
Setelah bergerak menghindar selama 2 hari Huang Lingruo akhirnya menemukan tempat yang cocok untuk bersembunyi dan mengobati cedera kekasihnya, di sebuah gua di perbatasan Kota Sankore dan Kota Timbuktu, Huang Lingruo dengan segera mengeluarkan tubuh Zhen Long dari cincin kuasa langit, tubuh kekasihnya terlihat tak berdaya terbaring di atas sebuah batu di dalam gua tersebut, kemudian Huang Lingruo mengeluarkan air suci kehidupan untuk mengobati cedera kekasihnya berharap kepulihan Zhen Long dari cedera beratnya, Alangkah terkejutnya Huang Lingruo setelah memberikan air suci kehidupan luka dan meridian Zhen Long terlihat membaik dan tertutup rapat namun dengan tubuh yang tidak dapat digerakkan sama sekali, Huang Lingruo kemudian memberikan pil penyambung langit yang dibuat oleh Zhen Long untuk menangkal kutukan persembahan iblis milik Ming Taiqing yang tempo hari dibuat oleh kekasihnya untuk mengantisipasi ilmu iblis terlarang yang dimiliki oleh musuhnya namun hal tersebut tidak terlalu berefek banyak terhadap kondisi Zhen Long yang hanya terbaring kaku, Huang Lingruo menjadi bingung akan kondisi kekasihnya, hal yang serupa pula dirasakan Zhen Long setelah memakan pil penyambung langit tubuhnya layaknya batu karang yang diterpa gelombang besar yang tidak dapat dirinya gerakkan.
“Mengapa tubuhku tidak bisa bergerak dan seluruh meridianku dialiri energi yang sangat aneh, sehingga energi murniku seolah olah tidak dapat ku' gunakan” Zhen Long berkata dengan sangat terkejut mengetahui hal yang menimpa dirinya, begitu pula Huang Lingruo dan dewa naga yang ikut terkejut mendengar pernyataan tersebut.
“Yang Mulia jangan menakutiku, bukankah tubuh Anda telah sembuh dan hampir tidak terluka sama sekali?” Huang Lingruo berkata dengan wajah yang sangat panik menanyakan kondisi kekasihnya yang nampak dari luar dalam keadaan bugar.
“Sobat apa yang terjadi kepada diriku?” Zhen Long bertanya kepada dewa naga karena tidak ingin membuat kekasihnya khawatir dan menyembunyikan sesuatu hal yang membuat dirinya kebingungan.
“Maafkan Hamba Yang Mulia, Hambapun tidak mengetahui hal tersebut” Dewa Naga menjadi bingung menjawab keanehan yang terjadi pada tubuh tuannya.
“Ruo’er mungkin tubuhku kelelahan akibat bertarung, dirimu jangan terlalu khawatir” Zhen Long berkata untuk menghibur kekasihnya yang sedang bersedih, pernyataan Zhen Long membuat kekhawatiran Huang Lingruo sedikit berkurang, karena menyadari baru kali ini Zhen Long bertarung hingga menghabiskan tenaga dalamnya sehingga berefek pada keseimbangan meridian miliknya.
Huang Lingruo kemudian menata gua serta mengeluarkan seluruh perlengkapan untuk membuat istirahat Zhen Long nyaman dalam pemulihan, pergerakan dan pembicaraan mereka terdengar jelas oleh Tetua Dalai yang sejak tadi memantau dari kejauhan prihal yang dihadapi kedua Pendekar muda diikutinya, Zhen Long dengan penuh konsentrasi berusaha menstabilkan energi aneh yang ada di dalam tubuhnya, dirinya sangat kesulitan mengumpulkan dan memusatkan tenaga dalamnya ke dalam meridian meridian besar, madya dan kecil miliknya, semakin Zhen Long berusaha memadatkan energi murninya semakin kuat pula energi aneh di dalam meridiannya menolak energi murni miliknya, meskipun bisa berbicara namun tubuh Zhen Long agak sulit untuk digerakkan, setelah hampir seminggu terbaring di dalam gua akhirnya Zhen Long dapat bangkit dari tidurnya namun meridiannya tetap dalam keadaan terkunci oleh energi aneh yang berada didalam tubuhnya, hal tersebut membuat Huang Lingruo bahagia melihat kondisi Zhen Long dan tetap merasa kekasihnya hanya dalam masa pemulihan.
Setelah seminggu pertempuran di kota Xois Negara Bursa berlangsung sangat sengit ratusan ribu pasukan telah jatuh berguguran dari kedua belah pihak, terlihat Sultan Yasir Al Mahmud beserta Panglima Perang Fitrah Al Zainal beserta para Jenderal Utama menggempur kota Xois dari berbagai sisi siang dan malam, gelombang serangan pasukan Negara Aliansi Bursa membuat pasukan Aliansi Kekaisaran Zhao berguguran dalam mempertahankan kota tersebut, hal ini disebabkan bantuan penduduk kota Xois yang ikut serta membakar dan meracuni persediaan makanan serta air minum di kota tersebut, mereka rela mati untuk Sultan Yasir Al Mahmud dari pada hidup terjajah dibawah pemerintahan Kekaisaran Zhao, akibat pergerakan penduduk kota Xois keseimbangan pasukan pemberontak yang dipimpin Murzi Bin Lahap menjadi melemah dalam mempertahankan kota perbatasan dari gempuran pasukan Negara aliansi Bursa.
__ADS_1
“Serang... !!!!” Jenderal Arman As Syam memberikan perintah setelah melihat dinding timur pertahannan kota Xois tertembus, dikarenakan busur silang milik Negara aliansi membuat benteng tersebut jebol, dengan segera pasukan Kavaleri berat dan Kavaleri ringan melesat berusaha memasuki celah tersebut guna membantai pasukan Kekaisaran Zhao, namun dengan sigap Jenderal Mo Qinji memimpin ratusan ribu pasukan infantri terkuat miliknya menahan laju serangan Pasukan Negara aliansi Bursa.
“Duarzzz...” “Tingrr” ..”Duarz” Trank” x1000
“Duarzzz...” “Tingrr” ..”Duarz” Trank” x1000
“DuarZ, Trang” Tring” Duarrzz” X1000
“Duarzzz...” “Tingrr” ..”Duarz” Trank” X 1000 dentuman senjata dari kedua belah pihak
“Rotasi melingkar panah silang!!!” Jenderal Arman As Syam berkata dengan sangat tegas memberikan perintahnya membuat Jenderal Mo Qinji terkejut melihat para pasukan kavaleri berat mundur dan mengeluarkan panah silang miliknya sedangkan pasukan kavaleri ringan bergerak mengayunkan pedang membantai para pasukan infantri Kekaisaran Zhao yang telah dibuat kacau oleh serangan anak panah yang menembus pertahanan formasi tersebut.
“Duarzzz...” “Tingrr” Suep ..”Duarz” Trank” x1000
“Duarzzz...” “Tingrr” suep..”Duarz” Trank” x1000
__ADS_1
“DuarZ, Trang” Tring”suep Duarrzz” X1000
“Duarzzz...” “Tingrr” Ahhh.. mundur kita dalam masalah besar..”Duarz” Trank” X 1000 komandan tempur kekaisaran Zhao berteriak melihat puluhan ribu pasukan dibawah kendalinya tersungkur satu persatu dan berguguran, Jenderal Mo Qinji tidak menduga bahwa setiap pasukan Negara Aliansi Bursa bukan hanya terkenal dengan kemampuan dalam segi kavaleri namun dari segi kemampuan militer infantri dan memanah juga mampu mereka kuasai, setelah melihat formasi segitiga bertuan terkoyak Jenderal Arman As Syam beserta ratusan ribu pasukan kavaleri berat masuk menghujamkan tombak mereka ke tubuh para pasukan Kekaisaran Zhao yang sedang kehilangan komando.
“Serang bunuh mereka!!!! bersihkan wilayah suci Negara kita!!!” Jenderal Arman As Syam berkata dengan lantang membuat kobaran semangat pasukan Negara aliansinya semakin meningkat disertai hujaman tombak yang begitu ganas terhadap musuh musuhnya.
“Duarzzz...” “Tingrr” Suep ..”Duarz” Trank” x1000
“Duarzzz...” “Tingrr” suep..”Duarz” Trank” x1000
“DuarZ, Trang” Tring”suep Duarrzz” X1000
“Duarzzz...” “Tingrr” Ahhk” para pasukan Kekaisaran Zhao meregang nyawa menghadapi gempuran pasukan Negara Bursa.
“Lindungi Saya!!! Kalian jangan mundur!!! siapa yang mundur akan Saya penggal!!!” Jenderal Mo Qinji berkata sembari melarikan diri dari area pertempuran, setelah menghancurkan formasi lawannya kavaleri ringan Negara aliansi Bursa kemudian bergerak ke arah selatan berupaya membantu Sultan Yasir Al Mahmud yang berupaya menerobos gerbang depan kota perbatasan Xios.
__ADS_1