
Huang Lingruo dititipkan dirumah keluarga pelayannya dahulu dan Huang Xie mempelajari ilmu kitab kuno yang didapatkannya dengan semua kemampuan dan potensi di dirinya, selama 2 tahun belajar akhirnya Huang Xie mengusai kitab pertahanan Raga Naga Angin tahap 5, Ilmu penghindar Langkah dan Tarian Naga Angin tahap 8 dan ilmu cakar Naga Angin tahap 4 serta memulai aksinya membalaskan dendam keluarganya.
Huang Xie kemudian menyusup ke markas besar aliran api surgawi dan menemukan ruang rahasia milik ketua aliran api surgawi terdahulu, aksi Huang Xie tidak diketahui dan disadari oleh para pengikut aliran api surgawi dikarenakan merasa tidak akan ada pendekar yang berani memasuki markas besarnya, Huang Xie berhasil mencuri sebuah cincin kuasa bumi yang dia ketahui dari kitab Yu Nan bab 1 , 3 buah kitab kuno dan seluruh sumber daya langka dan tinggi didalam kamar rahasia ketua aliran api surgawi pendekar Sung Shang yang dimasukkannya dalam cincin tersebut, aksinya kedapatan setelah keluar dari markas besar aliran api surgawi sehingga Huang Xie dikejar oleh para petinggi aliran api surgawi namun karena ilmu meringankan tubuh miliknya, Huang Xie mampu mengecoh dan meloloskan diri dari kejaran demi kejaran tersebut.
Huang Xie kembali kekediaman keluarga Yu Kuo untuk mengambil kitab Yu Nan yang disembunyikan oleh isterinya di ruang rahasia di bawah tungku perapian kamarnya, Huang Xie kemudian menuju ke kota kota Negara Dan Kekaisaran serta melakukan berbagai macam pencurian di istana maupun rumah para bangsawan serta pedagang besar sekaligus mengalihkan kejaran aliran api surgawi agar menjauh dari daerah Kangtong sehingga putrinya terlindungi, Huang Xie mengiring para pendekar aliran api surgawi hingga kekaisaran Tang agar terjadi gesekan antara aliran sesat tersebut dengan pengusa Negara dan kekaisaran di dataran tengah...
Usaha Huang Xie terbilang cukup berhasil banyak pendekar pendekar aliran api surgawi yang meregang nyawa karena mengejarnya memasuki daerah ibu kota Negara dan Kekaisaran sehingga pendekar tersebut banyak yang bertarung dengan para komandan tempur hingga Jenderal ibu kota sembari melakukan aksinya mencuri barang barang berharga disetiap tempat yang Huang Xie singgahi...
“Waow ... guru hebat padahal masih tahap 8 Langkah Naga Angin.." Zhen Long yang terkagum kagum seolah olah menonton film laga favoritnya, Zhen Long melupakan kemampuannya yang sekarang melebihi gurunya hingga beribu kali lipat namun Zhen Long menganggap gerakan gurunya adalah yang terbaik dan terhebat karena dengan ilmu ala kadarnya dapat mengecoh banyak pendekar dewa dari aliran api surgawi...
Huang Xie kembali ke kota Kangtong dan membawa Huang Lingruo yang telah berusia 8 tahunan lebih menuju Negara Taili dan menawarkan diri mengobati penyakit Raja Bai Yan dengan syarat jaminan keselamatan untuk putri kesayangannya namun ditolak oleh Raja Bai Yan mengingat lawan yang harus dihadapi adalah aliran api surgawi yang memiliki banyak pendekar dewa dan dapat membahayakan rakyatnya...
Huang Xie kemudian pergi meninggalkan Negara Taili dengan kekecewaan, di tengah perjalanan tepat diw ilayah Xuanhu perbatasan Negara Taili hutan bambu kuning Huang Xie dan Huang Lingruo terkepung oleh 9 pendekar dewa tingkat awal yang telah menantinya...
Huang Xie tidak dapat berbuat apa apa, dirinya hanya bisa pasrah dan bertarung sekuat tenaganya sambil melindungi putri kesayangannya namun hal tersebut tidak berlangsung lama tiba tiba seorang pendekar datang menolongnya dan membunuh 3 pendekar aliran api surgawi dengan beberapa jurus saja dengan kecepatan yang mematikan, melihat temannya meregang nyawa ke 6 pendekar meniupkan pluit dan menyerang pendekar yang melindungi Huang Xie, ilmu beladiri berbenturan amukan dewa perang yang telah di kombinasikan menghantam tubuh ke 6 pendekar aliran api surgawi hingga terpental puluhan meter dan mengeluarkan darah dari mulutnya dari jarak yang tidak jauh 20 pendekar lainnya terlihat datang dengan kekuatan penuh, salah satu pendekar yang datang langsung meniup pluit panjang yang menandakan perintah mundur karena mengetahui orang yang dihadapinya tidak lain adalah panglima kekaisan Wei Zhen Hui Pendekar dewa perang yang sedang naik daun di dunia persilatan..
__ADS_1
Tanpa berfikir para pendekar aliran api surgawi meninggalkan area hutan bambu kuning dan mundur meminta bantuan dari para petinggi aliran api surgawi..
“Terima kasih pertolongan pahlawan...” Huang Xie berkata dengan penuh hormat kepada Zhen Hui..
“Tidak perlu dibahas... apakah saudara yang menawarkan kebaikan kepada pamanku Raja Taili ?” Panglima Zhen Hui bertanya sembari menebak...
“Benar pahlawan, dengan kitab Yu Nan mungkin saya bisa membantu mengobati Raja Taili namun saya meminta keselamatan putri saya pahlawan dari ancaman pendekar aliran api surgawi” Huang Xie menjawab dengan permohonan yang besar.
“Sebelumnya saya memohon maaf atas tindakan pamanku Raja Taili yang berlaku kurang sopan terhadap Saudara” Panglima Zhen Hui berkata dengan sopan...
“Seluruh keluarga kami telah dibantai oleh aliran api surgawi demi mendapatkan kitab Yu Nan ini pahlawan..” Huang Xie menjawab sembari memperlihatkan kitab di tangannya.
"Sekiranya pahlawan bisa mempelajari kitab ini maka saya yakin saudara dapat mengobati Penyakit Raja Taili" Huang Xie dengan ihklas memberikan sebagai ucapan terima kasih sambil menyodorkan kitab Yu Nan namun di tolak dengan keras oleh Panglima Zhen Hui dengan dua alasan, pertama dirinya menolak menerima imbalan dari orang yang tertindas dan kedua karena dirinya tidak berminat dengan kitab kuno karena sulit dirinya pelajari..
“Sangat berbahaya sekiranya jika gadis cantik ini terluka bagaimana kalau gadis cantik ini dititipkan dan dia jar oleh aliran kultus teratai putih agar keaman dan keselamatan putri saudara dapat terlindungi?” Panglima Zhen Hui berkata sambil menyarankan kepada Huang Xie.
__ADS_1
Huang Xie berfikir "tidak mungkin Huang Lingruo menjadi murid aliran kultus teratai suci yang terkenal sangat selektif dalam menerima murid dan anggota sektenya." gumam Huang Xie dalam hati..
“Namun pahlawan sepertinya hal ini sangat mustahil karena latar belakang saya yang buruk agar tidak terjadi kesalahpahaman perkenalkan nama saya” belum sempat melanjutkan perkataannya tiba tiba Panglima Zhen Hui mengangkat tangannya dan menghentikan perkataan Huang Xie...
“Saya tahu siapa dirimu, saudara adalah Huang Xie yang bergelar dewa pencuri tanpa jejak tetapi saya mengetahui alasan saudara melakukan hal tersebut, saya hanya berharap anda mempelajari kitab kuno warisan leluhur saudara dan membantu menyembuhkan pamanku Raja Bai Yan kelak, untuk keselamatan putri saudara biarlah menjadi urusanku masukannya ke aliran kultus teratai putih apakah saudara Huang keberatan dengan usulku ini?” Panglima Zhen Hui berkata dengan sangat yakin akan usulannya tersebut.
“Saya tidak keberatan pahlawan?????" Huang Xie berkata sembil kebingungan karena tidak mengetahui nama penolongnya...
“Hahahahahahha... haahah... hahahah nama saya Zhen Hui..." panglima Zhen Hui memperkenalkan dirinya sebari tertawa..
“Maaf telah lancang panglima Zhen Hui "sambil pertekuk lutut namun dihalangi oleh Panglima Zhen Hui.
“Saya percaya perbuatan baik akan mendapatkan perbuatan baik pula, saudara Huang jadi jangan bersikap hal yang merendahkan dirimu dihadapan anak cantikmu ini, apalagi anak saya akan lahir jadi berbuat banyak kebajikan semakin baik untuk keselamatan anakku itu merupakan Karma yang saya dapatkan dari Guruku” Panglima Zhen Hui Menjelaskan dengan penuh hormat.
Mereka kemudian menuju ke gerbang aliran kultus teratai putih, panglima Zhen Hiu meminta agar Huang Xie menjaga jarak darinya serta memperhatikan putrinya dari kejauhan saja...
__ADS_1