Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Menahan Serangan Dahsyat 9 Biksu Suci Puncak Cahaya Kebenaran


__ADS_3

“Amithaba ... Amithaba... maafkan perkataan Saudara Shiyi!!! Pangeran, namun kami tidak bisa memenuhi permintaan Anda” Biksu Suci San berkata dengan permintaan maaf, namun Zhen Long telah terbakar api amarah menanggapai pernyataan Biksu suci tersebut merasa tersinggung, seluruh tubuh Zhen Long diselimuti 5 elemen api, angin, petir, air dan tanah dengan gelombang yang sangat dahsyat dan merapalkan ilmu perubahan cuaca dari kitap Feng Sui, membuat langit bergemuruh awan dan petir menyelimuti puncak cahaya kebenaran.


“Bentuk formasi pagoda suci, formasi Dvasasa Arfat budha !!!!” Biksu Suci Wu berkata melihat Keseriusan Zhen Long yang akan menyerang, para Biksu termasuk Mahaguru Su Ao dan It Heng bangkit dan melaksanakan perintah Biksu Suci.


“Ruo’er serang sekuat tenaga jangan menahan kekuatan formasi 7 bintang Dewi Kultus Suci ikuti pergerakanku menyerang para Biksu dan hindari cambuk rantai penyerap bintang!!!!” Zhen Long berkata dengan lantang serta mengunakan seluruh kemampuannya membongkar pertahanan para Biksu tanpa ragu akan adanya korban jiwa dipihak lawannya, Huang Lingruo menganggukkan kepalanya menandakan mengerti maksud kekasihnya.

__ADS_1


Zhen Long dengan merapalkan ilmu penglihatan arus perputaran meridian dan kombinasi ilmu dewa iblis melihat titik terlemah dari formasi Dvasasa arfat budha dan pagoda Suci, dengan cara melihat meridian para biksu yang melemah atau kelelahan Zhen Long dengan ganas melancarkan serangannya, Huang Lingruo yang berlindung dalam formasi sihir dengan serius mengontrol 7 pedang miliknya mengikuti arah serangan kekasihnya, aura membunuh Zhen Long keluarkan membuat sedikit hati para Biksu perunggu dan biksu perak gentar dikarenakan merasa tekanan udara sekitar area pertarungan menjadi sangat mencekam, tekanan aura dewa iblis Zhen Long bahkan membuat puluhan ribu biksu yang mengalami cedera berat dan stamina yang kurang menunjang jatuh pingsan hingga membuat ruang cela dalam formasi tersebut.


Para Biksu suci bergerak mengelilingi Zhen Long dengan membentuk formasi Diagramnawa Nirwana melayangkan cambuknya secara beruntun, namun dengan gesit Zhen Long menghindari serangan serangan tersebut dan lebih memilih menerima ribuan tongkat dari para Biksu sekaligus membalas serangan dengan sekuat tenaga membongkar formasi dihadapannya tanpa memikirkan tubuhnya yang terkena serangan tongkat tersebut, kecepatan Zhen Long yang berpindah tempat sembari melakukan serangan brutal dan ganas serta diikuti 7 pedang Huang Lingruo mengincar formasi yang lemah dari para Biksu, membuat ribuan Biksu mengalami cedera berat sehingga meredian ditubuh mereka banyak yang pecah setelah mendapatkan ayunan tongkat Zhen Long melaju dengan kuat disertai energi eleman yang berubah secara bergantian, Zhen Long mengayunkan tongkatnya kearah para Biksu sembari menghindari cambukan rantai penyerap bintang Biksu suci.


Para Biksu suci agak sulit menyerang dengan kekuatan penuh dikarenakan takut serangan mereka mengenai para Murid aliran puncak cahaya kebenaran, Zhen Long dengan cerdas melaju dengan cepat dan menyambarkan tongkatnya ke arah kerumunan para Biksu memanfaatkan momentum yang ada, serta menjadikan para Biksu sebagai tameng dari serangan para Biksu suci yang terlihat ragu ragu dalam menyerang, sambaran petir, angin dan api dengan kekuatan besar membuat para Biksu raga emas terhempas dengan kecepatan dahsyat setelah senjata serta tubuhnya menangkis amukan serangan senjata Zhen Long secara beruntun tanpa ampun, merasa formasi diagramnawa nirwana tidak bisa digunakan secara maksimal, Biksu suci Liu dengan segera mengambil tindakan karena merasa diagramnawa nirwana akan sia sia bila terdapat keraguan didalamnya.

__ADS_1


Zhen Long tidak memperdulikan perkataan Biksu suci, Zhen Long dengan segera meningkatkan aura dewa iblisnya untuk menghindari serta mendeteksi arah serangan cambuk para Biksu suci, serta mendesak para Biksu raga emas dan para Biksu menengah yang ada dihadapannya, keganasan dan kebrutalan serangan Zhen Long yang layaknya malaikat pencabut nyawa berhasil menembus formasi dvasasa arfat budha dan formasi pagoda suci dari ratusan Biksu menengah dan Biksu raga emas, cambukan para Biksu suci semakin kuat melihat area serangan menjadi sedikit lenggang, pergerakan Zhen Long terbaca oleh para Biksu suci dengan melayangkan cambukan beruntun, membuat Zhen Long melesat menghindari serta sesekali menangkis cambukan tersebut dengan tongkatnya sehingga membuatnya terhempas namun tetap melesat menuju ratusan Biksu menengah, Biksu raga emas, dan Biksu utama yang masih tersisa, dengan memanfaatkan kecepatan langkah dewa iblisnya Zhen LOong melesat ke arah para Biksu menengah dan Biksu raga emas yang sedang bertahan, melihat hal tersebut 3 Biksu utama Biksu Wu Ba, Mu Xiu dan Di Qui melesat membantu pertahannan para Biksu tersebut guna mengantasi serangan Zhen Long.


Pergerakan Zhen Long diikuti oleh sembilan cambukan beruntun para Biksu suci, merasakan ketiga Biksu utama meninggalkan tempatnya dengan segera Zhen Long mengubah arah serangannya menuju kesembilan Biksu utama dengan mengkombinasikan langkahnya dengan ruang sihir sementara, ayunan tongkat Zhen Long menghantam Biksu Zhe Ji dan Biksu Li Xun dengan sekuat tenaga hingga membuat kedua Biksu tersebut terhempas dan menghantam tiang biara utama yang kokoh dan berakhir dalam keadaan tuhuh yang sangat mengenaskan.


Perbuatan Zhen Long membuat para Biksu suci marah akan kelicikan siasat tersebut, para Biksu suci dengan segera melayangkan ratusan cambuk secara beruntun untuk menutup serangan dan pergerakan Zhen long tanpa memperdulikan keselamatan para Murid, Zhen Long kemudian melayangkan tongkat ke arah Mahaguru Su Ao yang dengan segenap tenaganya, dengan segera Mahaguru Su Ao membuat prisai sihir untuk menahan serangan Zhen Long, namun belum sampai ke arah Mahaguru Su Ao para Biksu utama yang tersisa bersama Mahaguru It Heng melesat membantu kepala biara, dengan menyalurkan tenaga dalam mereka kepada Mahaguru Su Ao untuk menambah kekuatan prisai sihir tersebut , namun Zhen Long yang memperhatikan hal tersebut kemudian melesat mengubah arah serangan dan membantai ratusan Biksu emas dan biksu menengah yang tersisa, kelicikan serangan Zhen Long membuat para Biksu suci semakin marah, mereka merasa Zhen Long tanpa ragu melakukan serangan ganasnya serta menganggap nyawa para Biksu tiada arti dihadapannya.

__ADS_1


Zhen Long kemudian melayangkan tongkat yang dialiri seluruh tenaga dalamnya menuju arah Mahaguru Su Ao, sekali lagi Mahaguru Su Ao membuat Prisai sihir terkuatnya dengan bantuan saluran tenaga dalam 10 biksu utama dan Mahaguru It Heng “Duarrrzzz” “Prank” membuat ke 12 Biksu tersebut terluka parah serta mematahkan tongkat pusaka dewa milik Zhen Long, melihat hal tersebut para Biksu suci sangat marah dengan sigap membuat diagramnawa nirwana mengunci pergerakan Zhen Long serta menyarangkan ribuan cambukan beruntun mengarah kepada pendekar dihadapannya, menyadari hal tersebut Zhen Long yang memiliki ¼ lingkaran tenaga dalam yang tersisa mengunci seluruh meridiannya serta menerima ribuan cambukan beruntun yang melaju dengan sangat kuat dan ganas ke arah tubuhnya, ribuan cambukan tersebut membuat Zhen Long terhempas ke segala arah tanpa bisa keluar dari formasi 9 penjuru tersebut, para Biksu suci menambahkan kekuatan serangan cambuknya menghujam ke arah tubuh Zhen Long yang dalam keadaan bertahan, namun Zhen Long tidak bisa berbuat apa apa, hanya bisa bertahan dengan kekuatan fisiknya, serangan amarah para Biksu suci tanpa ampun setelah mengusai area pertarungan, serangan dari berbagai arah tersebut menghancurkan jubah dan prisai pelindung pusaka dewa di tubuh Zhen Long, rasa sakit terasa disekujur tubuh Zhen Long meskipun tidak merusak merediannya yang telah terkunci serta tidak dapat mengalirkan tenaga dalam, Zhen Long menerima serangan hingga ratusan ribu cambukan dengan menyilangkan kedua tangannya melindungi wajah dan kepalanya menerima rasa sakit di sekujur tubuhnya sembari bermeditasi berdiri kokoh di tengah area formasi diagramnawa nirwana, darah Zhen Long menetes melalui luka goresan dari cambuk tersebut yang semakin lama semakin banyak menghujaninya dengan penuh amarah serta kekuatan penuh tenaga para Biksu suci.


__ADS_2