Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Masa Lalu Zhen Long : Rencana Kaisar Zhen Cao Berjalan


__ADS_3

“Sudahlah Long'er tak baik kamu berkata demikian apalagi nama kamu juga kalau diartikan sejenis Naga" Huang Xie balas menyindir muridnya yang begitu saat bahagia mengejek jurus jurusnya dan jurus ayahnya sendiri. namun disisi lain penguasa lembah iblis tersenyum tipis menyimak kelakuan kedua manusia yang saling mengasihi di wilayahnya tersebut...


“Setidaknya kamu melihat ayahmu begitu melindungimu Long'er?” lanjut Huang Xie yang begitu respek terhadap sosok penolongnya Zhen Hui...


“Iya guru saya hanya agak merasa terganggu dengan nama mahkluk mitos itu” jawab Zhen Long yang masih merasa pendekar pendekar di dunia persilatan kurang kreatif menamakan ilmu beladirinya, hal ini dikarenakan ilmu kesarjanaan yang diberikan Huang Xie begitu melekat di sanubari muridnya sehingga pemikiran Zhen Long begitu logis menilai sesuatu hal yang berkaitan ilmu pengetahuan...


“Guru mendukung jurus jurus apa saja yang kamu buat nanti Long'er, sekarang kamu harus mempelajari prilaku prilaku manusia yang ada di dunia persilatan sehingga kamu tidak dapat terkena tipu daya dari mereka?” Huang Xie berkata sembari menasehati Zhen Long dan memahami pemikiran murid kesayangannya tersebut...


“Itu tidak mungkin guru" Zhen Long menjawab singkat karena merasa tidak akan mudah tertipu leh sesuatu hal yang dirinya yakini membuat Huang Xie penasaran dengan apa yang di maksud muridnya.


“Yakin sekali dirimu Long"er?" pertanyaan Huang Xie memancing muridnya untuk mengetahui alasan dari pernyataan muridnya..


“Karena guru ada bersamakukan jadi guru lebih tahu yang mana orang jahat dan mana orang baik" Zhen Long menjawab sambil melihat gurunya dan tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya seperti orang yang sedang berfikir berat.


“Ternyata kamu pandai bersilat lidah juga yah Long'er" Huang Xie yang tak menyangka jawaban zhen Long tak bisa dia elakkan karena merasa muridnya memang begitu cerdas.


“Heheheh...hehehhe..hehheeh.. itu semua berkat guru yang terhebat yang kumiliki" Zhen Long berkata sambil tertawa manja membuat Huang Xie sangat senang melihat tingkah laku muridnya yang sangat mengandalkan dirinya kemudian mencubit lembut hidung Zhen Long sebagai bentuk kasih sayangnya..


“Ternyata di dunia ini banyak manusia yang tidak tahu berterima kasih yah guru...?" lanjut Zhen Long yang menelaah sifat manusia yang universal terjadi di dunia, Huang Xie mengangguk pelan kepada Zhen Long membenarkan asumsi muridnya..


Zhen Hui kembali kekamarnya untuk memeriksa keadaan Shu Liang dan Zhen Long setelah menghabisi para penyusup yang merencanakan membunuh anak kesayangannya.

__ADS_1


“Liang'er kamu tidak apa apakan sayang?” Tanya Zhen Hui dengan sangat perhatian setelah membuka pintu ruang rahasia yang ada dibawah tempat tidurnya..


“Kami baik baik saja kakak Hui..." dengan senyum kebahagiaan setelah mengetahui suaminya dalam keadaan baik baik saja...


“Ah syukurlah.. sekarang aku harus ke istana Kaisar memastikan keadaan yang mulia, jaga Long'er baik baik Liang'er !!!" Zhen Hui berkata dengan sangat khawatir merasa lega karena keluarga kecilnya dalam keadaan selamat serta menghawatirkan keadaan saudaranya yang merupakan seorang kaisar yang merupakan prioritas utama sebagai seorang panglima perang kekaisaran tersebut...


Shu Liang mengangguk sebagai tanda setuju sebab mengetahui tanggung jawab besar yang di emban suaminya, Panglima Zhen Hui menggunakan ilmu meringankan tubuhnya agar segera sampai keistana kekaisaran untuk memastikan kondisi kaisar Wei Dalam keadaan aman...


“Yang mulia tidak terluka?" tanya Zhen Hui yang dengan 8 tarikan nafas telah berada di istana kekaisaran Wei


“Tidak panglima Zhen Hui sambil duduk ditahtanya, bagaimana keadaan Long'er dan kakak ipar Liang'er panglima Zhen Hui?" tanya kaisar Zhen Cao dengan penuh sandiwara dan merasa sepertinya rencananya akan semakin berhasil setelah melihat wajah kelelahan dari wajah panglima Zhen Hui..


“Bagaimana dengan para penyusup ? saya dengar mereka mampu mengimbangimu Panglima Zhen Hui?" tanya Kaisar Zhen Cao yang ingin menekankan agar Zhen Hui segera meningkatkan tenaga dalamnya...


“Tenang yang mulia mereka semua telah menjadi debu" jawab Zhen Hui dengan sedikit angkuh agar para yang hadir di ruangan Istana menjadi sedikit tenang dan tidak panik dengan serangan yang baru saja terjadi


“Kita harus mengantisipasi serangan berikutnya panglima Zhen Hui tidak menutup kemungkinan ada serangan lanjutan!!!” ujar Zhen Cao yang semakin membuat panglima Zhen Hui berfikir keras untuk mengantisipasi kejadian yang akan terjadi...


“Betul yang anda katakan yang mulia,Kemana semua Jenderal.!! mengapa disaat genting begini mereka tidak ada di tempatnya?” tanya Zhen Hui dengan nada marah, membuat Kaisar Zhen Cao merasa jebakannya telah berhasil karena ini merupakan bagian dari rencana liciknya...


“Jangan marah panglima Zhen Hui saya mengutus semua Jenderal keperbatasan di karenakan adanya pergerakan dari kekaisaran Tang, kekaisaran Zhao dan Negara Zugen menurut informasi dari para pengintai kita....” jawab Kaisar Zhen Cao, membuat amarah panglima Zhen Hui berubah derastis setelah mendengar Negara Zugen mulai bergerak sehingga dirinya menganggap ini menjadi masalah besar...

__ADS_1


“Kenapa saya tidak diberitahu kondisi demikian yang mulia?” tanya panglima Zhen Hui penasaran karena sikap para Jendral bawahannya yang tidak memberi tahukan kabar yang selama ini dia khawatirkan...


“Saya tidak mau mengganggu diri kakak Hui yang masih dalam keadaan bersuka cita atas kelahiran Long'er” jawab Zhen Cao yang bersandiwara memberikan perhatian besar kepada kerabatnya, Zhen Cao dan Cai Yan Tidak menyangka pergerakan Negara Zugen membuat Panglima Zhen Hui begitu Khawatir sehingga menyimpulkan kata kata Jenderal Yin Po benar adanya...


“Maafkan diriku yang mulia, terima kasih atas pengertian yang mulia, namun saya mohon semua Jenderal utama di tarik mundur untuk mensterilkan ibu kota!!!! soal invasi kekaisaran Tang ,kekaisaran Zhao Dan Negara Zugen, saya akan atasi setelah tenaga dalamku telah pulih mohon yang mulia mengabulkan permintaanku ini...." pinta Panglima Hui yang membuat Kaisar Zhen Cao dan Perdana Menteri merasa inilah pernyataan yang selama ini dia tunggu...


“Baiklah kalau itu keinginan panglima Zhen Hui” Kaisar Wei berkata sembari tersenyum didalam hati akhirnya rencana berjalan mulus sambil melirik kearah Perdana menteri Cai Yan..


“Sampaikan kepada para Jenderal utama Wei untuk kembali ke ibukota beserta para pasukan katakan bahwa pangeran mahkota telah di serang” Kata perdana Menteri Cai Yan menyampaikan titah kepada para pasukan khusus kekaisaran Wei untuk disampaikan kepada Para Jenderal Utama...


Zhen Hui dengan bergegas ke istana timur setelah mengetahui keadaan kaisar tidak dalam bahaya sambil memohon diri dengan hormatnya...


“Ternyata dirimu benar benar cerdas Cao'er.... hihihi...hhihihih..hihhihi.. meminta harimau dengan suka rela lompat ke jurang” bisik Cai Yan yang merasa ponakannnya telah melakukan perannya dengan sangat baik


“Dengan situasi ini kita tidak akan dicurigai membunuh Hui'er sekeluarga ,paman Cai. bagaimana dengan mata mata yang paman atur untuk mengawasi kediaman Hui'er...?" sambil menatap tajam ke arah Cai Yan untuk memastikan rencananya ini tidak mengalami kegagalan karena telah berjalan 70% dari awal pembicaraannya bersama para Jenderal utama..


"Semua sudah berada di posisinya Cao'er...." jawab Cai Yan dengan meyakinkan ponakannya sambil memegang janggut putihnya..


“berarti tinggal Peran para Jenderal yang tersisa dalam skenario ini, hahahahahaha... hahahaah.. .. hahahah" tawa bahagia Zhen Cao yang selangkah lagi tahta kekaisaran Wei menjadi miliknya seutuhnya ....


Mendengar kejadian semalam rakyat ibu kota menjadi geger dikarenakan begitu mudahnya para penyusup memasuki istana kekaisaran dan yang membuat rakyat menjadi gempar Pangeran mahkota yang menjadi target pembunuhan, mereka tidak menyangka ada yang berani memasuki istana kekaisaran Wei apa lagi menyerang istana timur yang merupakan kediaman Panglima Zhen Hui hal ini rakyat tidak bisa bayangkan disebabkan diarea medan pentempuran saja para Pasukan dan Jenderal musuh memilih menghindar dari pada menghadapi pasukan panglima Zhen Hui...

__ADS_1


__ADS_2