Legend Of The Great Emperor

Legend Of The Great Emperor
Zhen Long Vs Aliran Kultus Teratai Putih


__ADS_3

Para 6 tetua telah memasuki aula disertai ke 49 tetua sepuh dengan penuh kemarahan melihat tingkah laku Zhen Long tidak sopan berbaring dikursi, Huang Lingruo masih dalam perjalanan menuju aula utama Kultus Teratai Putih..


“Berani sekali kamu tidak sopan ditempat sakral kami” salah satu tetua utama Mu Xiaolan berkata dengan nada sangat marah serta memerah karena Zhen Long meniduri kursinya..


Semua tetua aliran kultus teratai putih berupaya mengukur kekuatan lawannya namun Zhen Long sengaja menyembunyikan kekuatan tenaga dalammnya dengan aura dewa iblis miliknya yang didapatkannya setelah menelan inti jiwa Naga, Alangkah terkejutnya Para Tetua yang tidak mampu mengukur kekuatan Zhen Long.


“Aku datang kemari dikarenakan 3 hal” Zhen Long berkata sembari mengacuhkan perkataan Mu Xiaolan membuat para tetua semakin geram terhadapnya...


“Apakah gerangan hal tersebut pendekar kalau kami boleh tahu?” Xue Minsui berkata dengan sopan sembari menahan rasa geramnya didalam hati..


“Hahhahaha... hahahahah... hahahaha... mengapa aku harus mengatakannya” Zhen Long berkata sembari tertawa dengan berpura pura lupa dengan apa yang dia katakan, di saat yang bersamaan Huang Lingruo telah sampai diruangan tersebut...


Tetua Sun Bingqian berbisik kepada para tetua “sepertinya dia sedang mabuk” karena menganggap kantung yang berada ditangan Zhen Long berisikan arak...


“Mungkin dia dalam keadaan tidak sadar memasuki kultus teratai putih” Tetua Shi Shingshu berpendapat menegaskan pendapat tetua Sun Bingqian..


“Meskipun demikian mengapa dirinya tidak terpengaruh memasuki formasi sihir kultus teratai Putih?” Tetua Ming Enwu menayakan hal yang sangat krusial yang dilupakan ke 2 tetua tersebut sehingga mengaburkan pendapat Shi Shingshu dan Sun Bingqian yang termasuk 6 tetua utama..

__ADS_1


“Apakah mungkin pendekar tersebut merupakan salah satu keturunan kerajaan Xiang?” Bing Qimei bertanya sekaligus berpendapat kepada kelima tetua utama lainnya...


“Tidak mungkin karena keturunan kerajaan Xiang tidak akan berani bertindak tidak sopan kepada kultus teratai putih” Xue Minsui berkata dengan tegas serta sangat yakin...


“Benar yang dikatakan saudari Xue” Mu Xiaolan berpendapat yang sama dengan Xue Minsui dengan sangat yakin, Semua pembicaraan mereka terdengar jelas oleh Zhen Long yang hanya tersenyum tipis diwajahnya..


“Yang mulia apakah tidak berlebihan melakukan hal ini..." Dewa Naga berkata dan merasa akan terjadi pertempuran dahsyat..


“Tenanglah Sobat... malah dengan ini saya merasa senang serta merupakan rencanaku" Zhen Long Menjawab dengan senyuman...


Dengan sigap Huang Lingruo maju dan bertanya sambil memberikan hormat kepada Zhen Long namun sikap Huang Lingruo membuat para tetua utama marah karena memberi hormat kepada Zhen Long tetapi para tetua tidak ingin memarahi murid kesayangannya di depan tetua sepuh ...


“Kalau boleh tahu siapakah gerangan pendekar?” Huang Lingruo bertanya dengan penuh hormat.


Zhen Long yang sejak tadi menutupi wajahnya dengan sengaja dengan uraian rambutnya kemudian melihat kearah suara orang yang menanyainya, wajah tampan Zhen Long membuat banyak para tetua sepuh yang bergetar hatinya memandang pendekar rupawan tersebut..


“Kendalikan sikap kalian” Tetua Ming Enwu menegur karena merasakan suasana yang berbeda setelah melihat wajah pendekar dihadapannya..

__ADS_1


“Tidak sopan menanyai orang lain tanpa memperkenalkan dirinya terlebih dahulu” Zhen Long berkata dengan bersandiwara seperti orang sedang mabuk, membuat Dewa Naga tersenyum tipis melihat tingkah Zhen Long yang seolah olah menyindirnya..


“Nama saya Huang Lingruo salah satu murid aliran kultus teratai putih” Huang Lingruo berkata tanpa gentar dan penuh hormat, menyadari tebakannya benar Zhen Long Kemudian berdiri dan berjalan pelan layaknya orang yang sedang mabuk dan berkata “saya pendekar dewa iblis” sontak membuat semua tetua sepuh kultus teratai putih menghunus pedangnya disertai 343 murid senior yang memperhatikan para tetua sepuh dari luar dan murid lainnya yang melihat seniornya menghunus pedang dari sarungnya, menandakan situasi didalam aula utama kultus sedang memanas...


Sambil berjalan menuju Huang Lingruo dengan sengaja Zhen Long berkata “ternyata gadis cantik ini boleh juga menjadi pendampingku” kata kata Zhen Long memprofovokasi semua pendekar kultus teratai putih namun membuat Dewa Naga tertawa terbahak bahak melihat tingkah lucu Zhen Long,


Huang Lingruo yang mendengar perkataan Zhen Long tidak merasa marah, Huang Lingruo merasa memiliki ikatan yang kuat dan khusus dengan pendekar muda dihadapannya tersebut, dia bingung dengan dirinya sendiri, tanpa basa basi ke 6 tetua yang merasa murid kesayangannya dilecehkan menghunus pedangnya yang sejak tadi mereka genggam kuat Serta menyerang Zhen Long dengan serangan mematikan ke 49 tetua sepuh juga dengan segera menyerang dengan kombinasi serangan yang bergantian dan arah yang berubah ubah Zhen Long dengan mudah menghindari serangan mereka dengan langkah dewa iblis miliknya yang merupakan perpaduan dari ilmu beladiri aliran teratai putih... “Lingruo'er apa yang kamu lakukan” Tetua Sun Bingqian menegur sehingga menyadarkan lamunan Huang Lingruo yang sedang berfikir sejenak, dengan sigap Huang Lingruo menghunus pedangnya serta bergabung dengan para tetua yang lainnya menyerang Zhen Long.


Zhen Long tetap dengan mudah dan cepat menghindari serangan demi serangan mematikan dari para tetua Aliran kultus teratai Putih lebih dari ribuan jurus mereka yang di keluarkan dengan ganas namun tidak satupun senjata mereka menggores jubah Zhen Long, Dewa Naga hanya membuka mulutnya melihat gerakan gerakan Zhen Long yang gesit menghindari puluhan pedang dengan kekuatan penuh mengarah ketubuhnya, sehingga membuyarkan fikiran Dewa Naga tempohari yang merasa tuannya salah dalam belajar ilmu beladiri..


Zhen Long dengan segera melesat keluar aula utama dan berkata "sepertinya kita membutuhkan tempat yang agak luas agar tidak merusak tempat indah ini... hahahhaha... hahhaahh... hahahahha..." dengan tawa memprofokasi para petinggi aliran teratai putih.


“Sepertinya pendekar muda tersebut Sangat hebat kita harus berhati hati!!!” Tetua Mu Xiaolan berkata sembari memerintahkan rekan rekannya serta melesat ke luar aula utama..


“Sebaiknya kita melumpuhkannya dengan kekuatan penuh agar tidak menimbulkan masalah yang besar nantinya!!!” Shi Shingshu mengusulkan sembari melesat ke luar aula kultus utama


Zhen Long yang baru saja keluar dari aula kultus teratai putih disambut dengan ribuan pedang dari para murid kultus teratai putih namun dengan mudah Zhen Long menghindarinya karena telah menyadari hal tersebut melihat wajah Zhen Long hampir semua murid terkesima sembari ragu menyerangnya, kemudian dengan suara yang lantang Ming Enwu terdengar sehingga membuyarkan fikiran para murid murid kultus teratai putih.

__ADS_1


__ADS_2