkata dan membuat Zhen Long tersenyum serta menganggukkan kepalanya membenarkan pernyataan tersebut, membuat Huang Lingruo semakin mengagumi pengetahuan dan pemahaman kekasihnya.

__ADS_1


“Saatnya kita berangkat Lingruo’er dan tolong kamu memasang jebakan disetiap lorong dengan memutar tuas batu yang telah tersedia berlawanan arah dari letak batu tersebut berada, jadi tuas batu di tembok sebelah kanan diputar kearah kiri!!!, dan tuas batu di tembak kiri diputar kearah kanan agar perangkapnya bekerja!!!” Zhen Long berkata sembari mengajar Huang Lingruo mengaktifkan dan menetralkan perangkap di ruang tersebut sekaligus meminta Huang Lingruo memasukkan gundukan koin emas yang berada di sudut ruangan, dengan segera Huang Lingruo melakukan semua yang dikatakan Zhen Long hingga keluar dari pegunungan Rutai menuju kota Hantai perbatasan kekaisaran Tang.


Dengan segera Zhen Long dan Huang Lingruo melesat kepintu gerbang perbatasan dan memperlihatkan plakat perak keluarga bangsawan Xuan sehingga para komandan jaga perbatasan mengijinkan mereka memasuki Kota Hantai, Huang Lingruo kemudian berbelanja di kota tersebut karena pada saat dirinya menginjakkan kaki mereka pertama kali, mereka langsung pergi keluar dari kota perbatasan tersebut , Zhen Long menunggu Huang Lingruo di paviliun merak barat, Zhen Long menyerahkan 10 keping logam emas kepada pengelola paviliun untuk diberikan tempat dan sajian makanan istimewa dari paviliun merak barat dengan segera pengelola paviliun mengantarkan Zhen Long ke lantai 3 yang merupakan ruang Vvip terbuka dari paviliun tersebut, yang hanya tersedia sekitar 10 meja untuk menjamu tamu istimewa dan disertai pemusik dan tarian khas Kekaisaran Tang dikarenakan meja dilantai 1 dan lantai 2 telah terisi penuh oleh para saudagar dan bangsawan yang sedang berkunjung, Zhen Long mengambil posisi meja paling sudut yang mengarah ke jalan kota Hantai agar Huang Lingruo dapat dengan mudah menemukannya.


Tidak berselang beberapa saat rombongan pasukan kekaisaran Tang yang terdiri 40 orang yang 6 diantaranya berkedudukan sebagai jenderal besar terlihat dari emblem emas yang mereka kenakan serta 32 lainnya merupakan komandan tempur memakai emblem perak memasuki paviliun merak barat lantai 3 diantarkan langsung oleh pengelola paviliun tersebut menandakan mereka sangat dihormati di Kekaisaran Tang tersebut.

__ADS_1


Zhen Long tidak ingin mengambil pusing akan kedatangan mereka dan tetap mencicipi hidangan yang di sajikan para pelayan paviliun merak barat, para jenderal saling berpandangan karena merasa keberadaan Zhen Long mengganggu perbincangan serta rapat petinggi militer kekaisaran Tang yang merupakan rahasia kekaisaran.


Salah satu jenderal utama memberikan tanda kepada pengelola paviliun untuk meminta pendekar yang berada di meja sudut ruangan meninggalkan tempat tersebut sebelum panglima Gao Xianting datang menemui mereka, membuat pengelola paviliun menjadi bingung dalam mengambil keputusan berhubung pendekar yang akan di singgung merupakan tamu utama keluarganya.


__ADS_2