
Tak berselang beberapa lama Zheng Long tertidur, Huang Xie telah berada disampingnya tanpa dia sadari sedang memperhatikan raut wajah dan aturan nafas muridnya “apakah Long'er begitu hebat sehingga dengan mudah mengusai emosi miliknya sehingga mampu melupakan dendamnya..???..Gumam Huang Xie sambil tersenyum kearah Zhen Long dengan penuh rasa penasaran dan pertanyaan difikirannya..
Huang Xie membuka sekantong madu lebah giok sambil menunggu murid kesayangannya yang sedang tertidur saat berlatih tidak berselang hitungan detik Zhen Long membuka matanya dikarenakan mengenal aroma yang begitu khas dikenalinya, dia menyadari aroma madu lebah giok yang merupakan minuman favoritnya...
Sambari menengok kesamping tubuhnya Huang Xie yang sedang meneguk madu giok yang telah lama dia tidak rasakan "Guru telah kembali" Zhen Long berkata sembari membuat gurunya tersedat karena merasa kaget."uhuk uhuk... Uhuk"
“Longer kamu membuatku kaget saja” Huang Xie berkata sambil mencubit lembut hidung muridnya
“Maaf guru saya tidak sengaja melakukannya” jawab Zhen Long dengan penuh rasa bersalah..
“Tidak apa Long'er, mungkin guru saja yang terlalu terbawa suasana meneguk madu lebah giok ini” Huang Xie berkata sambil mengelus bibirnya yang masih yang sedikit belepotan karena cipratan madu lebah giok,
“Long'er apakah kamu sudah siap...!!!!? Huang Xie melanjutkan perkataannya sambil menatap Zhen Long dengan tatapan serius.
“Siap untuk apa guru?” tanya Zhen Long binggung melihat tatapan serius gurunya.
“Membuka meridian tenaga dalam yang kamu miliki” jawab Huang Xie dengan jelas.
__ADS_1
“Itu semua dari keputusan guru, murid siap mengikuti nasihat guru saja...” Zhen Long berkata dengan penuh kedewasaan
Sambil memeriksa Meridian meridian Long'er yang 2 bulan lalu masih terselimuti racun selaksa rupa "sepertinya membutuhkan beberapa hari lagi Long'er" kata Huang Xie yang mempertimbangkan sesuatu setelah melihat meridian Zhen Long telah sembuh namun masih agak lemah dan masih dalam tahap beregenerasi secara sempurna...
“Baik guru murid mengikut saja” jawab Zhen Long setelah mendengar perkataan gurunya..
Huang Xie berfikir bahwa muridnya semakin dewasa setelah mengetahui latar belakangnya sembari mengarahkan senyuman kebahagian kearah Zhen Long serta mencubit lembut hidung muridnya...
“Kalau begitu mari kita lihat benda apa saja yang ada didalam cincin kuasa langitmu Long'er!!! ..." pinta Huang Xie yang begitu penasaran benda apa saja yang berada didalam cincin kuasa langit muridnya..
“Guru bagaimana caranya?” tanya Zhen Long karena belum pernah melakukan hal yang dipinta oleh gurunya.
“Atau secara langsung berucap keluarlah sambil menyebut nama benda yang ingin kita keluarkan” lanjut Huang Xie di sambut anggukan Zhen Long tanda dirinya telah sedikit paham namun belum begitu yakin...
“Guru bisa mencontohkannya, dengan cincin kuasa bumi milik guru!!!”... Zhen Long meminta petunjuk dari gurunya...
“Baiklah Long'er mari kita mencari area yang cukup luas agar kita bebas melihatnya!!!” ujar Huang Xie sehingga dia ingin menunjukkan benda benda apa saja yang ada didalam cincin kuasa buminya serta ingin membuat muridnya akan takjub dikarenakan dia mengetahui sifat Zhen Long yang masih kekanak kanakan dan senang melihat hal hal yang fantastis...
__ADS_1
Tibalah mereka di sisi hutan lembah iblis yang sangat luas dan datar, kemudian Huang Xie kemudian berkata “Keluarlah semua yang ada dari cincin kuasa bumi!!!!..."
Dalam sekejap seluruh benda yang ada di cincin kuasa bumi milik Huang Xie keluar terrdapat beberapa senjata pusaka pertapa berupa tombak, pedang, perisai dll beserta beberapa sumber daya langka dan sumber daya tinggi, sebuah kitab beladiri kuno, puluhan buah persik keemasan dan ratusan kantung madu lebah giok dan sebuah gundukan seperti bukit berkilau yang merupakan kumpulan emas, perak, dan perunggu...
Sontak membuat Zhen Long terkagum kagum melihat begitu banyak barang yang keluar dari cincin kuasa bumi milik gurunya yang berupa benda pusaka pertapa dan sumber daya langka yang baru dilihatnya...
“Wow banyak sekali guru hebat hebat...!!!! Zhen Long berkata dengan penuh kegembiraan dimatanya, Sesuai dugaan Huang Xie, murid kesayanganya masih seperti yang dulu membuat Huang Xie tersenyum tipis.
“Tapi guru ini benda apa begitu banyak namun tidak berguna?" sambil menggigit salah kepingan emas tanya Zhen Long sambil menunjuk arah tumpukan emas, perak dan perunggu yang tidak sama rasanya dengan persik abadi emas yang biasa dia makan selama ini.
Sontak membuyarkan senyuman tipis Huang Xie yang telah lupa menjelaskan kegunaan benda yang dimaksud oleh Zhen Long.
“Long'er benda ini sangat berguna di dunia persilatan untuk melakukan transaksi jual beli" sambil menggaruk kepalanya Huang Xie lupa menjelaskan fungsi emas , perak dan perunggu pada saat memberikan pendidikan kesarjanaan kepada Zhen Long dahulu...
“Dengarkan guru Long'er!!!!” sambil mengambil 3 kepingan emas,perak dan perunggu.
“Benda ini disebut dengan logam mulia yang dipakai sebagai alat berdagang membeli maupun menjual sesuatu dengan nilai tertentu di dunia dataran tengah...!!! 1 keping emas setara 100 keping perak, 1 keping perak setara dengan 100 keping perunggu dengan benda ini kita bisa membeli senjata pertapa dan sumber daya langka yang ada di dunia contohnya pil dewa surgawi ini!!!!” huang Xie berkata sambil mengangkat sebuah botol giok yang berisikan 10 biji pil dewa surgawi yang tersisa..."setiap pil dewa surgawi ini dapat dibeli seharga 10.000 keping emas pada saat guru masih berada di dataran tengah” Zhen Long menganggukkan kepalanya tanda memahami penjelasan gurunya...
__ADS_1
“Logam ini juga dapat membuat orang mengikuti kita dan menjadi bawahan kita yang dipakai sebagai upah untuk mereka tergantung perjanjian kita sebagai tuan mereka" lanjut Huang Xie menjelaskan membuat Zhen Long berfikir sejenak agar menelaah lebih dalam penjelasan gurunya...
"Jadi dengan benda ini kita bisa menjadikan seseorang pendekar yang kuat dengan membeli sumber daya langka dari para peracik obat dan menjadi berkuasa dengan banyak bawahan yah guru?" tanya Zhen Long yang telah menelaah maksud dari penjelasan gurunya, Huang Xie tersenyum sambil mengagukkan kepalanya sebagai tanda membenarkan pendapat muridnya.