
Zhen Long mendengarkan pembicaraan mereka namun tidak menggubrisnya serta melanjutkan santapannya, pengelola paviliun terpaksa memberitahukan tentang identitas Zhen Long yang merupakan tamu keluarga Xuan berharap para jenderal mengisinkan Zhen Long menyelesaikan terlebih dahulu sebelum meninggalkan paviliun.
Membuat para jenderal saling berbisik tentang hal tersebut, mendengar bisikan para jenderal salah satu jenderal yang berasal dari keluarga Gao memukul meja karena merasa keluarganya diremehkan.
“Apa!!!! Kamu tidak menganggap keluarga Gao di bandingkan tamu keluargamu, apakah kamu tidak paham yang akan datang nanti panglima Gao Xianting?” Jenderal Gao Qingxu berkata dengan nada keras membuat ke 5 jenderal besar lainnya membenarkan serta membuat pengelola menjadi kaget dan gemetar ketakutan, Salah satu komandan tempur kemudian berdiri mendekati Zhen Long dengan sedikit angkuh melemparkan sekantung koin perak berisikan 200 koin serta meminta pendekar tersebut untuk meninggalkan tempatnya.
Zhen Long kemudian melemparkan sekantong logam berisikan 200 koin emas kearah meja komandan tersebut dan meminta rombongan tersebut meninggalkan paviliun merak barat serta membiarkan dirinya menikmati santapannya membalas tingkah angkuh komandan tempur kekaisaran Tang tersebut, membuat suasana lantai 3 menjadi tegang begitupun para pemain musik yang merasa tertekan akan kondisi tersebut.
Para jenderal kemudian saling berpandangan melihat pendekar yang mereka singgung tidak gentar sekalipun mengetahui status mereka, membuat Jenderal Shun Sunlie mencoba mengukur kemampuan Zhen Long dengan senyum tipis di wajahnya Zhen Long menyembunyikan tenaga dalamnya, dewa naga ikut tersenyum melihat tingkah tuannya.
“Sepertinya pendekar tersebut bukan orang biasa” jenderal Shun Sunlie berbisik kepada rekannya, membuat para komandan tempur tersulut emosinya namun Jenderal Li Huangyun melarang para bawahannya tersebut agar tidak bertindak sembarangan, pengelola paviliun hanya diam gemetar ketakutan melihat kejadian tersebut, Kemudian Jenderal Gao Jianlu berdiri dan berjalan kearah Zhen Long.
__ADS_1
“Maaf tuan pendekar atas kelancangan bawahanku, namun kami harap tuan pendekar bersedia kiranya memberikan muka kepada kami untuk segera meninggalkan tempat ini berhubung kami akan mengadakan pertemuan penting” jenderal Gao Jianlu berkata dengan penuh hormat sembari meminta sebuah permohonan.
“Maafkan tindakan balikku jenderal namun saya hanya ingin menyelesaikan santapanku ini sembari menunggu rekanku yang sedang berbelanja, saya hanya memberikan sedikit pelajaran kepada bawahan jenderal yang kurang sopan” Zhen Long berkata dengan hormat sembari melanjutkan menikmati makanannya membuat jenderal Gao Jianlu menatap rekan jenderalnya sekaligus menggelengkan kepalanya menandakan jangan bertindak sembarangan karena pendekar tersebut mengetahui jabatan mereka namun tidak gentar menghadapi mereka.
“Sebagai permintaan maaf saya Gao Jianlu bersulang kepada tuan pendekar” Gao Jianlu berkata sembari meneguk secawan arak kearah Zhen Long membuat para komandan tempur tidak berani bergerak setelah Jenderal Gao Jianlu memberikan penghormatan kepada Zhen Long.
Zhen Long kemudian menuangkan madu lebah giok kecawannya dan membalas penghormatan jenderal Gao Jianlu, terlihat jenderal Gao Qingxu masih sangat kesal namun tidak berani menentang jenderal Gao Jianlu yang merupakan sepupunya namun dengan derajat yang lebih tinggi darinya.
Dengan segera jenderal Gao Jianlu melaporkan kehadiran Zhen Long kepada panglima Gao Xianting, membuat panglima Gao Xianting tersulut emosinya mendengar penjelasan jenderalnya dengan segera memenggal kepala pengelola paviliun merak barat tanpa bertanya hingga menjadi debu membuat para penari lari berhamburan karena ketakutan namun Zhen Long tetap menikmati hidangannya dan mengacuhkan perbuatan sadis panglima Gao Xianting.
Melihat reaksi pendekar di hadapannya semakin menyulut amarah panglima Gao Xianting dan para Jenderal besar serta Komandan tempur, namun Gao XueJing menahan panglima perang tersebut mengusik Zhen Long yang berada di meja sudut ruangan tersebut, menandakan Gao Xuejing memiliki pandangan yang sangat luas melihat tingkah laku pendekar yang dihadapinya begitu hebat begitupun yang di rasakan mantan panglima perang jenderal Shun Shikai menenangkan para petinggi militer dari keluarganya.
__ADS_1
Panglima Gao Xianting meredakan amarahnya kemudian duduk di tempatnya membuat para jenderal dan para komandan tempur mengikuti tindakan panglimanya.
Huang Lingruo kemudian datang sembali melihat situasi canggung dari orang orang yang ada di ruangan tersebut kemudian menghampiri Zhen Long.
“Lingruo’er apakah kamu telah selesai berbelanja?” Zhen Long bertanya kepada Huang Lingruo dengan segera kekasihnya tersebut menganggukan kepala menandakan dirinya telah melakukannya.
Setelah mendengar percakapan berbisik para komandan tempur Zhen Long menyadari bahwa yang berkumpul ditempat tersebut merupakan pemimpin dari 3 keluarga Bangsawan Kekaisaran Tang tanpa adanya satupun anggota keluarga bangsawan Xuan, membuat Zhen Long curiga akan pertemuan ini merupakan suatu pertemuan khusus, dari jarak ratusan mil Zhen Long menyadari 4 orang menuju kota Hantai yang merupakan Putri Li Huwei dan 3 Jenderal besar yang mengawalnya.
“Lingruo’er waktunya untuk melanjutkan perjalanan” Zhen Long berkata dengan menunjukkan tanda tanda yang aneh membuat Huang Lingruo memahami tanda yang di berikan kekasihnya dengan segera berdiri meninggalkan lantai 3 sembari memberikan hormat kepada Gao Xuejing dan jenderal Shun Shikai serta mengacuhkan panglima Gao Xianting yang sedang meredam amarahnya.
Gao Xuejing dan Shun Shikai tersenyum menandakan yang di hadapannya merupakan pendekar dewa tingkat puncak karena memahami kemampuannya dan sedang melakukan penyamaran, sehingga dirinya mempersilahkan untuk Zhen Long dan Huang Lingruo melanjutkan perjalanannya.
__ADS_1