Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Pertempuran Negara Aliansi Zhen Long VIII " Negara Bursa "


__ADS_3

“Panglima!!! Bantu para Penasehat!!! Biar Saya yang menghadapi ba7ingan ini!!!” Sultan Yasir Al Mahmud memberikan perintahnya karena merasa yakin dapat membunuh Murzi Bin Lahap yang telah mendapatkan banyak luka ditubuhnya akibat kombinasi serangan pengusa Negara Bursa yang datang silih berganti, dengan putaran langkah naga angin Panglima Fitrah Al Zainal memutar arah mendekati para Penasehat Agung, dengan ganas Panglima Kerajaan Bursa mengayunkan tombaknya menari di udara menyerang segerombolan Pendekar yang begitu hebat dalam seni beladiri bertahan membantu para Penasehat Agung yang terdesak dalam pertarungan, serangan serangan ganas Panglima Fitrah Al Zainal mengenai tubuh lawannya secara silih berganti lakana dewa perang menghujam setiap Pendekar dalam jangkauaannya, alangkah terkejut Panglima Fitrah Al Zainal setelah melihat jurus tombak andalannya tidak berdampak apapun kepada lawannya, dirinya juga tidak melihat luka sama sekali di bagian tubuh lawan yang dihadapinya, malah serangannya tersebut membuat para Pendekar yang dihadapinya semakin ganas melakukan serangan balasan, Panglima Fitrah Al Zainal kemudian menyadari bahwa lawannya merupakan pasukan iblis mayat hidup yang pernah dikatakan Sultannya setelah pulang dari pertemuan Negara Aliansi tempo hari tentang informasi penting Pangeran Zhen Long tentang kemampuan Ming Taiqing.


“Semuanya jaga jarak !!!! mereka bukan manusia!!! mereka pasukan iblis mayat hidup yang telah dibangkitkan!!!” Teriak Panglima Fitrah Al Zainal sembari melesat ke belakang mengingatkan para Penasehat Agung yang sedang kepayahan menahan serangan para pasukan iblis mayat hidup yang terus meringsek maju tanpa rasa gentar sedikitpun menerima hujaman senjata dan jurus jurus dari mereka.


“Apa yang harus kita lakukan sekarang!!!?” salah satu Penasehat Agung bertanya kepada para rekannya dan Panglima Fitrah Al Zainal sembari tetap membendung serangan pasukan iblis mayat hidup sembari ikut serta berfikir mencari solusinya.


“Serang dengan sekuat tenaga ke seluruh tubuh iblis mayat hidup itu dari jarak jauh!!! cari kelemahan mahkluk tersebut!!!” Panglima Fitrah Al Zainal mencoba memberikan solusi memecah kebuntuan, para Penasehat Agung dengan segera mengeluarkan ilmu sihir jarak jauh yang mereka kuasai dari berbagai elemen sembari menghindar menjauhi area pertarungan jarak dekat sembari menghalau serangan brutal dari para pasukan iblis mayat hidup yang semakin merangsek maju mendekati mereka dengan ayunan tombak dan pedang yang telah terukir simbol kutukan (Rune).


“Bhussszzzz ... Bhuzzz... Bhusss...” semburan gelombang angin puyuh ke arah para pasukan masuk hidup dari beberapa Penasehat Agung, namun hanya membuat beberapa pasukan iblis mayat hidup terhempas mundur berapa meter kebelakang lalu kembali menyerang setelah efek ilmu sihir tersebut melemah.

__ADS_1


“Duarzzz, .. Duarzzz, Duarzzz...” sambaran petir biru menerjang tubuh pasukan iblis mayat hidup dari beberapa Penasehat Agung, namun serangan tersebut hanya membuat para pasukan iblis hanya terhenti sejenak serta kembali menyerang semakin ganas setelah efek petir melemah.


“Syurr... Syurrr... Syurr..” semburan butiran kristal es dari beberapa Penasehat Agung namun masih membuat mayat hidup tersebut masih tetap menyerang, setelah sempat membuat pasukan iblis sejenak membeku tetapi bongkahan es tersebut hancur setelah efek sihir melemah.


“Brurrrrzzz... Duarrzzzz... Duarrrzzzz ...!!!” semburan bola api dari beberapa Penasehat Agung ke arah para pasukan iblis mayat hidup, tanpa di duga semburan bola api tersebut membuat beberapa mahkluk yang mereka hadapi terbakar hangus dan gosong layaknya manusia pada umumnya yang dalam kondisi terbakar menghindari, membuat Panglima Fitrah Al Zainal beserta para penasehat Agung mendapatkan solusi mengatasi serangan iblis mayat hidup tersebut.


“Syurrr.... Duarzzz.. Bruzzzzrrr...Bhusszzz” gabungan serangan sihir dari para Penasehat Agung ke arah para pasukan iblis mayat hidup, membuat banyak mahkluk tersebut hangus serta melemah, dengan sigap Panglima Fitrah Al Zainal membantai para iblis mayat hidup yang sedang melemah dan tepanggang bara api dengan pedang pusakanya memenggal kepala dari mahkluk tersebut.


Melihat rencana yang dilakukan berhasil dengan segera para Penasehat Agung berkolaborasi dengan Panglima Fitrah Al Zainal bergerak maju mengunakan strategi yang sama, dari jarak ratusan mil Zhao Chiyou terpaksa menarik mundur ratusan pasukan iblis mayat hidup yang dikendalikannnya, karena merasa kerugian yang dialami cukup besar dan merupakan aset yang sangat berharga bagi aliansinya sembari menunggu pembangkitan para Pendekar ternama, setelah melihat puluhan pasukan iblis mayat hidup dapat dilumpuhkan oleh lawannya guna mengurangi resiko kekalahan, hal tersebut membuat Mirza Bin Lahap sangat terpukul karena merasa keadaan berbalik kembali membuat, dia merasa kesempatan untuk loloskan diri dalam keadaan hidup semakin tipis, ditambah lagi pisau beracunnya telah habis untuk dilemparakan menghadapi Sultan Yasir Al Mahmud yang semakin beringas ingin mencabut nyawanya, dengan cepat sabetan pedang Sultan Yasir Al Mahmud memotong lengan kanan Murzi Bin Lahap, disertai pukulan beruntun mengenai telak dada sebelah kanan membuat 4 meridian besar Murzi Bin Lahap hancur serta terhempas hingga puluhan meter sembari memuntahkan darah segar, Murzi Bin Lahap merasa setengah tubuhnya menjadi lumpuh akibat serangan mematikan Sultan Yasir Al Mahmud yang begitu telak mengenainya secara beruntun serta merasa Nyeri yang tak terkira setelah pendarahan hebat pada lengan kanannnya yang terpotong tidak dapat dirinya hentikan karena tidak mampu menyalurkan tenaga dalam ke area tersebut.

__ADS_1


Dengan santai Sultan Yasir Al Mahmud mendekati tubuh Murzi Bin Lahap yang lunglai tak berdaya akibat cedera berat yang dialaminya, Sultan Yasir Al Mahmud merasa saat ini pamannya tidak akan mampu melarikan diri setelah ke 4 meridian besarnya telah dihancurkan.


“Hahhaha,, hooochh.. huak.. jangan senang dulu ponakanku!!!, karena kematianku merupakan bencana terbesar untuk Negara Bursa!!!” Mirza Bin Lahap berkata dengan senyuman kegembiraan di wajahnya sembari memuntahkan darah segar dimulutnya, membuat Sultan Yasir Al Mahmud tersenyum mendengar bualan pamannya yang sedang sekarat.


“Setelah dirimu binasa, tidak akan ada lagi yang akan mengganggu kedaulatan Negara Bursa!!! simpan bualanmu itu di Neraka, dongengkanlah kepada para rekan rekanmu kelak paman” Sultan Yasir Al Mahmud berkata sembari tersenyum menyindir Murzi Bin Lahap yang sedang terbaring lunglai di atas tanah.


“Hahahaha... hahahah.. hahaha.. rencana kami telah berjalan dengan baik!!! Orang yang kamu andalkan telah kami kalahkan dan mungkin saat ini Pangeran muda sedang sekarat sepertiku saat ini, asal dirimu tahu kematianku hanyalah sebuah pengorbanan kecil untuk mendapatkan hasil yang besar dari jalannya rencana kami” Murzi Bin Lahap berkata sembari mengejek pandangan Sultan Yasir Al Mahmud yang menganggap saat ini kondisi Aliansi Bursa, Durham, Taili dan Xiang dalam keadaan terkendali dengan baik.


“Apa maksud dari pernyataannya???, apakah sesuatu telah terjadi kepada Pangeran Zhen Long??” Sultan Yasir Al Mahmud bergumam dalam hati menelaah pernyataan Murzi Bin Lahap yang dirasakannya merupakan suatu berita benar dari orang sombong yang akan mati.

__ADS_1


__ADS_2