
Terlihat dari raut wajah Zhen Long yang telah menemukan cara mengatasi krisis Negara Taili, Dewa Naga berfikir karena mempelajari tingkah laku tuannya selama bertualang bersama dengannya...
Setelah beberapa hari bersama Zhen Long, Huang Lingruo telah mampu beradaptasi dengan kecepatan ilmu langkah dewa iblis tahap 8 milik Zhen Long hal tersebut juga dikarenakan kualitas struktur tulang linger telah mencapai tulang phonix air karena sangat lahap memakan buah pohon tersohor yang Zhen Long berikan, Huang Lingruo merasa sangat beruntung karena kualitas struktur tulangnya kini telah menyamai para tetua utama aliran kultus teratai putih, dia tidak menyangka dirinya telah menjadi salah satu jajaran pendekar dewa yang memiliki struktur tulang istimewa didunia persilatan...
Sampai saat ini Huang Lingruo juga masih merasa bingung mengapa Zhen Long begitu memperhatikan dirinya.. karena Huang Lingruo merasa tidak mungkin seorang pria begitu baik terhadap wanita kalau tidak memiliki maksud yang lain, hal tersebut didapatkan karena ajaran dari para tetua utama yang menutup diri terhadap godaan para pria selain Yang mulia Raja Bai Yan yang mereka perebutkan dan cintai.
Huang Lingruo di ingatkan akan pesan maha guru Putri Bai Rong yang jangan mencintai pria yang salah, Huang Lingruo tidak melihat ada niat bejad dari Zhen Long kepada dirinya meskipun Huang Lingruo mengharapkan hal tersebut terjadi karena rasa cintanya mekar dan merekah begitu besar dikarena rajin diberi pupuk dan disiram dengan kasih sayang dan perhatian Zhen Long, dalam perjalanan Huang Lingruo hanya tersenyum tipis sendiri membayangkan keinginannya.
Dewa Naga yang memperhatikan tingkah laku Huang Lingruo telah mengetahui perasaan tuan putri tersebut namun lain halnya Zhen Long yang kurang memahami hal tersebut, Huang Lingruo tidak mengetahui bahwa dirinya bukan saja titipan pangeran Zhen Hui namun merupakan titipan dari guru tercintanya yang harus dijaga bagaikan permaisuri dunia..
Setelah beberapa hari Zhen Long sampai di ibu kota kerajaan Taili, dirinya beristirahat diluar ibu kota menanti malam tiba karena dirinya ingin menemui kakeknya Raja Bai Yan tanpa sepengetahuan orang lain, Zhen Long kemudian meminta Huang Lingruo untuk merapalkan isi kitab Yu Nan bab 6, 7 dan8 yang disalinnya... “Lingruo'er bisakah dirimu merapalkan kitab kitab ini!!! Zhen Long berkata Sambil menyerahkan salinan kitab tersebut kepada Huang Lingruo.
Untuk membahagiakan pujaan hatinya Huang Lingruo menerima dan memulai merapalkan kitab tersebut, Zhen Long merasa Huang Lingruo dapat merapakalkannya dengan baik karena memiliki kemampuan genetika dari gurunya atau ibunya namun perkiraan Zhen Long sedikit melenceng dikarenakan Huang Lingruoa lebih hebat dari ayahnya karena memiliki darah Yu Min yang merupakan keturunan pendekar dewa Yu Nan "ternyata Lingruo'er mendapatkan warisan kecerdasan genetika ayah dan ibunya.. " Zhen Long bergumam menyadari hal tersebut.
__ADS_1
dengan segera Zhen Long kemudian memberikan salinan bab 1 hingga bab 5 kepada Huang Lingruo membuat gadis cantik tersebut mengerutkan dahinya karena baru saja merapalkan 3 kitab dirinya kemudian diminta merapalkan 5 kitab lainnya...
“Kamu jangan malas Lingruo'er” Zhen Long berkata sambil mencubit lembut hidung Huang Lingruo membuatnya menjadi senang dan tak kuasa menahan kebahagian, dengan segera Huang Lingruo merapalkan kitab kitab yang diberikan Zhen Long kepadanya, karena merasa pria idaman hatinya terlihat senang bila dirinya merapalkan kitab kitab tersebut.
Sambil menunggu waktu gelap Zhen Long menguji rapalan Huang Lingruo dengan teliti, Huang Lingruo merasa isi salah satu kitab tersebut tidak asing di fikirannya, dirinya merasa sering mendengar kalimat kalimat yang ada disalah satu kitab tersebut, Huang Lingruo mencoba mengingat ingat dimana dirinya mendengarkan kalimat kalimat tersebut, fikiran Huang Lingruo kemudian buyar setelah mendapat teguran dari Zhen Long “apa yang kamu fikirkan Lingruo'er, jangan terlalu banyak berfikir lebih baik dirimu berkonsentarai merapalkan kitab kitab ini” Zhen Long karena merasa takut bila diri Huang Lingruo cedera pada saat latihan apa bila tidak mengusai kitab Yu Nan bab 1 dan 2...
“Maaf yang mulia. ...” Huang Lingruo berkata dengan mata berkaca kaca merasa sedih karena menganggapan perbuatannya mengecewakan Zhen Long sehingga marah kepadanya...
“Itu adalah kitab warisan keluargamu Lingruo'er, kamu harus lebih fokus mempelajarinya agar guru menjadi senang di alam sana, dirimu tak mengetahui bagaimana usahaku untuk membuka segel sihir kitab Yu Nan” gumam Zhen Long dalam hati sambil mengingat guru tercintanya, kitab Yu Nan sebenarnya Zhen Long ingin berikan sebagai hadiah untuk Huang Xie namun hal tersebut tidak kesampaian karena ajal menjemput gurunya, tanpa sadar Zhen Long meneteskan air mata kesedihan mengenang gurunya..
“Ada apa yang mulia mengapa anda bersedih ?” Huang Lingruo bertanya karena melihat Zhen Long meneteskan air mata dihadapannya..
Dengan sigap Zhen Long menghapus air matanya dan berkata “ah tidak ada apa apa Lingruo'er tadi mataku kemasukan debu” dengan terpaksa Zhen Long bersandiwara karena merasa malu menangis dihadapan orang apalagi dihadapan wanita sambil mengosok gosokkan kedua tangan dimatanya..
__ADS_1
Huang Lingruo kemudian membantu Zhen Long dengan meniup niup lembut mata pujaan hatinya namun membuat hati Zhen Long bergejolak kencang, Zhen Long merasakan getaran yang sangat hebat dalam tubuhnya dia tidak mengetahui apa penyebab hal tersebut, dia merasa selama dekat dengan Huang Lingruo getaran tersebut sering datang secara tiba tiba, Zhen Long menganggap itu adalah efek samping kitab Shu Ron yang dirinya pelajari atau kesalahan dalam mempelajari beladiri, Zhen Long tidak mengetahui bahwa dirinya telah jatuh cinta kepada Huang Lingruo.
Dewa Naga yang sejak tadi memperhatikan hanya tersenyum melihat tingkah laku kedua insan muda yang sedang dilanda gelora cinta namun tidak berani mengatakan kepada Zhen Long karena dia merasa sangat menikmati hal tersebut seperti saat tuannya senang melihatnya mabuk...
Setelah bulan telah naik keatas kepala Zhen Long menatap ibu kota Taili telah sepi dari keramaian dan penjagaan agak ketat disekitar istana kerajaan Taili, Zhen Long segera membangunkan Huang Lingruo yang selama ini tertidur lelap dipangkuannya akibat kelelahan merapalkan kitab kitab pemberiannya.
“Lingruo'er,,, Lingruo'er... waktunya bergerak!!!” Zhen Long berkata dengan lembut sambil mencubit hidung Huang Lingruo dengan lembut untuk membangunkannya.
Huang Lingruo terkejut dan sadar dari tidurnya dan berkata “Maafkan aku yang mulia ... ohhh.. ternyata sudah gelap yah...” Huang Lingruo dengan wajah merona merasa tidak sopan tidur dipangkuan Zhen Long.
“Tidak apa apa Lingruo'er, Saat ini waktu yang tepat kita menemui kakek Bai Yan!!! Zhen Long berkata dengan tegas disertai anggukan Huang Lingruo tanda setuju...
“Lingruo'er tahan nafasmu dan tutup matamu sepertinya diriku perlu memakai Langkah dewa Iblis tahap puncak agar tidak diketahui para penjaga istana!!!" Zhen Long berkata dengan tegas dengan segera Huang Lingruo melaksanakan perintah Zhen Long karena memahami maksud dari pujaan hatinya tersebut dengan menarik nafasnya beberapa kali dia mengaggukkan kepalanya bertanda dirinya telah siap untuk melesat dengan kecepatan kilat, Zhen Long yang menerima tanda tersebut dengan segera merangkul pinggul Huang Lingruo dengat erat dan melesat dengan satu tarikan nafas menerobos istana kediaman kakeknya Raja Taili dan
__ADS_1