
Raja dan ratu siluman beserta pohon tersohor dan sarang lebah giok secara bertahap dan sengaja mengaturnya sehingga terlihat indah dan mempersilahkan mereka memakan buah dari pohon tersohor dengan syarat harus meminta ijin kepada Dewa Naga terlebih dahulu dan jangan sekali kali mengganggu lebah giok kesayangannya kemudian Zhen Long memerintahkan agar dewa naga menjaga makam gurunya…
karena akan tiba saatnya kelak Zhen Long akan mengeluarkannya jika mendapat tempat yang Layak kemudian Zhen Long memasang formasi sihir tahap puncak mengelilingi hutan lembah iblis tempatnya dulu di besarkan, sebelum Hal tersebut dilakukan Zhen Long menghancurkan formasi sihir tahap 6 sebelummnya mengingat formasi sihir tidak dapat dilapisi, Zhen Long dengan Sigap memasukkan seluruhnya Ke dalam cincin kuasa langitnya serta memisahkan tempat senjata pusaka dewa dan taman miliknya agar tidak melukai raja dan ratu siluman yang ada dan membiarkan ke 8 telur naga di luar formasi Zhen Long berangapan dengan cuaca ekstrim ruang cincin kuasa langit telur naga akan lebih cepat menetas Serta berpesan kepada Dewa Naga untuk mengawasi telur telur naga tersebut agar segera melaporkan setiap perkembangannya.
Dewa Naga dan Zhen Long dapat berkomunikasi dengan baik melalui telepati, Dewa Naga juga dapat melihat dunia luar dari mata Zhen Long karena memiliki inti jiwa Naga yang sama dengan miliknya.
Dewa Naga merasa nyaman di dalam cincin kuasa langit, dia tempatkan Zhen Long di depan gua tempatnya dahulu di kelilingi pepohonan tersohor dan duduk di giok inti es dalam hati Dewa Naga bergumam.. “Sungguh baik takdir kepadaku yang mempertemukan dengan yang mulia” dengan senyum bahagianya terpancar di bibirnya..
Saat ini lembah iblis yang dilihatnya adalah lahan tandus Zhen Long kemudian mendaki lembah iblis dengan menggunakan perpaduan ilmu langkah dewa iblis dan pedang penguasa jagad di tangannya mengingat lembah tersebut sangat curam sehingga mudah untuk menuruninya namun sulit untuk menaikinya, Zhen Long dengan menggunakan pedang penguasa jagad menusuk tepi jurang terjal lembah iblis dan dengan ilmu langkah dewa iblisnya melesat naik secara perlahan, Zhen Long membutuhkan sejam lebih untuk mencapai permukaan lembah iblis, Dewa Naga tersenyum berfikir "seandainya yang mulia punya sayap sepertiku akan lebih mudah melaluinya lembah iblis ini" merasa Tuannya mengalami kesalahan dalam berlatih namun enggan mengutarakannya dirinya menunggu waktu yang tepat agar tidak menyinggung Zhen Long.
Zhen Long merasa wajar lembah iblis sangat menakutkan dengan ilmunya saja saat ini dirinya membutuhkan waktu yang cukup lama mendaki lembah Iblis tersebut sambil memandang lembah iblis yang telah dia daki.
__ADS_1
Zhen Long memulai pepualangannya di dunia persilatan, Zhen Long berfikir sejenak Hal apa yang pertama yang ingin dirinya lakukan, kemudian Zhen Long memantapkan hatinya untuk menemui terlebih dahulu Huang Lingruo di aliran kultus teratai putih untuk menemaninya bertualang sembari melaksanakan amanah gurunya, Zhen Long membatalkan rencana awalnya dahulu untuk menemui Dha Ni raja gunung utara, Zhen Long beranggapan akan sangat menarik bila bertualang bersama Huang Lingruo yang merupakan putri gurunya, sekaligus menganggap Huang Lingruo sebagai pengganti gurunya.... Zhen Long kemudian melesat memasuki wilayah kekaisaran Tang yang tidak jauh dari lembah iblis saat ini..
“Yang mulia” Dewa Naga berkata dengan penuh hormat.
“Ada apa sobat” Zhen Long menjawab singkat.
“Ada baiknya yang mulia singgah kekota terdekat untuk berbelanja Jubah sekaligus membersihkan diri sebelum memulai perjalanan” Dewa Naga memberikan saran dengan penuh kehati hatian..
Zhen Long yang hampir berumur 11 tahun adalah sesosok pria tampan dan cerdas setinggi 2 meter lebih dengan tubuh kekar berotot serta rambut panjang lebih 80 cm terurai acak, Zhen Long akhirnya tiba di salah satu kota besar Hebei kekaisaran Tang, Zhen Long terlihat terkesima melihat keramaian dan pemandangan kota tersebut namun para warga setempat menghindari berdekatan dengan Zhen Long, karena menyangka Zhen Long merupakan seorang pengemis di kotanya, Zhen Long menatap lirih para warga sambil tetap berjalan dengan santai sembari mencari informasi menuju Negara Taili.
“ Sobat ternyata manusia tidak dianggap tanpa kekayaan yah” Zhen Long berkata melalui telepati sambil senyuman dibibirnya..
__ADS_1
"Haahhaahh .. hahahah hahaha betul yang mulia... mereka belum mengetahui bahwa yang mulia lebih kaya daripada seluruh raja dan kaisar di dunia ini” Dewa Naga menjawab sambil tertawa miris melihat tingkah laku warga kota.
“Kalau begitu mari kita mulai beraksi sobat” Zhen Long berkata dengan sebuah rencana di benaknya.
Zhen Long kemudian mengeluarkan 10 koin emas dari cincinnya dan mulai memainkannya sambil berjalan mengelilingi kota untuk mencari tempat yang terbaik untuk beristirahat dengan sangat santai, semua pandangan warga kemudian tertuju kepada Zhen Long yang sedang memainkan koin emas di jari jarinya menganggap bahwa Zhen Long merupakan seorang bangsawan yang sedang mengalami musibah karena terjatuh dari kudanya para warga sekitar saling berbisik, dengan kekuatan barunya Zhen Long dapat mendengar bisikan dari warga sekitar...
Zhen Long hanya tersenyum senyum kecil, Dewa Naga terkesima dengan perbuatan dan ulah Zhen Long dengan mudahnya tuannya dapat mengalihkan pandangan negatif orang terhadapnya, akhirnya Zhen Long menemukan tempat yang cocok untuk di kunjungi sebuah penginapan dengan nuansa yang sangat indah dan megah terlihat banyak bangsawan dan pedagang besar singgah disana untuk berkunjung, tempat tersebut adalah Paviliun Merak Barat salah satu cabang penginapan yang terkenal dikekaisaran Tang, Paviliun Merak Barat Merupakan aset usaha salah satu bangsawan pelindung kekaisaran Tang yaitu keluarga Xuan sehingga tidak ada yang berani berbuat kekacauan di Paviliun Merak Barat diseluruh daerah kekaisaran Tang karena salah satu keturunan keluarga Xuan sekarang adalah Perdana Menteri Kekaisaran Tang bernama Xuan Zhang...
Zhen Long kemudian menuju ke Paviliun tersebut namun para penjaga Paviliun menghentikan langkah Zhen Long untuk memasuki paviliun karena menyangka Zhen Long merupakan seorang pengemis, Zhen Long kemudian bersandiwara seakan akan dirinya seperti tamu bangsawan yang sudah terbiasa mengunjungi tempat tersebut...
“Berani sekali kalian menghentikanku apakah bangsawan Xuan mengajarkan pengawalnya dengan cara seperti ini menyambut bangsawan lainnya!!!!" Zhen Long berkata dengan sedikit agak tegas dan keras sambil memainkan koin emas dijarinya dan gaya bicara layaknya bangsawan kerajaan yang telah dia dapatkan dari menyimak masa lalu keluarganya membuat para penjaga berkeringat dingin mendengar dan melihat tatapan Zhen Long yang sangat dingin, dengan segera pengurus cabang Paviliun Merak Barat yang melihat dan mendengar kejadian di gerbang masuk Paviliun segera
__ADS_1