
4 hari setelah pelantikan Zhen Long sebagai Pangeran Mahkota kekaisaran Wei.
3 pedekar dewa beserta 27 muridnya yang berada di tingkatan pendekar pertapa dan pendekar suci menyerang memasuki istana timur kekaisaran Wei, telah lebih 1000 pasukan penjaga yang setara pendekar ahli dan Pendekar suci yang meregang nyawa dalam waktu hitungan menit tanpa sempat melawan dilenyapkan oleh para pendekar dewa tersebut bersama dengan Para muridnya.
mereka adalah utusan Gabungan Negara Busanpyong, Amexitli dan Aizu yang sekaligus merupakan anggota Aliran Api Surgawi yang ditugaskan untuk menghabisi nyawa Pangeran Mahkota kekaisaran Wei Zhen Long...
Meskipun pergerakan mereka sangat senyap namun panglima Zhen Hui dapat merasakan kehadiran ke 30 pendekar tersebut, satu persatu penjaga benteng istana timur bagian luar tumbang akibat ulah para pendekar dewa tersebut..
Mereka adalah Lau Cha si iblis muka putih, Shi Lie dewa racun timur, dan Hitachi Amuri Raja pedang tunggal beserta muridnya bertahap menghabis para penjaga dengan menggunakan keahliannya masing masing, nama Para pendekar dewa yang menyerang istana timur kekaisaran Wei termasuk dijajaran pendekar dewa yang disegani didunia persilatan..
“Liang'er masuklah ke ruang rahasia bersama Long'er.!!!" Zhen Hui berkata dengan tegas merasa kondisi diluar istana timur dalam kondisi yang kurang kondusif setelah kedatangan 3 pendekar Dewa beserta murid muridnya...
Shu Liang kemudian membawa Zhen Long tanpa bertanya alasan dari suaminya ke ruang rahasia karena melihat raut wajah serius dari suaminya menandakan bahaya sedang mendekat, ruang rahasia berada di bawah tempat tidur mereka, Shu Liang memutar salah satu tuas tiang utama tempat tidurnya sehingga pintu rahasia terbuka dan masuk bersama Zhen Long dengan tenang agar putranya tidak terbangun dari tidurnya.
Setelah melihat Shu Liang dan Zhen Long masuk ke ruang rahasia., kemudian Zhen Hui bergegas keluar dari ruang kamarnya dengan ilmu meringankan tubuhnya dan berdiri dengan gagahnya tepat diatas atap istana timur....
__ADS_1
“Ternyata punya nyali juga kalian ujar Zhen Hui dengan menggunakan tenaga dalam yang cukup kuat sehingga membuat perajurit yang berjaga menjadi sigap memasang kewaspadaan karena merasa tidak biasanya Panglima Zhen Hui berkata dengan suara tegas dan mengunakan tenaga dalam kecuali pada saat memberi perintah di medan pertempuran.. .
“Yang memiliki Kemampuan dibawah pendekar suci cepat bergabung diaula istana timur segera !!!” perintah Zhen Hui dengan tegas “yang memiliki kemampuan di atas pendekar suci segera keistana kekaisaran!!” lanjutnya agar mengurangi korban yang jatuh di pihaknya karena Zhen Hui mengtahui kemampuan menyerang berada tingkatan pendekar suci ke atas.
Dengan segera para pasukan pengawal istana melaksanakan perintah Panglima Zhen Hui mereka tahu perintah ini tidak main main karena merasakan tenaga dalam yang cukup besar dari perintah tersebut. para pengawal istana timur kerajaan Wei merasa baru kali ini ada yang berani menyerang istana yang mereka jaga karena dalam kurun waktu yang sangat lama istana timur kekaisaran Wei merupakan tempat teraman semenjak Ratu Bai Rong menempatinya..
“Kalian ingin keluar sendiri atau dengan paksaan!!!” Panglima Zhen Hui berkata dengan nada penuh ancaman,,
“Hahahahaha,,,,, hahahah...hahaha ... kehebatan panglima Zhen Hui memang benar adanya" Lau Cha berkata sembari menampakkan dirinya dengan congkaknya seakan dirinya berada diatas tingkatan Zhen Hui bersama 9 orang murid dibelakangnya...
“Hanya Lau Cha sendiri yang berani menunjukkan dirinya!!!" Zhen Hui kembali berkata dengan senyum tipis tersungging di bibirnya, kemudian 2 sosok pendekar dewa tahap awal menunjukkan dirinya beserta 18 pendekar yang berada di belakangnya yang merupakan
“Oh ...ternyata Hitachi Amuri dan Shi Lie yang berani menyerang kediamanku!!! "sambil tersenyum tipis kearah 2 pendekar tersebut yang dikenalnya telah pernah mengalahkan mereka dalam pertempuran Negara Aizu dan Negara Amexitli setahun yang lalu namun Zhen Hui mengampuni nyawa ke 2 pendekar tersebut dikarenakan tidak tega membunuh orang yang telah menyerah dalam peperangan...
“Panglima Zhen Hui mungkin ini adalah akhir dari hidupmu...hiHiHihi...hihiihhi..hihihii" Shi Lie berkata sambil tertawa picik....
__ADS_1
“Maaf menggangu waktu anda Panglima Zhen Hui...hahahahhah...hahahahaha..hahaha" Hitachi Amuri berkata dengan congkak sambil tertawa lepas dihadapan Zhen Hui..
“untuk apa kalian datang kemari seperti tikus yang merindukan keju? apakah Aliran Api Surgawi ingin menguasai dunia lagi,,,,,?" Zhen Hui bertanya sambil menyinggung ke 3 pendekar tersebut yang mengetahui pendekar tersebut berasal dari sekte yang sama..
“Apakah kalian tidak sadar dengan perbedaan kemampuan diantara kita" lanjut Zhen Hui mengingatkan tentang kejadian masa lalu...
“Hahahaha...hahahaha... hahahah jikalau diri anda dalam keadaan prima mana berani kami menantang panglima" Lau Cha menjawab dengan yakinnya karena mengetahui Zhen Hui telah mengalami penurunan tenaga dalam yang sangat derastis....
“Oh...... jadi kalian ingin merampok dalam kekacauan!!!! namun harus kalian tahu jangan mengukur baju orang ke tubuh sendiri!!!! kali ini saya tidak akan membiarkan manusia manusia sesat seperti kalian keluar hidup hidup dari isatana ini!!!' Zhen Hui berkata dengan sangat yakin bisa mengalahkan Pendekar pendekar yang ada di hadapannya dengan menyuratkan kata kata kiasan sebagai peringatan dan ancaman darinya...
“kalau tak mencoba bagaimana bisa ditahu panglima, siapa yang akan meregang nyawa terlebih dahulu" Hitachi berkata dan langsung membuka serangan “Sayatan rembulan” dengan pedangnya cahaya putih keunguan melesat kearah Zhen Hui,
Zhen Hui menghindarinya dengan mengunakan jurus tarian dewa perang seolah olah terlihat 10 Zhen Hui yang sedang bergerak kearah yang berbeda, sabetan pedang Hitachi mengenai 2 bayangan Zhen Hui, Tak mau memberikan kesempatan Shi Lie menyerang dengan arah yang berbeda "Tapak raja cobra" namun dengan gesitnya Zhen Hui menghindar dengan “tarian dewa naga” kearah atas sehingga tapak beracun Shi Lie tidak mengenai tubuhnya, kemudian Lau Cha bergerak menuju Zhen Hui dengan mengunakan jurus pamungkasnya cakar iblis putih Zhen Hui beradu kekuatan cakar dengan Lau Cha... "cakar Dewa naga” duarrrzz... mementalkan keduanya 4 langkah kebelakang....
“Sesuai perediksiku kekuatanmu telah menurun panglima sekarang kita berada selevel... hahhahahha,,, hahah hahaha "ungkap Lau Cha dengan tawa kegembiraan membuat ke 2 pendekar tersebut mendekati Lao Cha "kamu tidak akan mampu menghadapi kami” hahahaha,, hahaahah" lanjut Lau Cha membuat ke 2 pendekar menjadi semangat inilah waktu yang tepat menbayar malu semenjak kekalahan mereka tempo hari “kalian semua lekas cari dan bunuh Pangeran mahkota kekaisaran Wei dan habisi segera” perintah Lau Cha kepada murid muridnya, kemudian para Murid Lau Cha dengan pesat menuju ke istana timur dengan secepat mungkin dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh terbaiknya.
__ADS_1