Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Sandiwara Raja Konery


__ADS_3

Zhen Long dengan segera merapalkan Ilmu wawasan cakrawala serta menyerap darah para menteri dan komandan tempur sembari menunggu kedatangan 3 pemeran penting dalam siasatnya datang ke istana Kerajaan Taili sembari membiarkan para komandan tempur maupun para menteri dan beberapa Jenderal utama menikmati penderitaannya dengan rintihan menyayat hati...


Zhen Long mengeluarkan aura dewa iblisnya untuk mengetahui keberadaan Raja Konery dan Para Jenderal Negara aliansi yang masih berada ribuan mil dari tempatnya sembari menunggu Zhen Long memutuskan untuk menyita harta para menteri kerajaan Taili dengan segera melesat ke rumah 10 menteri yang memiliki banyak harta simpanan berupa logam mulia di banding 243 komandan tempur kerajaan Taili, dalam waktu sekejap Zhen Long menyita harta 10 menteri serta puluhan komandan tempur yang memiliki kediaman tidak jauh dari ibu kota Taili.


Zhen Long dengan segera kembali ke istana Taili setelah melakukan aksinya dalam keadaan kacau para keluarga petinggi kerajaan Taili memilih untuk segera melarikan diri ke luar kota setelah mendengar kabar kematian kepala keluarganya dengan membawa harta sekedarnya saja...


Siang hari Raja Konery dan para Jenderal Negara aliansi memasuki ibu kota bersama 200.000 pasukan Negara Taili menuju istana kerajaan Taili dan meminta hampir jutaan pasukan lainnya untuk menunggu di luar ibu kota, Zhen Long menghancurkan formasi sihir yang dibuatnya sehingga bau amis darah dari istana kerajaan menyebar disekitar daerah tersebut dan erangan dan rintihan para korban terdengar dengan sedikit agak nyaring.


Raja Konery dengan lantang berkata “Siapa yang berani berulah di kerajaan Taili” dengan nada keras dan marah sembari menghancurkan gerbang istana sembari bersandiwara, para Jenderal dengan sigap mengangkat senjatanya seolah olah siap untuk menyerang masuk kedalam istana, dengan sigap Zhen Long berdiri diatas istana Taili dan berkata “Siapa yang berani mengganggu kesenanganku” dengan nada penuh menantang membuat para pasukan Negara Taili menunjuk kearah Zhen Long membenarkan orang tersebut yang telah membunuh panglima Sin Chelan dan Perdana Menteri Qin Gang...

__ADS_1


Raja konery dengan sigap menyerang Zhen Long dengan tombak pemusnah iblis dan Zhen Long dengan sigap menyambut serangan tersebut dengan pedang pengusa jagad sembari bertarung di udara layaknya menari secara bergantian menyerang dan menangkis serangan ganas dari masing masing pendekar tersebut, benturan 2 benda pusaka dewa terdengar nyaring hingga radius ribuan mil serta mengeluarkan getaran dan suara yang memekakkan telinga membuat para prajurit takjub dan terkesima melihat pertarungan Zhen Long dan Raja Konery meskipun mereka sedang bersandiwara.


Setelah ratusan jurus telah di keluarkan pertarungan mereka berlanjut sembari melayang di udara keluar hingga ketempat seluruh pasukan Negara Taili berkumpul di luar ibu kota Taili, Zhen Long dan Raja Konery bertarung dengan sangat ganas membuat para pasukan tidak menyangka bahwa hal tersebut hanya pertarungan sandiwara.


Kedua pendekar tersebut saring serang dan menangkis secara bergantian menggunakan tenaga dalam yang besar sehingga semakin lama semakin keras suara benturan senjata tersebut terdengar setelah ribuan jurus di kerahkan mereka kemudian mundur dan masih melayang di udara diatas para pasukan yang sebagian besar tak sadarkan diri menerima efek benturan 2 senjata pusaka dewa tersebut.


“Hebat juga dirimu bocah kunyuk Mampu menangkis serangan tombak pemusnah iblisku.... hahahah.. hahahah hahahah” Raja konery berkata sembari tertawa balas menyindir membuat para pasukan terkejut akan penyataan Raja Konery karena sangat jarang ada yang bisa menangkis senjata pusaka dewa tersebut apalagi hanya sekelas senjata pusaka pertapa.


“Tentu saja tua bangka senjataku ini adalah pedang pengusa jagad warisan ayahku Zhen Hui” Zhen Long berkata dengan Lantang memperkenalkan dirinya dan senjata pusaka dewa ditangannya membuat tubuh para pasukan Negara Taili berdiri sambil bergetar mengetahui bahwa yang membunuh perdana menteri Qin Gang dan Panglima Sin Chelan adalah putra mahkota Negara Taili dan kekaisaran Wei yang telah lama hilang...

__ADS_1


“Apa!!!! Kamu anak Panglima Zhen Hui cucu Raja Bai Yan!!!” Raja Konery bersandiwara terkejut bertanya sembari memperjelas pernyataan Zhen Long...


“Iya,,, Saya Zhen Long Putra dari Pangeran Zhen Hui dan Putri Shu Liang dan merupakan keturunan terakhir Negara Taili” Zhen Long dengan lantang berkata membuat getaran ketakutan semakin kuat di tubuh para pasukan Negara Taili yang menyadari kesalahannya...


“Mengapa kamu membunuh dan menyiksa para petinggi kerajaan dan petinggi militer Negara Taili?” Raja Konery bertanya dengan nada geram serta sangat marah dengan tatapan sinis ingin menyerang Zhen Long melanjutkan sandiwaranya.


“Apa masalahmu tua bangka ? jika saya menghukum para penghianat dan pemberontak Negara Taili” Zhen long menjawab dengan nada keras dan marah kearah Raja Konery.


“Apa kamu sudah gila kita dalam keadaan perang membunuh mereka tanpa bukti adalah hal yang dzalim” Raja Konery bersandiwara berkata seolah olah tidak memahami segala peristiwa Negara Taili

__ADS_1


__ADS_2