
Zhen Long dengan segera menerima kedua kitab tersebut dan merapalkan dengan baik isi dari kitab tersebut selama perjalan dilaut dan berjanji akan mengajarkannya kepada Gua Jiangli pada saat berlabuh di pelabuhan Kusa Kekaisaran Tang Nantinya.
Huang Lingruo dan Zhen Long menempati ruangan khusus selama 4 hari 4 malam perjalanan dengan senyum bahagia Zhen Long menyalin kitab pedang rasi bintang dan kitab api phonix abadi untuk pelajari Huang Lingruo, karena Zhen Long beranggapan ilmu tersebut sangat baik untuk meningkatkan kemampuan kekasih hatinya. Dengan segera Huang Lingruo mempelajari ilmu beladiri tersebut,didalam perjalanan Zhen Long dengan sengaja mencuri darah Gua Yangbai tanpa disadarinya dan mengkristalkan darah tersebut guna ingin mengetahui ruang penyimpanan harta keluarga Gua.
Zhen Long menyerahkan kembali kitab kuno tersebut dan bersandiwara hanya mampu memahami 1 bab saja karena kitab tersebut begitu mendalam setelah sampai di pelabuhan Kusa, Zhen Long melatih Gua Jiangli dibawah pengawasan Xuan Kongtong bab 1 raga,tarian dan serangan pedang Rasi Bintang dan bab 1 ilmu api Phonix abadi dalam waktu 3 hari Gua Jiangli dapat mengusainya begitu pula Xuan Kongtong yang sengaja mencuri dengar membuat Xuan Kontong semakin yakin bahwa Zhen Long dan Huang Lingruo merupakan Murid utama Penasehat Agung Lau Yuchun yang memegang plakat emas sama dengan miliknya, Zhen Long berkata kepada Xuan Kongtong “Hal Ini jangan sampai diketahui guruku kamu tahukan apa hukumannya” Zhen Long berkata sembari mengancam Xuan Kongtong membuat kepala keluarga menyadari bagaimana kejamnya tetua mereka.
Sebagai penghormatan Xuan Kongtong menyerahkan plakat perak keluarga bangsawan Xuan kepada Zhen Long dan Huang Lingruo sebagai akses masuk ke kaisaran Tang mengingat plakat sekte aliran api surgawi tidak berlaku di wilayah kekaisaran Tang, dengan plakat perak tersebut secara otomatis Zhen Long dan Huang Lingruo menjadi tamu utama keluarga bangsawan Xuan kekaisaran Tang.
__ADS_1
Sebagai rasa terima kasih Zhen Long ingin melakukan Latih tanding dengan Xuan Kongtong dan berjanji memberikan tambahan ilmu beladiri kepada Xuan Kongtong dengan senang hati Xuan Kongtong menerimanya. Setelah bertarung 100 jurus Zhen Long dengan mudah mencederai Xuan Kongtong dan berhasil mencuri 5 tetes darah Xuan Kontong tanpa disadarinya sesuai dengan rencananya ingin menyerap ilmu pengetahuan salah satu petinggi aliran api surgawi tersebut sekaligus rahasia keluarga dan perkembangan rahasia sekte api surgawi yang belum dirinya ketahui dari darah Hua Kunlun Dan Byung Ke Un.
Sesuai janjinya Zhen Long memberikan 10 buah persik abadi dan sebuah salinan kitab cakar tulang putih kepada Xuan Kongtong membuat pendekar tersebut sangat bahagia atas kebaikan yang dianggapnya saudara seperguruan tanpa rasa curiga sedikitpun, membuat Huang Lingruo sedikit bingung atas kebaikan Zhen Long kepada petinggi aliran api surgawi tersebut.
“Saya harap saudara Xuan tidak melaporkan pertemuan kita ini, anggap saja tidak pernah ada!!!” Zhen long berkata dengan tegas dengan sedikit mengancam.
“Baiklah saudara Xuan, kami pergi !!!” Zhen Long berkata dengan segera melesat dengan cepat meninggalkan Xuan Kongtong, Huang Lingruo mengikuti Zhen Long dengan sigap sembari masih bingung dengan sikap kekasihnya yang begitu baik kepada musuh...
__ADS_1
Setelah sehari meninggalkan Kota Kusa Zhen Long singgah ke kota Liangshan untuk beristirahat sekaligus membeli arak untuk sahabatnya dewa Naga yang selama ini sangat sibuk dengan menumbuhkan kembali inti kehidupannya, dengan plakat perak milik keluarga Xuan Zhen Long dan Huang Lingruo dapat dengan mudah memasuki dan melewati kota kota kekaisaran Tang dan mencari tempat penginapan di kota Liangshan yang begitu megah dan mengalami banyak perubahan semenjak pertama kali Zhen Long kunjungi, sembari berkeliling di dalam kota Liangshan akhirnya Zhen Long menemukan Paviliun Megah di tengah kota yang merupakan cabang usaha Keluarga Xuan yang tak lain merupakan Paviliun Merak Barat cabang Liangshan yang baru 3 bulan lalu berdiri dikota tersebut.
Banyak para saudagar dan para pendekar serta para peracik obat yang mendatangi kota Liangshan membuat Zhen Long sedikit terkejut begitupun para bangsawan yang berada tempat tersebut, dengan sigap Huang Lingruo dan Zhen long memperlihatkan plakat peraknya kepada pengawal paviliun Merak Barat membuat pengawal dengan segera memberitahukan prihal tersebut kepada manajer paviliun Merak Barat yang dengan segera keluar menyambut mereka.
“Siapkan kamar terbaik untuk kami dan sajikan makanan dan arak !!!!” Zhen Long berkata dengan tegas sembari menyerahkan kantung kecil berisi 100 koin emas, dengan sigap dan hormat manajer paviliun mengantar Zhen Long dan Huang Lingruo ke ruangan khusus yang sangat megah dengan pemandangan yang sangat luar biasa.
Setelah beristirahat sejenak Huang Lingruo menyegarkan dirinya dengan mandi terlebih dahulu, Zhen long mengawasi daerah sekitar dan menyadari banyaknya pendekar tingkat pertapa dan pendekar tingkat dewa tahap awal yang berada di paviliun dan berkeliaran di kota Liangshan membuatnya semakin penasaran dengan hal besar apa yang membuat para pendekar berkumpul di kota tersebut..
__ADS_1