
Huang Lingruo mengantarkan Ratusan Zaitun Langit dan puluhan madu lebah giok serta 20 tetes air suci kehidupan kepada Raja Konery guna meningkatkan kekuatan sahabatnya tersebut, Raja Konery menerimanya dengan sigap tanpa bertanya sembari melanjutkan pelatihannya, Huang Lingruo merasa sedikit khawatir melihat tingkah laku Raja Konery yang begitu dingin dan serius seolah olah layaknya tidak memiliki kompromi terhadap dirinya...
Zhen Long menjelaskan kepada Huang Lingruo bahwa pertarungan ini bukan saja memperlihatkan kemampuan mereka namun tersirat harga diri dan pertaruhan yang besar karena Raja Konery tidak segan segan dalam menyerangnya begitu pula dirinya pada saat pertarungan berlangsung.
Zhen Long meminta Huang Lingruo menemui Tetua Utama dan para tetua sepuh untuk saling melepas rindu dirinya juga ingin melanjutkan pelatihan sama halnya dengan Raja Konery, Huang Lingruo yang awalnya enggan akhirnya memahami maksud kekasih hatinya, dengan segera pergi menemui para tetua dan kakek Shu Fei sembari memperkenalkan dirinya serta menyerahkan salinan kitab Shu Ron hingga bab 6 dengan gambar yang rinci dan ribuan buah persik untuk para tamu undanganmembuat Shu Fei dengan sigap menyembunyikan salinan kitab Shu Ron dibalik bajunya mengingat hal tersebut sangatlah berharga.
Shu Fei sangat senang mengetahui Cucunya Zhen Long telah memiliki calon pasangan hidup dan terkesima dengan kemampuan Huang Lingruo yang merupakan pendekar dewi yang sangat cantik dan menyamai kemampuan tetua utama Aliran teratai putih, para tamu dengan lahap menyantap suguhan langka yang disediakan merasa Raja Taili begitu baik kepada mereka terlihat 12 murid utama pedang langit , Biksu It Heng dan 12 biksu utama biara Cahaya kebenaran terkesima melihat peningkatan kemampuan Aliran teratai putih terutama Huang Lingruo.
Mereka tidak sabar melihat sosok pangeran Zhen Long yang merupakan penantang Raja Durham yang perkasa,
Jamuan berlangsung selama 3 hari dari saat ini jamuan mewah tersebut membuat para tamu begitu menikmati dan merasa senang dikarenakan peningkatan struktur tulang mereka semakin bertambah 1 hingga 2 tingkatan dan merasa hal tersebut sangat menguntungkan bagi mereka yang tanpa sadar telah dijamu layaknya seorang Raja dan bangsawan terhormat oleh Negara Taili.
Huang Lingruo juga menyampaikan pesan Zhen Long agar bersiap siap mengatur kepindahan perguruan kultus teratai putih ke sebelah utara istana kerajaan setelah restorasi kerajaan Taili selesai kepada para tetua utama dan para tetua sepuh untuk di sampaikan kepada para murid aliran kultus teratai putih membuat mereka memahami maksud Ketua mereka guna meningkatkan keamanan ibu kota Negara Taili.
__ADS_1
Sehari sebelum pertarungan Zhen Long didampingi Huang Lingruo keluar dari kediaman Raja Bai Yan menemui para tamu undangan alangkah terkejutnya para tamu undangan melihat penantang Raja Konery yang begitu muda, tampan dengan tubuh tegak perkasa pangeran Zhen Long sembari memberikan hormat kepada para tamu undangan, kakek Shu Fei tidak bisa menahan rasa bahagianya dan langsung memeluk cucu tercintanya anak dari keponakan tersayangnya putri Shu Liang dan memberikan salam cinta dari kerabatnya yang berada di Negara Xiang.
Zhen Long berpesan kepada kakek Shu Fei agar tenang dan berjanji akan secepatnya ke Negara Xiang menemui pamannya Raja Shu Chan dan Neneknya ibu suri Lian Huyao, membuat Shu Fei sedikit agak tenang mendengar pernyataan tersebut.
Zhen Long tidak lupa menghadap dan memberi penghormatan khusus kepada wakil ketua biara puncak cahaya kebenaran yang merupakan guru ayahnya Zhen Hui yang tidak lain adalah Biksu It Heng beserta 12 biksu utama aliran tersebut, dan kemudian mendatangi para tetua aliran pedang langit untuk memberikan penghormatan pula sebagai tanda terima kasihnya untuk datang menghadiri undangannya.
Tidak berselang beberapa lama Raja Konery memasuki aula utama dengan tawa khasnya membuyarkan suasana sembari melayang mendekati Zhen Long...
“Hahaahah... hahahaha... hahahahah akhirnya dirimu keluar juga sobat!!! Kamu tidak berencana membatalkan pertarungan kita inikan?” Raja Konery berkata sembari tertawa mengejek Zhen Long dihadapan para tamu undangan.
“Sancai .. Sancai... apakah pertarungan ini tidak merugikan Negara Taili dan Negara Durham yang sedang dalam keadaan berperang?” biksu It Heng berkata sembari memberikan arahan, membuat para hadirin di ruangan setuju dengan pendapat Biksu tersebut..
“Tenang saja maha guru, kami hanya berlatih tanding ilmu beladiri dan tenaga dalam tanpa menggunakan senjata pusaka dewa” Zhen Long berkata dengan penuh hormat sembari mengingatkan akan dirinya yang akan datang mengambil salah satu senjata pusaka dewa yang ada di biara puncak cahaya kebenaran.
__ADS_1
“Namun pasti akan ada yang cedera Long’er” Shu Fei berkata dengan sedikit agak khawatir karena mengetahui kemampuan Raja Konery tidak sedang main main saat ini bertarung nantinya.
“Kakek tenang saja pertarungan kami ini merupakan era baru bagi keseimbangan dunia, masalah cedera pasti tidak terelakkan dalam pertarungan namun kami telah menemukan jalan keluarnya” Zhen Long berkata dengan tegas memberikan penjelasan kepada kakeknya Shu Fei agar tidak terlalu khawatir.
“Hahahahah... hahaahah... hahahah dimana kita akan bertarung Sobat?” Raja Konery bertanya dengan penuh antusias tanpa menghiraukan para undangan dan memotong pembicaraan Zhen Long.
“Terserah anda saja Sobat yang jelas aturan dan syarat tetap berlaku?” Zhen Long menjawab dengan penuh keyakinan..
“Maksudmu tanpa menggunakan senjatakan Sobat” Raja Konery berkata memahami aturannya...
“jangan lupa tentang hadiah bagi pemenang pertarungan sobat, 3 permohonan yang harus dilakukan oleh pihak yang kalah tanpa keluar dari aturan kesusilaan dan moral kependekaran” Zhen Long mengingatkan kembali kepada Raja Konery tentang aturannya.
“Itu pasti sobat... bagaimana kalau pertarungan ini di lakukan di wilayah Wuhan Negara Taili saya melihat daerah tersebut sangat Cocok” Raja Konery mengusulkan tempat pertarungan, Zhen Long menganggukkan kepalanya menandakan setuju dengan hal tersebut...
__ADS_1
“Baiklah besok kita akan melakukan pertarungan tepat matahari berada diatas kepala sobat!!!” Raja Konery berkata dengan nada bahagia kembali mengusulkan waktunya, Zhen Long menyetujui hal tersebut dengan mengagukkan kepalanya.